loading...

Fauna-fauna Khas Indonesia Yang Hampir Punah

Posted by

Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi) dan Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis)


Anoa yang menjadi fauna identitas provinsi Sulawesi ini semakin lama populasinya semakin berkurang sehingga masuk dalam kategori satwa langka Indonesia yang hampir punah. Jika tidak benar-benar dilindungi maka satwa ini akan bisa benar-benar lenyap dari bumi Nusantara yang berarti merupakan suatu kehilangan besar bagi kita.

Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia, Filum: Chordata, Kelas: Mamalia, Ordo: Artiodactyla, Famili: Bovidae, Upafamili: Bovinae, Genus: Bubalus, Spesies: Bubalus quarlesi, Bubalus depressicornis. Nama binomial: Bubalus quarlesi (Ouwens, 1910). Bubalus depressicornis (H. Smith, 1827).

Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi) maupun Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis) sejak tahun 1986 oleh IUCN Redlist dikategorikan dalam binatang dengan status konservasi “Terancam Punah” (Endangered; EN) atau tiga tingkat di bawah status “Punah”.

Secara umum, anoa mempunyai warna kulit mirip kerbau, tanduknya lurus ke belakang serta meruncing dan agak memipih. Hidupnya berpindah-pindah tempat dan apabila menjumpai musuhnya anoa akan mempertahankan diri dengan mencebur ke rawa-rawa atau apabila terpaksa akan melawan dengan menggunakan tanduknya.

Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis) sering disebut sebagai Kerbau kecil, karena Anoa memang mirip kerbau, tetapi pendek serta lebih kecil ukurannya, kira-kira sebesar kambing. Spesies bernama latin Bubalus depressicornis ini disebut sebagai Lowland Anoa, Anoa de Ilanura, atau Anoa des Plaines. Anoa yang menjadi fauna identitas provinsi Sulawesi tenggara ini lebih sulit ditemukan dibandingkan anoa pegunungan.

Anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis) mempunyai ukuran tubuh yang relatif lebih gemuk dibandingkan saudara dekatnya anoa pegunungan (Bubalus quarlesi). Panjang tubuhnya sekitar 150 cm dengan tinggi sekitar 85 cm. Tanduk anoa dataran rendah panjangnya 40 cm. Sedangkan berat tubuh anoa dataran rendah mencapai 300 kg.

Anoa dataran rendah dapat hidup hingga mencapai usia 30 tahun yang matang secara seksual pada umur 2-3 tahun. Anoa betina melahirkan satu bayi dalam setiap masa kehamilan. Masa kehamilannya sendiri sekitar 9-10 bulan. Anak anoa akan mengikuti induknya hingga berusia dewasa meskipun telah disapih saat umur 9-10 bulan. Sehingga tidak jarang satu induk terlihat bersama dengan 2 anak anoa yang berbeda usia.

Anoa dataran rendah hidup dihabitat mulai dari hutan pantai sampai dengan hutan dataran tinggi dengan ketinggian 1000 mdpl. Anoa menyukai daerah hutan ditepi sungai atau danau mengingat satwa langka yang dilindungi ini selain membutuhkan air untuk minum juga gemar berendam ketika sinar matahari menyengat.

Anoa pegunungan (Bubalus quarlesi) sering disebut juga sebagai Mountain Anoa, Anoa de montagne, Anoa de Quarle, Berganoa, dan Anoa de montaƱa. Dalam bahasa latin anoa pegunungan disebut Bubalus quarlesi.

Anoa pegunungan mempunyai ukuran tubuh yang lebih ramping dibandingkan anoa datarn rendah. Panjang tubuhnya sekitar 122-153 cm dengan tinggi sekitar 75 cm. Panjang tanduk anoa pegunungan sekitar 27 cm dengan berat tubuh dewasa sekitar 150 kg. Anoa pegunungan berusia antara 20-25 tahun yang matang secara seksual saat berusia 2-3 tahun. Seperti anoa dataran rendah, anoa ini hanya melahirkan satu bayi dalam setiap masa kehamilan yang berkisar 9-10 bulan. Anak anoa akan mengikuti induknya hingga berusia dewasa meskipun telah disapih saat umur 9-10 bulan. Sehingga tidak jarang satu induk terlihat bersama dengan 2 anak anoa yang berbeda usia.

Anoa pegunungan berhabitat di hutan dataran tinggi hingga mencapai ketinggian 3000 mdpl meskipun terkadang anoa jenis ini terlihat turun ke pantai untuk mencari garam mineral yang diperlukan dalam proses metabolismenya.

