loading...

Contoh Ransum Ayam Buras dan Cara Seleksi Indukan dan Pejantan Ayam Buras

Posted by

Ayam Buras atau ayam kampung adalah ayam asli Indonesia yang sudah sangat beradaptasi dengan iklim dan kondisi lingkungan di negara kita. Sebagai ternak yang bisa dikatakan sudah memasyarakat, seyogyanya kita mencoba untuk mengembangkan ayam buras ini agar menjadi salah satu produk unggulan peternakan. Telah lama diketahui bahwa ayam kampung memiliki daya tahan terhadap berbagai penyakit yang biasa menyerang ayam broiler. Ayam kampung juga relatif aman dari penggunaan obat-obatan semacam antibiotik dan vaksin sehingga secara umum akan lebih aman dikonsumsi. Daging ayam buras juga memiliki kadar lemak yang lebih rendah daripada ayam broiler. Faktor-faktor inilah yang bisa ditonjolkan sebagai kelebihan ayam kampung dibandingkan jenis ayam lainnya (ayam ras).

Untuk lebih mengembangkan budidaya ayam buras tentunya kita membutuhkan semacam juklak atau panduan yang baku sebagai petunjuk teknis dalam rangka budidaya ayam buras. Petunjuk teknis tersebut harus mencakup semua aspek pemeliharaan seperti pemilihan induk dan pejantan, sistem penetasan dan metode pemberian pakan. Berikut beberapa acuan dalam pembudidayaan ayam buras yang diolah dari sumber terpercaya.

Cara Seleksi Induk dan Pejantan Ayam Buras (Gallus domesticus)

Ayam Buras / Kampung (Gallus domesticus)
Calon induk betina ayam buras :
  • - sehat dan tidak cacat
  • - lincah dan gesit
  • - mata bening dan bulat
  • - rongga perut elastis
  • - tidak mempunyai sifat kanibal
  • - bebas dari penyakit
  • - umur 5 - 12 bulan.

Calon pejantan ayam buras :
  • - sehat dan tidak cacat
  • - penampilan tegap
  • - bulu halus dan mengkilap
  • - tidak mempunyai sifat kanibal
  • - umur 8 - 24 bulan. 
Jumlah induk dan pejantan disesuaikan dengan kondisi dan umurnya antara 8 - 10 : 1


Pakan Ayam Buras

Penyusunan ransum anak ayam
Susunan ransum anak ayam untuk 100 kg adalah sebagai berikut :
a. jagung giling 43 kg, dedak halus 35 kg, bungkil kedelai 10 kg,
b. tepung ikan 8,5 kg, kalsium karbonat 3,5 kg, garam 0,1 kg dan
c. premix A 0,4 kg.
d. Kandungan zat-zat nutrisi tersebut diatas adalah protein kasar 19,4% dan energi metabolis 2537 kkal/kg.

Susunan ransum ayam buras periode produksi

Ransum campuran yang terdiri dari 3 bagian pakan komersil, 6 bagian dedak halus dan 4 bagian jagung giling ditambah grit dan vitamin B-12 (sistem intensif) 

Susunan ransum ayam dara umur 12-20 minggu
Ada 4 jenis ransum ayam buras. Salah satunya adalah jagung giling 41 kg, dedak halus 53 kg, tepung ikan 2 kg, bungkil kedelai 0,9 kg, tepung tulang 0,8 kg, kalsium karbonat 1,75 kg, premix A 0,25 kg, garam 0,2 kg dan lisin 0,1 kg. Kandungan zat nutrisi ransum ayam dara adalah sebagai berikut : protein kasar 10-14%, energi metabolis 2700 kkal/kg ransum. 

Susunan ransum ayam betina dewasa
Susunan ransum ayam betina dewasa untuk 100 kg adalah sebagai berikut :
a. jagung giling 28,2 kg, dedak halus 58,5 kg, tepung ikan 6,3 kg, kalsium
b.
karbonat 6,5 kg, garam 0,2 kg dan premix A 0,3 kg. Kandungan zat nutrisi tersebut diatas adalah protein kasar 15% dan energi metabolis 2312 kkal/kg.


Cara pencampuran sebaiknya dilakukan secara bertahap. Pencampuran dilakukan untuk kebutuhan satu minggu untuk menghindari makanan berjamur.

Cara pemberian untuk ayam muda - dewasa dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore) berkisar 70-100 gram/ekor/hari.

Untuk anak ayam umur 1 hari-12 minggu ransum dan air harus tersedia setiap saat dan tidak terbatas jumlahnya. Hindari pemberian ransum yang berlebihan agar ransum tidak terbuang dan berjamur. 

Metode Penetasan Telur Ayam Buras Secara Alami

Sangkar penetasan dibuat dari bambu berbentuk kerucut dengan suhu penetasan dalam sangkar pengeraman cukup baik. 

Cara pembuatan
 
a. Potong bambu berdiameter 25 - 50 cm sepanjang 125 cm, 1/3 bagian harus berada di atas ruas sedangkan yang 2/3 bagiannya sebagai tiang penyangga.
b. Satu pertiga dari bambu bagian atas dibelah-belah kecil ( 1-1,5 cm), dihaluskan, kemudian dianyam dengan belahan bambu tipis, dimulai dari bagian ujung bawah belahan bambu, sehingga berbentuk kerucut.
c. Bagian ujung paling atas diikat dengan kawat tali, agar ayaman tidak lepas.
d. Sangkar diletakkan di tempat yang aman dan jauh dari keramaian dan terhindar dari gangguan hewan liar.
e. Bagian bawah sangkar dialasi dengan rumput kering, yang merupakan alas/tempat diletakkannya telur dan sekaligus sebagai tempat penetasan.

Sangkar penetasan kerucut ini menghasilkan :
  • daya tetas telur 77,37 %, 
  • kematian embrio 16,64 %, 
  • suhu maksimum 102,30 C 
  • suhu minimum 83,50 C. 

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 02:03
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.