loading...

Import Jerohan dan Daging Sapi Dari Australia Sampai April 2015 Turun hingga 31% untuk Daging dan 89% untuk Jerohan

Posted by

Situasi Harga Sapi, Karkas dan Daging Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2015.
Seiring dengan kebijakan Pemerintahan Jokowi untuk lebih banyak memasukkan sapi Australia dibanding daging Australia, maka imbas yang sudah mulai dirasakan adalah import daging dari Australia menurun drastis termasuk juga import jerohan. Dengan minimnya import daging beku dari Australia sebenarnya ada sedikit efek terhadap harga daging. Meskipu kenyataan harga sapi di Jabodetabek cenderung turun hingga angka Rp 34.000/kg - Rp 36.000/kg sapi hidup, tetapi kenyataannya harga daging tetap saja tinggi, harga yang tercatat sampai minggu ke 2 bulan Juni 2015 adalah berkisar antara Rp 98.000,- - Rp 103.000/kg daging sapi. Padahal harga kisaran karkas sapi hanya Rp 73.000 - Rp 74.000/kg karkas sapi. Bertahannya harga daging di kisaran Rp 100.000,- an per kg, sedikit banyak juga dipengaruhi dengan sedikitnya daging import yang masuk ke Indonesia.


Fenomena berulang yang selalu terjadi ketika menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, harga-harga bahan pokok selalu naik tidak terkecuali daging sapi.Memang yang sering terjadi adalah momen Ramadhan dan Idul Fitri dijadikan oleh pedagang daging sebagai moment untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dimana saat itu permintaan tinggi dan sebagian besar memang untuk langsung dikonsumsi sehingga harga berapapun yang ditawarkan pedagang kadang pembeli juga tidak perduli.

Import Daging dan Jerohan dari Australia Turun Drastis
Berikut berita mengenai penurunan import daging dan jerohan dari Australia. Menurut MLA, Ekspor daging sapi Australia ke Indonesia mengalami penurunan 31% pada periode Januari – April 2015 dibanding periode yang sama tahun lalu. Sebagaimana dilansir dalam rilis resmi MLA (Meat and Livestock Australia), sebuah lembaga riset dan pemasaran bersama yang didanai dari levy (pungutan) dari pelaku industri sapi dan pemerintah, yang dikutip oleh trobos.com, ekspor daging sapi Australia turun menjadi 12.165 ton. Penurunan  ini  disebabkan kebijakan pemerintah Indonesia yang hanya mengijinkan pemasukan potongan utama (prime cut), potongan trimming 65-95CL dan beberapa produk bernilai tambah yang berlaku efektif pada awal 2015.

Ekspor daging loin Australia sepanjang Januari hingga April dicampur dengan volume pengiriman potongan lain yang memiliki dinamikanya sendiri. Seperti pengiriman potongan daging cube roll yang stabil di angka 167 ton, tenderloin yang turun menjadi 154 ton, dan pengiriman striploin yang melonjak 164%  menjadi 1.070 ton. Sebagian besar ekspor striploin dibekukan. Sementara dibatasi dari ekspor daging potongan sekunder, dalam 4 bulan pertama 2015 pengiriman daging sapi manufaktur ke Indonesia sebesar 9.081 ton, atau meningkat 64% dibanding periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ekspor daging sapi manufaktur terlihat terutama di volume 85CL, 90CL dan 65CL trimming.

Ekspor jeroan Australia ke Indonesia sebesar 552 ton, turun 89%  dibanding tahun lalu, itupun hanya terdiri dari ekor dan lidah sapi.





Info harga daging per item pada Bulan April 2015
Harga daging sapi di pasar basah Jakarta sedikit meningkat dalam dua minggu terakhir bulan April sebagai berikut :
  • knuckles (Rp118.000 / kg), 
  • sirloin (Rp176,000 / kg), 
  • shin shank (Rp100,500 / kg), 
  • blade (Rp 105.500 / kg) 
  • ekor (Rp100.000 / kg). 
Harga-harga per item daging diprediksi akan terus naik terutama menjelang hari - H Ramadhan dan akan bertahan selama Ramadhan dan kemungkinan akan naik lagi menjelang Idul Fitri. Inilah fenomena rutin yang terjadi di Indonesia. Perlukah import daging beku diperbanyak untuk menstabilkan harga daging? Perlu kajian yang serius untuk menjawabnya......

Selamat Menyambut Ramadhan 1436 H (18 Juni 2015)
 Sucikan Hati dan Pikiran 
Mohon Maaf Lahir dan Batin.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 19:25
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.