Anoa pegunungan cenderung lebih aktif pada pagi hari, dan beristirahat saat tengah hari. Anoa sering berlindung di bawah pohon-pohon besar, di bawah batu menjorok, dan dalam ruang di bawah akar pohon atau berkubang di lumpur dan kolam. Tanduk anoa digunakan untuk menyibak semak-semak atau menggali tanah Benjolan permukaan depan tanduk digunakan untuk menunjukkan dominasi, sedangkan pada saat perkelahian, bagian ujung yang tajam menusuk ke atas digunakan dalam upaya untuk melukai lawan. Ketika bersemangat, anoa pegunungan mengeluarkan suara “moo”.

Badak Jawa, Badak Bercula Satu (Rhinoceros sondaicus)

Binatang ini masuk dalam kategori satwa paling langka karena jumlahnya yang mungkin tinggal 50 an ekor saja di Taman Nasional Ujung Kulon. Termasuk satwa yang terancam punah. Jumlah badak bercula satu yang terdapat di kawasan taman nasional Ujung Kulon berkurang dengan cepat dan dikuatirkan menjadi punah. Faktor utama yang menyebabkan berkurangnya populasi hewan tersebut adalah:
  • Jumlah makanan berkurang
  • Adanya perubahan habitat
  • Meningkatnya perburuan liar
  • Banyak predator alami
Badak Jawa memiliki nama latin Rhinoceros sondaicus. Badak bercula satu ini masuk dalam daftar hewan dilindungi di indonesia karena keberadaannya yang hampir punah. Hanya tersisa sangat sedikit di Ujung Kulon yang merupakan tempat perlindungan mereka saat ini. Pemerintah sudah berusaha untuk melindungi hewan liar ini, akan tetapi nampaknya perburuan dari orang yang tidak bertanggung jawab terus berlanjut sehingga populasinya terus mengkhawatirkan.

Jumlah Badak Jawa makin sedikit, diperkirakan hanya sekitar 50 ekor yang hidup. Habitat asli badak bercula satu di Taman Nasional Ujung Kulon kini terancam kekeringan dan aktivitas gunung berapi aktif sehingga bencana alam dikhawatirkan dapat merusak ekosistem yang ada di Ujung Kulon.Faktor utama berkurangnya populasi badak Jawa adalah perburuan untuk culanya, masalah yang juga menyerang semua spesies badak. Cula badak menjadi komoditas perdagangan di Tiongkok selama 2.000 tahun yang digunakan sebagai obat untuk pengobatan tradisional Tiongkok.

Secara historis kulitnya digunakan untuk membuat baju baja tentara Tiongkok dan suku lokal di Vietnam percaya bahwa kulitnya dapat digunakan sebagai penangkal racun untuk bisa ular. Karena tempat hidup badak mencakupi banyak daerah kemiskinan, sulit untuk penduduk tidak membunuh binatang ini yang dapat dijual dengan harga tinggi. Ketika Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora pertama kali diberlakukan tahun 1975, badak Jawa dimasukan kedalam perlindungan Appendix 1: semua perdagangan internasional produk badak Jawa dianggap ilegal.Survey pasar gelap cula badak telah menentukan bahwa badak Asia memiliki harga sebesar $30.000 per kilogram, tiga kali harga cula badak Afrika.

Fenomena kerusakan habitat dan kompetisi ruang antara badak dengan banteng (Bos javanicus) menjadi ancaman utama bagi keberlangsungan hidup Badak Jawa di TN Ujung Kulon." Selain itu, adanya invasi tumbuhan dominan seperti Arenga spp juga menjadi ancaman bagi Badak Jawa. 

Hewan Langka Badak Bercula Satu ini adalah hewan herbivora dan makan bermacam-macam spesies tanaman, terutama tunas, ranting, daun-daunan muda dan buah yang jatuh. Kebanyakan tumbuhan disukai oleh spesies ini tumbuh di daerah yang terkena sinar matahari: pada pembukaan hutan, semak-semak dan tipe vegetasi lainnya tanpa pohon besar. Badak menjatuhkan pohon muda untuk mencapai makanannya dan mengambilnya dengan bibir atasnya yang dapat memegang. Badak Jawa adalah pemakan yang paling dapat beradaptasi dari semua spesies badak. Badak diperkirakan makan 50 kg makanan per hari. Seperti badak Sumatra, spesies badak ini memerlukan garam untuk makanannya. Tempat mencari mineral umum tidak ada di Ujung Kulon, tetapi badak Jawa terlihat minum air laut untuk nutrisi sama yang dibutuhkan.

