loading...

Daun Seledri Obat Herbal Untuk Membersihkan Ginjal Secara Alami

Posted by

Cara Cuci Ginjal Secara Alami dengan Daun Seledri
Salah satu organ tubuh yang sangat vital dan setiap hari bekerja keras menyaring racun dari tubuh kita adalah ginjal. Selama bertahun-tahun, ginjal kita dengan setia menyaring garam, racun dan zat yang berbahaya dalam darah yang masuk ke dalam tubuh . Seiring berjalannya waktu, semua zat tersebut akan terakumulasi dan tentunya diperlukan perawatan atau pembersihan pada organ ginjal kita.


Tanaman Seledri
Seledri (Apium graveolens L. Dulce) termasuk dalam famili Umbelliferae dan merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak digunakan untuk penyedap dan penghias hidangan. Biji seledri juga digunakan sebagai bumbu dan penyedap dan ekstrak minyak bijinya berkhasiat sebagai obat. Apiin (apigenin 7– apiosilglukosida) adalah glukosida penghasil aroma daun seledri dan umbi celeriac. Tanaman seledri dapat dibagi menjadi seledri tangkai, seledri umbi dan seledri daun.

Seledri (Apium graveolens L. Dulce)
 
Berikut ini cara mudah dan alami untuk mencuci ginjal Anda dengan menggunakan daun seledri sebagai bahan utamanya.
  1. Ambil 1 ikat daun seledri (parsley / malli / kothimbir / dhaniya) dan kemudian cuci hingga bersih.
  2. Potong kecil-kecil dan kemudian masukan ke dalam panci yang berisi air.
  3. Rebus selama 10 menit dan kemudian diamkan/dinginkan.
  4. Saringlah daun seledri, masukan ke dalam botol yang bersih dan masukan ke dalam lemari es 
  5. Minum 1 gelas tiap hari dan Anda akan merasakan khasiat dari air rebusan daun seledri ini
Garam dan racun yang sudah menumpuk akan keluar melalui air seni ketika buang air kecil. Anda juga akan merasakan perbedaan dalam tubuh yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Daun seledri dikenal sebagai bahan pembersih terbaik untuk organ ginjal dan ini merupakan sebuah cara perawatan atau pembersihan yang alami.

Di samping itu, daun seledri juga dapat dimanfaatkan untuk mencegah sejumlah penyakit seperti reumatik, mata kering (XEROFTALMIA), tekanan darah tinggi, batuk, alergi dan lain-lain. Caranya adalah sebagai berikut:

Reumatik 
Potong kecil-kecil 1 genggam daun dan batang seledri, kemudian rebus dalam 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Dinginkan dan saring air rebusan tersebut untuk kemudian diminum sekaligus

Mata Kering 
Mengonsumsi daun seledri sebagai lalapan bersama dengan nasi setiap hari merupakan acara alami untuk mengatasi keluhan mata kering. Cuci dulu daun seledri, daun bayam dan daun kelor masing-masing sebanyak 1/3 genggam hingga bersih. Kemudian giling semua daun tersebut sampai halus. Tambahkan garam dapur seujung sendok teh dan 3/4 cangkir air putih yang sudah dimasak. Remas campuran daun ini hingga rata kemudian peras dan saring. Minum air perasannya sekaligus dan dianjurkan untuk meminumnya secara rutin 3 kali sehari.

Tekanan Darah tinggi 
Cuci 100 gram daun seledri seutuhnya hingga bersih kemudian tumbuk hingga halus. Tambahkan 1 cangkir air, peras dan saring. Selanjutnya tim hingga mendidih dan setelah dingin bagilah porsinya untuk 2 kali minum di pagi dan siang hari. Atau bisa dnegan mencuci 16 batang seledri seutuhnya hingga bersih lalu potong-potong kasar. Masukkan ke dalam panic email, tambahkan 2 gelas air dan rebus hingga airnya tersisa 3/4 nya saja. Setelah dingin, air rebusannya diminum dan seledrinya bisa dimakan. Lakukan tiap 2 kali sehari dengan porsi masing-masing separuhnya.

Bronkitis 
Cuci 60 gram daun seledri segar, 10 gram kulit jeruk mandarin kering dan 25 gram gula aren hingga airnya tersisa setengahnya. Setelah dingin, lalu saring dan porsi air saringannya dibagi untuk 2 kali minum saat pagi dan sore hari masing-masing sebanyak 3/4 gelas.

Batuk 
Cuci 30 gram seledri segar seutuhnya, kemudian potong-potong. Selanjutnya rebus daun seledri dalam 3 gelas air bersih. Setelah dingin, lalu saring dan tambahkan madu sesuai selera. Gunakan ramuan minuman ini untuk 2 kali minum saat pagi dan sore hari.

