loading...

Cagar Alam Imogiri, Suaka Alam di DIY

Posted by

Cagar Alam Imogiri - DIY
KONDISI KAWASAN
Cagar Alam Imogiri terletak dalam petak Pasarehan/BDH Kodya (Komplek Pasarehan Raja-Raja Imogiri) yang dulunya merupakan wilayah pangkuan hutan produksi dari Dinas Kehutanan Provinsi D.I.Yogyakarta. Luas kawasan Cagar Alam Imogiri pada wakatu dilakukan kegiatan rekonstruksi batas kawasan adalah 11,4 ha. Topografi kawasan berupa perbukitan dengan kelerengan sedang.
  Beberapa hal yang menjadikan kawasan CA Imogiri memiliki nilai penting adalah kawasan ini merupakan daerah wisata sekaligus tempat yang memiliki nilai budaya (cagar budaya) yang “dikeramatkan” oleh penduduk sekitar khususnya dan masyarakat Yogyakarta pada umumnya. Kawasan ini merupakan kawasan pelindung dan penyangga bagi kehidupan masyarakat sekitar dan merupakan “pagar hidup” dari keberadaan kompleks makam Raja-Raja Mataram Islam yang meliputi makam raja-raj dan kerabat keluarga dari Keraton Kasultanan Yogyakarta/ Kasunanan Solo, Makam Seniman dan makam penduduk sekitar.

SK. PENUNJUKAN/PENETAPAN
Cagar Alam Imogiri merupakan salah satu Kawasan Suaka Alam di Provinsi D.I Yogyakarta yang ditunjuk berdasarkan SK Menhutbun nomor 171/KPTS-II/2000. Kawasan CA ini memiliki luasa 11,4 ha yang terbagi dalam satu petak kerja yaitu petak Pasarehan, termasuk dalam RPH Mangunan, BDH Kodya, Dinas  Kehutanan Provinsi DIY. Secara administratif lokasi kawasan CA Imogiri terletak di dua desa yaitu Desa Wukirsari dan Desa Girirejo yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul.

POTENSI SPESIFIK KAWASAN
Kondisi Margasatwa di CA Imogiri

Jenis satwa di kawasan Cagar Alam Imogiri diantaranya adalah dari famili aves (burung), mamalia, reptil, dan insekta.  Kelimpahan masing-masing famili terkategori jaranag sampai sedang, populasi terbanyak adalah dari famili aves dan insekta.  Adapun jenis dari beberapa satwa yang ada di kawasan CA Imogiri dapat dilihat pada tabel berikut.   Tabel 1 Jenis Satwa di Kawasan Cagar Alam Imogiri  

No.                                     
Famili 

Nama Lokal 
Nama Ilmiah 
1     
Aves 
1.
Sesap Madu
Anthereptes malacensis
2.
Prenjak 
Alcnedo atthis 
3.
Sriti 
Hirundo rustica guturalis 
4.
Perkutut 
Gopelia srinata 
5.
Kutilang 
Pycnonotus aurigaster 
6.
Elang Bido 
Spilornis cheela 
7.
Ayam Hutan 
Gallus sp 
8.
Kepodang 
Oriolus cinensis 
9.
Raja Udang 
Phyloscocum moratus 
10.
Puyuh 
Turnix suscifator 
11.
Trotokan 
Pygnonatus guaivier 
12.
Emprit 
Lonchura maja 
13.
Burung Hantu 
Bubu sp 
14.
Derkuku 
Streptopilia chinensis 





2. 
Mamalia 
1.
Kucing Hutan 
Streptopilia chinensis 
2.
Garangan 
Herpetes javanicus 
3.
Musang 
Paradoxurus sp 
4.
Tupai 
Tupaia javanica 
5.
Tikus Sawah 
Ratus sp 





3. 
Reptilia 
1.
Ular Dahan 
Dryphis prasinus 
2.
Ular Koros 
Pytas coros 
3.
Ular Sowo 
Phyton sp 





4.     
Serangga 
1.
Belalang Kayu 
2.
Kupu-kupu 
3.
Rayap 
4.
Semut 
Kondisi Penutupan Vegetasi
Kondisi penutupan vegetasi di kawasan CA Imogiri bisa dikategorikan dalam kondisi cukup rapat.  Dengan kondisi vegetasi/tegakan yang cukup rapat ini maka dari aspek konservasi dan ekologi sudah bisa dikatakan cukup baik dan mendukung dalam upaya pelestarian sumberdaya hayati.  Kondisi penutupan vegetasi dapat dilihat pada Tabel berikut.
Tabel 2. Kondisi Penutupan Vegetasi di Kawasan CA Imogiri
 