Badak jawa adalah binatang tenang dengan pengecualian ketika mereka berkembang biak dan apabila seekor inang mengasuh anaknya. Kadang-kadang mereka akan berkerumun dalam kelompok kecil di tempat mencari mineral dan kubangan lumpur. Berkubang di lumpur adalah sifat umum semua badak untuk menjaga suhu tubuh dan membantu mencegah penyakit dan parasit. Badak jawa tidak menggali kubangan lumpurnya sendiri dan lebih suka menggunakan kubangan binatang lainnya atau lubang yang muncul secara alami, yang akan menggunakan culanya untuk memperbesar. Tempat mencari mineral juga sangat penting karena nutrisi untuk badak diterima dari garam. Wilayahi jantan lebih besar dibandingkan betina dengan besar wilayah jantan 12–20 km² dan wilayah betina yang diperkirakan 3–14 km². Wilayah jantan lebih besar daripada wilayah wanita. Tidak diketahui apakah terdapat pertempuran teritorial.

Jantan menandai wilayah mereka dengan tumpukan kotoran dan percikan urin. Goresan yang dibuat oleh kaki di tanah dan gulungan pohon muda juga digunakan untuk komunikasi. Anggota spesies badak lainnya memiliki kebiasaan khas membuang air besar pada tumpukan kotoran badak besar dan lalu menggoreskan kaki belakangnya pada kotoran. Badak Sumatra dan Jawa ketika buang air besar di tumpukan, tidak melakukan goresan. Adaptasi sifat ini diketahui secara ekologi; di hutan hujan Jawa dan Sumatera, metode ini mungkin tidak berguna untuk menyebar bau.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae).


Pemerhati hewan-hewan yang dilindungi tentu mengetahui jika ada sebuah undang-undang yang dikeluarkan oleh pemerintah yang isinya melarang memperjualbelikan satwa yang dilindungi. Undang-undang perlindungan satwa yang dimaksud adalah UU pasal 21 nomor 5 tahun 1990 poin (d) yang berbunyi “setiap orang dilarang untuk memperniagakan, menyimpan atau memiliki, kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian satwa tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia”. Bagi yang melanggar hukum ini dijatuhi sanksi pidana maksimal 5 tahun kurungan dan maksimum denda sebesar Rp. 100 juta.

Tetapi kenyataannya masih banyak ditemukan perdagangan satwa dilindungi maupun produk-produk olahan yang berasal dari satwa langka. Salah satu satwa langka yang dilindungi dan sering menjadi incaran pemburu karena harga kulitnya yang sangat mahal adalah Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae).

Berkurangnya harimau sumatera selain karena perburuan hewan itu sendiri, juga diakibatkan oleh perusakan habitat hidup hewan ini. Berkurangnya jumlah babi hutan sebagai makanan utama harimau sumatera juga ikut mempengaruhi semakin berkurangnya populasi harimau ini. Dalam 1 tahun, seekor harimau mampu menghabiskan 50 ekor babi hutan, sehingga jika populasi babi hutan menipis maka populasi harimau sumatera juga ikut terancam.

Harimau Sumatera mampu bertahan hidup antara 15 - 20 tahun, merupakan waktu yang cukup lama. Harimau betina mampu melahirkan anak 2 - 3 ekor setelah bunting 103 hari. Anak harimau akan menyusu induknya selama 8 minggu pertama tanpa makanan lain. Mereka baru bisa berburu setelah umur sekitar 18 bulan.

Harimau Sumatera dapat dikenali dari warna dan bentuk tubuhnya. Ciri-cirinya antara lain:
  • Warna lebih gelap dengan pola hitam yang dominan dibandingkan harimau lainnya, Panthera tigris sumatrae memiliki tekstur belang yang tipis. 
  • Janggutnya ditumbuhi banyak rambut. 
  • Harimau Sumatera betina memiliki bobot sekitar 200 pound atau setara dengan 91 kg dengan panjang 78 inci atau 198 cm
  • Harimau Sumatera jantan lebih berat dengan bobot 300 pound atau 140kg dengan ukuran rata-rata 92 inci atau 250 cm dari kepala ke bagian kaki.
  • Bulu kawanan betina akan berubah menjadi hijau gelap kala melahirkan. 

Salah satu andalan atau keunggulan harimau sumatera  adalah fauna buas ini mempunyai mata dan telinga yang sangat tajam. Ini sangat berperan dalam membantu kehidupan mereka yang berkembang di alam hutan liar.

Yang unik dari makanan harimau sumatera yang oleh penduduk setempat dijuluki "kucing air" adalah hewan ini juga menyukai durian, padahal harimau sumatera adalah termasuk hewan carnivora. Makanan alami utamanya adalah babi hutan, kijang, unggas, ikan dan orang hutan.

