loading...

Badak Bercula Satu, Badak Jawa, Satwa Langka Khas di Ujung Kulon

Posted by

Jika di hutan Sumatera ada badak khas Sumatera yang memliki ciri khas tubuhnya berbulu, maka di Jawa ada juga jenis satwa langka yang berupa badak yaitu Badak bercula satu atau badak Jawa. Binatang ini masuk dalam kategori satwa paling langka karena jumlahnya yang mungkin tinggal 50 an ekor saja di Taman Nasional Ujung Kulon. Termasuk satwa yang terancam punah. Jumlah badak bercula satu yang terdapat di kawasan taman nasional Ujung Kulon berkurang dengan cepat dan dikuatirkan menjadi punah. Faktor utama yang menyebabkan berkurangnya populasi hewan tersebut adalah:
  • Jumlah makanan berkurang
  • Adanya perubahan habitat
  • Meningkatnya perburuan liar
  • Banyak predator alami
Badak Jawa) memiliki nama latin Rhinoceros sondaicus. Badak bercula satu ini masuk dalam daftar hewan dilindungi di indonesia karena keberadaannya yang hampir punah. Hanya tersisa sangat sedikit di Ujung Kulon yang merupakan tempat perlindungan mereka saat ini. Pemerintah sudah berusaha untuk melindungi hewan liar ini, akan tetapi nampaknya perburuan dari orang yang tidak bertanggung jawab terus berlanjut sehingga populasinya terus mengkhawatirkan.

Badak Bercula Satu
Jumlah Badak Jawa makin sedikit, diperkirakan hanya sekitar 50 ekor yang hidup. Habitat asli badak bercula satu di Taman Nasional Ujung Kulon kini terancam kekeringan dan aktivitas gunung berapi aktif sehingga bencana alam dikhawatirkan dapat merusak ekosistem yang ada di Ujung Kulon.Faktor utama berkurangnya populasi badak Jawa adalah perburuan untuk culanya, masalah yang juga menyerang semua spesies badak. Cula badak menjadi komoditas perdagangan di Tiongkok selama 2.000 tahun yang digunakan sebagai obat untuk pengobatan tradisional Tiongkok.

Secara historis kulitnya digunakan untuk membuat baju baja tentara Tiongkok dan suku lokal di Vietnam percaya bahwa kulitnya dapat digunakan sebagai penangkal racun untuk bisa ular. Karena tempat hidup badak mencakupi banyak daerah kemiskinan, sulit untuk penduduk tidak membunuh binatang ini yang dapat dijual dengan harga tinggi. Ketika Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora pertama kali diberlakukan tahun 1975, badak Jawa dimasukan kedalam perlindungan Appendix 1: semua perdagangan internasional produk badak Jawa dianggap ilegal.Survey pasar gelap cula badak telah menentukan bahwa badak Asia memiliki harga sebesar $30.000 per kilogram, tiga kali harga cula badak Afrika.

Fenomena kerusakan habitat dan kompetisi ruang antara badak dengan banteng (Bos javanicus) menjadi ancaman utama bagi keberlangsungan hidup Badak Jawa di TN Ujung Kulon." Selain itu, adanya invasi tumbuhan dominan seperti Arenga spp juga menjadi ancaman bagi Badak Jawa. 

Hewan Langka Badak Bercula Satu ini adalah hewan herbivora dan makan bermacam-macam spesies tanaman, terutama tunas, ranting, daun-daunan muda dan buah yang jatuh. Kebanyakan tumbuhan disukai oleh spesies ini tumbuh di daerah yang terkena sinar matahari: pada pembukaan hutan, semak-semak dan tipe vegetasi lainnya tanpa pohon besar. Badak menjatuhkan pohon muda untuk mencapai makanannya dan mengambilnya dengan bibir atasnya yang dapat memegang. Badak Jawa adalah pemakan yang paling dapat beradaptasi dari semua spesies badak. Badak diperkirakan makan 50 kg makanan per hari. Seperti badak Sumatra, spesies badak ini memerlukan garam untuk makanannya. Tempat mencari mineral umum tidak ada di Ujung Kulon, tetapi badak Jawa terlihat minum air laut untuk nutrisi sama yang dibutuhkan.

Badak jawa adalah binatang tenang dengan pengecualian ketika mereka berkembang biak dan apabila seekor inang mengasuh anaknya. Kadang-kadang mereka akan berkerumun dalam kelompok kecil di tempat mencari mineral dan kubangan lumpur. Berkubang di lumpur adalah sifat umum semua badak untuk menjaga suhu tubuh dan membantu mencegah penyakit dan parasit. Badak jawa tidak menggali kubangan lumpurnya sendiri dan lebih suka menggunakan kubangan binatang lainnya atau lubang yang muncul secara alami, yang akan menggunakan culanya untuk memperbesar. Tempat mencari mineral juga sangat penting karena nutrisi untuk badak diterima dari garam. Wilayahi jantan lebih besar dibandingkan betina dengan besar wilayah jantan 12–20 km² dan wilayah betina yang diperkirakan 3–14 km². Wilayah jantan lebih besar daripada wilayah wanita. Tidak diketahui apakah terdapat pertempuran teritorial.

Jantan menandai wilayah mereka dengan tumpukan kotoran dan percikan urin. Goresan yang dibuat oleh kaki di tanah dan gulungan pohon muda juga digunakan untuk komunikasi. Anggota spesies badak lainnya memiliki kebiasaan khas membuang air besar pada tumpukan kotoran badak besar dan lalu menggoreskan kaki belakangnya pada kotoran. Badak Sumatra dan Jawa ketika buang air besar di tumpukan, tidak melakukan goresan. Adaptasi sifat ini diketahui secara ekologi; di hutan hujan Jawa dan Sumatera, metode ini mungkin tidak berguna untuk menyebar bau.
 

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 20:38
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.