loading...

Hentikan Mengglonggong Sapi, Ciptakan Daging ASUH

Posted by

Sebagai pelaku peternakan, terutama peternakan sapi potong kita dituntut untuk selalu "care" dengan yang kita pelihara yaitu sapi (penggemukan, breeding, kontes dan lain-lain). Perlakuan terhadap sapi pun ada aturannya karena sebagai mahluk bernyawa yang memiliki darah dan daging, sapi juga mempunyai dan mampu merasakan sakit apabila disakiti.

Sapi Super Jumbo tanpa di Glonggong

Fenomena yang sejak jaman dahulu, bertahun-tahun yang lalu sampai sekarang masih berlangsung adalah perlakuan jagal atau siapa saja pelaku peternakan sapi yang mengglonggong sapinya sebelum dijual atau dipotong. Apa itu sapi diglonggong? Definisi glonggong sangat sederhana yaitu sapi diberi makan atau minum secara paksa (force feeding) diluar batas kemampuan pencernaannya, bahkan sampai sapi muntah-muntah, akibatnya perut sapi akan menggelembung ke kiri dan ke kanan serta menggelantung kebawah, sementara kondisi lainnya sapi menjadi susah jalan, stress dan merasa tidak nyaman, apalagi diikuti dengan kencing terus sampai berjam-jam. Perlakuan seperti ini sangatlah tidak manusiawi dan sama sekali tidak memiliki rasa perikehewanan atau animal welfare. Apa alasan para jagal atau blantik atau siapa saja pelaku peternakan melakukan glonggong? Alasannya sederhana yaitu UANG, dengan kata lain ingin mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya dengan cara curang.

Dibeberapa daerah masih banyak oknum-oknum pelaku glonggong sapi sebut saja tidak perlu ditutup-tutupi, Boyolali - Jawa Tengah, Krian - Sidoarjo Jawa Timur, Pasar Hewan Tuban, Babat, Pasar Hewan Wonoasih, dan Jombang - Jawa Timur. Mungkin  masih banyak lagi daerah yang masih terjadi kasus glonggong sapi, silahkan anda investigasi sendiri jika ingin mendapatkan buktinya.

Bagaimana dengan kondisi daging sapi glonggongan dan tinjauannya dari segi agama Islam? Daging yang berasal dari sapi glonggongan disebut daging sapi glonggongan. Daging sapi glonggongan adalah daging yang di peroleh dari sapi yang sebelum disembelih di beri minum air sebanyak-2 nya, secara paksa dengan maksud menambah bobot daging sapi tersebut, sehingga dengan hal ini otomatis akan menambah keuntungan dari si penjual. Dari segi bisnis pembeli akan di rugikan karena membeli daging dengan berat yang tidak wajar. Dari segi kesehatan jelas, karena menurut penelitian daging glonggongan setara dengan bangkai. Terlebih dari segi  hukum agama daging ini berstatus haram, karena menurut hukum  islam, hewan sebelum disembelih tidak boleh teraniaya.

Jika ditinjau dari segi agama, para pengglonggong sapi adalah pelaku aniaya dan pelaku aniaya kelak ada balasannya jika tidak segera bertobat. Ternak sebagai sesama makhluk ciptaan Allah yang ditundukkan untuk manusia juga sangat layak mendapat perlakuan yang baik dan selayaknya. Apalagi bagi mereka yang menggantungkan pekerjaannya dari ternak sapi maka sangatlah tidak layak jika sampai menganiaya (mengglonggong) sapi hanya demi keuntungan / uang. Sedikitnya ada dua hal menyimpang yang dilakukan para pengglonggong sapi yaitu yang pertama penyiksaan dan penganiayaan terhadap sapi karena mengglonggongnya dan yang kedua berlaku curang terhadap pembeli, baik pembeli sapinya sendiri maupun pembeli daging. Padahal Allah sangat melarang manusia untuk berlaku tidak adil atau curang, jadi jika seseorang mengglonggong sapi berarti juga telah melanggar larangan Allah dan melanggar larangan ada konsekuensi yang harus ditanggung.

Jangan pernah mengganggap enteng penganiayaan terhadap ternak / hewan/ binatang. Ada beberapa  riwayat menyebutkan bahwa seseorang bisa masuk Surga ataupun Neraka karena perlakuannya terhadap binatang. Na'udzubillahi min dzalik.

Yang lebih memperihatinkan adalah hanya karena ingin menang kontes, baru-baru ini di Lamongan saat acara Kontes Ternak Jatim, beberapa oknum melakukan pengglonggongan sapi yang bisa dikatakan "brutal" hingga timbul korban satu ekor sapi jumbo dipotong paksa.

Akibat diglonggong, sapi ambruk akhirnya dipotong paksa
Jika pengglonggongan sapi dalam Kontes Ternak terus dibiarkan lebih baik kontes-kontes sapi super jumbo atau sapi ekstrim DIBUBARKAN SAJA. Lebih baik adakan saja kontes calon pejantan super, calon induk super, dan lain-lain yang tidak perlu mengglonggong sapinya hanya karena bernafsu untuk menang. Hentikan mengglonggong sapi, jika anda ingin selamat dunia dan akherat. Mohon maaf jika ada yang tersinggung, tetapi harapan penulis mudah-mudahan banyak yang tersadarkan dan mendapat hidayah agar menghentikan semua kegiatan mengglonggong sapi.

Bagaimana status hukumnya jika menjual sapi atau daging glonggongan di mata hukum Indonesia? Penjualan daging sapi glonggongan adalah merupakan perbuatan tindak pidana yang melanggar beberapa ketentuan pasal yaitu Pasal 8 Undang-undang no 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen Pasal 378 KUHP, dan pasal 21 Undang-undang No 7 Tahun 1996. Dengan menerapkan beberapa ketentuan pasal tersebut serta dengan tidak terpisahkannya menerapkan beberapa anasir-anasir apa saja seseorang dapat dimintai pertanggungjawaban secara pidana maka para pelaku dapat dipertanggungjawabkan secara pidana sesuai dengan kententuan pasal perundang-undangan.

Penegakan hukum pidana terhadap oknum pelaku sapi glonggongan di Indonesia yang terjadi saat ini masih belum berjalan dengan baik dan sebagaimana mestinya. Hal ini dikarenakan adanya 5 faktor yang terdiri dari undang-undang, penegak hukum, masyarakat, sarana dan fasilitas serta budaya masyarakat mempengaruhi efektif atau tidaknya suatu penegakan hukum bisa berjalan dengan baik, namun dari kelima faktor tersebut, faktor penegak hukum, masyarakat dan budaya mempengaruhi tidak efektifnya penegakan hukum terhadap pelaku penjualan daging sapi glonggongan.

Silahkan sebarkan dan bagikan artikel ini, jika anda merasa ada manfaatnya atau mungkin bisa bermanfaat bagi orang-orang yang anda sayangi. Terima kasih.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 19:29
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.