Badak Sumatera, Badak Berbulu


Selain di Ujung Kulon, Indonesia juga masih memiliki jenis badak lain yang bahkan lebih khas lagi karena badak ini ditumbuhi bulu di sekujur tubuhnya terutama saat masih bayi bulu yang tumbuh sangat lebat. Seiring usia badak, bulunya akan berkurang. Berkurangnya bulu badak ini juga sangat erat kaitannya dengan habitatnya. Jika mereka tinggal didaerah beriklim panas maka bulunya akan jauh berkurang tetapi jika mereka tinggal di daerah dingin maka bulunya akan tetap lebat. Selain satu-satunya badak berbulu di dunia, badak sumatera termasuk jenis badak terkecil dari seluruh spesies badak di dunia. 

Bentuk tubuhnya gemuk dan agak membulat, dengan berat tubuh mencapai sekitar 909 Kg. Badak Sumatera berukuran tinggi 120 hingga 145 Cm, dan panjang sekitar 250 Cm. 

Badak Sumatera memiliki dua cula. Panjang cula depan sekitar 15-25 Cm, sementara cula belakang lebih kecil dengan ukuran sekitar 10 Cm. Cula pada badak betina lebih kecil dan lebih pendek daripada badak jantan. 

Selain bercula dua, ciri khas Badak Sumatera adalah bulunya yang cukup panjang menyelimuti seluruh tubuh. Mulai dari samping luar kaki depan, perut, sampai di kedua kaki belakangnya. 
Bahkan, untuk Badak Sumatera yang hidup di alam liar, bulunya lebih lebat dibandingkan dengan yang hidup di penangkaran. Badak khas Sumatera ini adalah satu-satunya badak di dunia yang berbulu.

Badak Sumatera berbulu ini sebagian sudah ada diluar negeri sehingga tidak hanya di Pulau Sumatera dan dalam negeri saja, Badak Sumatera sudah bisa ditemui. Dibeberapa kebun binatang Internasional seperti Kebun Binatang Copenhagen, Hamburg, London, dan Kalkuta, Badak berbulu khas Sumatera ini juga bisa ditemukan. 

Pengiriman tujuh ekor badak khas Sumatera juga pernah dilakukan, dari Pulau Sumatera menuju Amerika Serikat. Sayangnya, pada tahun 1997 hanya tertinggal 3 ekor saja yang tersebar di Kebun Bintang Bronx (seekor betina), Kebun Binatang Los Angeles (seekor betina), dan Kebun Binatang Cincinati (seekor pejantan). Melihat kondisi tersebut akhirnya diputuskan bahwa ketiganya dikumpulkan di Kebun Binatang Cincinati.

Saat ini, Indonesia memiliki dua jenis badak Asia dari lima jenis badak yang masih tersisa di dunia, yaitu badak Jawa bercula satu (Rhinoceros sundaicus) dengan populasi tersisa sekitar 50 ekor di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), dan 200 ekor badak Sumatera di TNWK, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), TN Gunung Leuser, dan beberapa kawasan hutan alam di Sumatera, dan Sabah, Malaysia.

Kedua satwa tersebut merupakan jenis badak yang paling langka dan terancam punah karena berkurang habitat maupun akibat perburuan liar.

International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) pada tahun 2006, memasukkan keduanya sebagai hewan dengan kategori status konservasi kritis (critically endangered).

Demikian sekilas mengenai badak berbulu khas Sumatera yang termasuk hewan dilindungi keberadaannya karena populasinya yang makin lama makin menurun.

Kakatua Jambul Kuning (Cacatua sulphurea)



Kakatua Jambul Kuning termasuk jenis binatang yang dilindungi dan masuk satwa langka, meskipun keberadaannya tidak lebih langka dari hewan-hewan yang disebutkan di atas namun layak menjadi perhatian agar populasinya tidak sampai menurun terus.

Berukuran besar (33 cm), ribut, mencolok, berwarna putih. Jambul kuning, panjang-tegak, pipi kuning, iris coklat gelap, paruh hitam, kaki abu-abu gelap.
Penyebaran :
Endemik Sulawesi dan Nusa Tenggara. Kadang-kadang terlihat di Jawa dan Bali, kemungkinan burung yang lepas dari peliharaan.
Kebiasaan:
Hidup berpasangan atau berkelompok dalam jumlah kecil. Sangat mencolok pada saat terbang, dengan kepakan sayap yang cepat dan kuat diselingi gerakan meayang dan saling meneriaki. Bila sedang bersuara dari tempat bertengger, jambul ditegakkan lalu diturunkan.
 

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 22:35
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.