No     
Jenis Tanaman 
Luas Tanaman (Ha) 
Tahun Tanam 
Kerapatan 
Jumlah PH / Ha 
Pertumbuhan 
1.
Kayu Putih 
8.4 
1945 
Rapat 
500 
Jelek 
2.
Pinus 
1989 / 1992 
Sedang 
300 
Sedang 
3. 
Jati 
1980 
Jarang 
150 
Sedang 
4. 
Sono 
1,5 
Alami 
Sedang 
250 
Sedang 
5. 
Akasia 
0.5 
1992 
Jarang 
200 
Sedang 
6. 
Tanaman GNRHL 
2004 
Sedang 



PENGELOLAAN DAN KEBIJAKSANAAN

    Sebelum kawasan Cagar Alam Imogiri ditetapkan oleh Menteri Kehutanan kawasan ini adalah merupakan kawasan hutan produksi yang berisi tegakan Kayu Putih (Melaleuca leucadendron) yang dikelola dengan konsep kelas perusahaan tebang pangkas. Tegakan tersebut merupakan hasil tanaman tahun 1945 yang dilakukan oleh Dinas Kehutanan Provinsi D.I Yogyakarta . Selain jenis kayu putih terdapat tanaman pengakayaan yang berupa pinus (Pinus Merkusii) yang ditanam tahun 1989/1992 dan beberapa jenis tanaman campuran lainnya yang tumbuh secara alami dan ditanam untuk pengkayaan/penyulaman yaitu jati, sono keling dan akasia auri ( Acacia auriculiformis). Kerapatan tegakannya cukup rapat khususnya untuk jenis tanaman kayu putih, namun produktifitasnya sudah rendah karena berumur tua (60 tahun).
    Pada tahun 2004 seiring dengan program Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL), wilayah petak Pasarehan juga ditanami beberapa jenis tanaman GNRHL yang berupa Jati dan MPTS seluas 5 ha. Tanaman  ini ditujukan untuk penyulaman/enrichment planting dari tanaman yang sudah ada.
    Jadi pada initinya fokus pemanfaatan dari kawasan konservasi Khususnya kawasan CA Imogiri adalah untuk melestarikan sumber daya alam khususnya sumber daya biotik yang berpengaruh terhadap keberlangsungan aktivitas kehidupan masyarakat sekelilingnya.

PERMASALAHAN

    Permasalahan yang dihadapi kaitannya dengan keberadaan kawasan CA Imogiri adalah bahwa kawasan tersebut berbatasan dengan lingkungan keramaian/aktivitas umum (tempat rekreasi dan ziarah), sehingga untuk kawasan yang berada di pinggir hampir bisa dipastikan akan dirambah oleh masyarakat/pengunjung. Para pengunjung biasanya masuk kawasan untuk kegiatan out bond atau sekedar untuk jalan-jalan di hutan. Dengan banyaknya pengunjung yang sudah masuk ke kawasan bisa dipastikan akan terjadi gangguan terhadap ekosistem dan kondisi fisik kawasan minimal adalah pemadatan tanah dan pengrusakan terhadap pohon-pohon yang masih kecil.

    Kendala lain adalah adanya pemanfaatan lahan di kawasan CA Imogiri untuk mendirikan bangunan semi permanen sebagai tempat tinggal salah satu keluarga pensiunan pegawai Dinas Kehutanan Provinsi DIY seluas 0,04 ha dan untuk pemakaman umum sekitar 0,025 ha. Pemanfaatan tersebut sudah terjadi sejak kawasan hutan masih berfungsi sebagai kawasan hutan produksi. Selain itu juga tejadi beberapa aktivitas penggembalaan ternak, perencekan dan pengambilan hijauan ternak khususnya di daerah yang berbatasan dengan pemukiman. Beberapa aktivitas perburuan khususnya perburuan burung juga sering terjadi di kawasan ini.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 19:54
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.