Kolik 
Siapkan 60 gram seledri segar seutuhnya, 1 ruas jari jahe merah dan 1 potong gula aren. Cuci semua bahan tersebut dan kemudian potong-potong seperlunya. Rebus semua bahan dalam 2 gelas air bersih hingga tersisa separuhnya. Setelah dingin, lalu saring dan air saringannya kemudian diminum sekaligus.

Penyubur Rambut 
Cuci 7 atau 10 tangkai daun seledri hingga bersih lalu tumbuk sampai halus. Setelah selesai dikeramas, gosokkan secara perlahan tumbukan daun seledri tersebut ke bagian kulit kepala dan rambut sampai merata sembari dipijat halus. Setelah selesai, bungkus rambut Anda dengan menggunakan handuk dan diamkan sekitar 60 menit / 1 jam. Selanjutnya, bilaslah rambut hingga bersih dan lakukan selama 1 minggu sekali untuk menyuburkan rambut secara alami.
Referensi:http://sentramedis.blogspot.com 

Cara Budidaya Seledri

Seledri merupakan tanaman yang sangat tergantung pada lingkungan. Untuk dapat memperoleh kualitas dan hasil yang tinggi, seledri membutuhkan temperatur berkisar antara 16–210C. Tanah yang baik untuk pertumbuhan seledri adalah yang mampu menahan air, Balai Penelitian Tanaman Sayuran 115 berdrainase baik dan pH tanah berkisar antara 5,8–6,7. Karena memiliki sistem perakaran dangkal, seledri menghendaki air yang selalu tersedia. Irigasi tetes merupakan cara penggunaan air yang efisien dan hemat, serta dapat meningkatkan efisiensi penggunaan nitrogen.

BUDIDAYA TANAMAN SELEDRI

Persemaian
Benih seledri disemai dulu di persemaian. Perkecambahan seledri berlangsung sangat lambat dan memerlukan waktu antara 7–12 hari. Benih seledri ditanam dangkal untuk mempercepat pertumbuhan kecambah. Setelah tanaman berumur 2 bulan, tanaman seledri bisa dipindahkan ke lapangan. Keuntungan persemaian adalah kondisi tanaman lebih sempurna, jarak tanam yang seragam, dapat mengurangi masukan input produksi seperti pemupukan, irigasi, dan pengendalian OPT serta gulma.

Pengolahan Lahan
Tanah dicangkul sampai gembur kemudian dibuat lubang-lubang tanam dengan jarak tanam 50-70 cm (antar barisan) x 12-20 cm (dalam barisan). Jumlah seledri di lapangan umumnya berkisar antara 50 ribu-100 ribu tanaman per hektar. Bila pH tanah kurang dari 5,5 dilakukan pengapuran menggunakan Kaptan/Dolomit dengan dosis 1,5 ton/ha, dan diaplikasikan 3-4 minggu sebelum tanam.

Pemupukan
Seledri membutuhkan zat hara dalam jumlah banyak, khususnya nitrogen, yang diperlukan untuk produksi biomassa yang besar. Karena itu untuk produksi seledri diperlukan tanah yang sangat subur. Untuk budidaya seledri diperlukan pupuk kandang sebanyak 20–30 ton/ha ditambah dengan N 300 kg, P 75 kg dan K 250 kg per hektar.

Pemeliharaan
Gulma harus segera ditangani pada seledri yang ditanam dengan cara benih langsung karena pertumbuhan kecambahnya sangat lambat, sehingga kadang pertumbuhan awalnya tidak mampu bersaing dengan gulma.

Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)
OPT yang menyerang tanaman seledri antara lain lalat pengorok daun, bercak daun bakteri, busuk lunak bakteri, penyakit fusarium, penyakit hawar serkospora, rebah kecambah, busuk akar, dan berbagai macam virus. Pengendalian OPT dilakukan tergantung pada OPT yang menyerang. Apabila diperlukan pestisida, gunakan pestisida yang aman sesuai kebutuhan dengan dosis yang sesuai petunjuk.

Panen dan Pascapanen
Tanaman seledri yang di tanam secara langsung tanpa melalui pesemaian dapat dipanen pada umur 160–180 hari, sedangkan seledri yang ditanam dari persemaian biasanya di panen pada umur 90–125 hari. Tanaman seledri biasanya dipanen ketika sebagian besar tanaman dianggap telah mencapai fase layak jual, tetapi ukuran yang agak beragam tidak dapat dihindari. Penundaan panen dapat menyebabkan sebagian tanaman menjadi bergabus, sedangkan panen yang terlalu dini berakibat sedikitnya tangkai daun yang berukuran besar. Panen dilakukan dengan cara dicabut. Seledri daun memiliki musim tanam yang lebih pendek, dan panen dapat dilakukan berulang kali jika daun dipotong cukup tinggi di atas permukaan tanah untuk memungkinkan pertumbuhan kembali daun baru. Produksi seledri dapat mencapai 40–70 ton/ha.
Sumber: Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Pusat Balai Penelitian dan Pengembangan Holtikultura,              Badan Penelitian dan Penggembangan Pertanian 2007

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 19:37
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.