loading...

Badak Berbulu, Fauna Khas Hutan Sumatera Yang Hampir Punah

Posted by

Di daerah Ujung Kulon, kita bisa menemui badak Jawa yang termasuk hewan langka yang dilindungi yang saat ini populasi tinggal sedikit. 

Selain di Ujung Kulon, Indonesia juga masih memiliki jenis badak lain yang bahkan lebih khas lagi karena badak ini ditumbuhi bulu di sekujur tubuhnya terutama saat masih bayi bulu yang tumbuh sangat lebat. Seiring usia badak, bulunya akan berkurang. Berkurangnya bulu badak ini juga sangat erat kaitannya dengan habitatnya. Jika mereka tinggal didaerah beriklim panas maka bulunya akan jauh berkurang tetapi jika mereka tinggal di daerah dingin maka bulunya akan tetap lebat. Selain satu-satunya badak berbulu di dunia, badak sumatera termasuk jenis badak terkecil dari seluruh spesies badak di dunia. 

Induk dan Anak Badak Sumatera
Bentuk tubuhnya gemuk dan agak membulat, dengan berat tubuh mencapai sekitar 909 Kg. Badak Sumatera berukuran tinggi 120 hingga 145 Cm, dan panjang sekitar 250 Cm. 

Badak Sumatera memiliki dua cula. Panjang cula depan sekitar 15-25 Cm, sementara cula belakang lebih kecil dengan ukuran sekitar 10 Cm. Cula pada badak betina lebih kecil dan lebih pendek daripada badak jantan. 

Selain bercula dua, ciri khas Badak Sumatera adalah bulunya yang cukup panjang menyelimuti seluruh tubuh. Mulai dari samping luar kaki depan, perut, sampai di kedua kaki belakangnya. 
Bahkan, untuk Badak Sumatera yang hidup di alam liar, bulunya lebih lebat dibandingkan dengan yang hidup di penangkaran. Badak khas Sumatera ini adalah satu-satunya badak di dunia yang berbulu.

Badak Sumatera berbulu ini sebagian sudah ada diluar negeri sehingga tidak hanya di Pulau Sumatera dan dalam negeri saja, Badak Sumatera sudah bisa ditemui. Dibeberapa kebun binatang Internasional seperti Kebun Binatang Copenhagen, Hamburg, London, dan Kalkuta, Badak berbulu khas Sumatera ini juga bisa ditemukan. 

Pengiriman tujuh ekor badak khas Sumatera juga pernah dilakukan, dari Pulau Sumatera menuju Amerika Serikat. Sayangnya, pada tahun 1997 hanya tertinggal 3 ekor saja yang tersebar di Kebun Bintang Bronx (seekor betina), Kebun Binatang Los Angeles (seekor betina), dan Kebun Binatang Cincinati (seekor pejantan). Melihat kondisi tersebut akhirnya diputuskan bahwa ketiganya dikumpulkan di Kebun Binatang Cincinati.

Saat ini, Indonesia memiliki dua jenis badak Asia dari lima jenis badak yang masih tersisa di dunia, yaitu badak Jawa bercula satu (Rhinoceros sundaicus) dengan populasi tersisa sekitar 50 ekor di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), dan 200 ekor badak Sumatera di TNWK, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), TN Gunung Leuser, dan beberapa kawasan hutan alam di Sumatera, dan Sabah, Malaysia.

Kedua satwa tersebut merupakan jenis badak yang paling langka dan terancam punah karena berkurang habitat maupun akibat perburuan liar.

International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) pada tahun 2006, memasukkan keduanya sebagai hewan dengan kategori status konservasi kritis (critically endangered).

Demikian sekilas mengenai badak berbulu khas Sumatera yang termasuk hewan dilindungi keberadaannya karena populasinya yang makin lama makin menurun.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 20:09
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.