Tips Cara Membuat Pupuk Cair dari Kencing atau Urine Sapi

Posted by

loading...

loading...
Satu lagi produk sampingan peternakan yang mulai dilirik para peternak untuk dikembangkan yaitu memanfaatkan urine atau kencing sapi menjadi pupuk cair yang memiliki nilai jual. Pemanfaatan urine atau kencing sapi ini merupakan salah satu nilai tambah yang harus semakin diperhatikan oleh para peternak sebagai salah satu tiang penyangga biaya produksi ternaknya.

Sebagai gambaran jika produk pupuk cair dari urine sapi ini berhasil dipasarkan secara kontinu dan makin meningkat seiring waktu maka pada gililarannya peternak akan bisa terbebas dari biaya produksi penggemukan sapinya.  Meskipun tidak mungkin bisa bebas 100%, tetapi dengan hasil penjualan pupuk cair urine sapi tersebut mereka bisa membeli pakan sapi, memperbaiki fasilitas kandang dan lain-lain.

Satu ekor sapi dengan bobot badan 400–500 kg dapat menghasilkan limbah padat dan cair sebesar 27,5-30 kg/ekor/hari. Limbah padat merupakan semua limbah yang berbentuk padatan atau dalam fase padat (kotoran ternak, ternak yang mati atau isi perut dari pemotongan ternak). Limbah cair adalah semua limbah yang berbentuk cairan atau berada dalam fase cair (air seni atau urine). Sebagai limbah organik yang mengandung lemak, protein dan karbohidrat, apabila tidak cepat ditangani secara benar, maka akan menjadi timbunan  kotoran disertai  dengan segala dampak negatif yang ditimbulkannya seperti pencemaran air, udara, dan sumber penyakit.

Anda berminat untuk membuat sendiri pupuk cair dengan urine sapi ini? Berikut cara membuat pupuk cair seperti yang dimuat pada blog Dinas Pertanian Sulawesi Selatan sulsel.litbang.pertanian.go.id:

Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Urine Sapi
Bahan dan alat :
  1. 1 bak penampungan uk. 1 m3
  2. 1 pompa air
  3. 1 talang air panjang 4 m
  4. Sambungan talang air
  5. 1,4 liter Bakteri Rumio Bacillus
  6. 1,4 liter Bakteri Azoto Bacter
  7. 1100 liter urine sapi
  8. Selang air
  9. lem paralon
Cara Pembuatan :
  1. 1,4 liter bacteri Rumio Bacillus dan 1,4 liter bakteri Azoto Bacter dimasukkan dalam 1100 liter air urine ke bak fermentasi,
  2. Kemudian diaduk sampai rata, selanjutnya ditutuprapat selama 1 minggu.
  3. Setelah 1 minggu dipompa dengan menggunakan pompa air dan dilewatkan melalui talang air, dibuat seperti tangga selama 6 jam, tujuannya untuk penepisan atau menguapkan kandungan gas amonia, agar tidak berbahaya bagi tanaman yang akan di beri bio urine (Exotics Farm Indonesia 2010)
  4. Kemas dalam jirigen ukuran 5 liter
  5. Kemudian pupuk cair ini siap digunakan.
Cara Penggunaan :
  1. Untuk perendaman biji : 1 liter pupuk urine + 10 liter air direndam selama 10 menit.
  2. Untuk pupuk cair yang diaplikasikan lewat daun : 1 liter pupuk urine per tangki semprot.
(Penulis: Ir. Amirullah)
 
Penambahan Bakteri / EM-4 mempunyai beberapa manfaat diantaranya:
1. memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologis tanah
2. meningkatkan ketersediaan nutrisi dan senyawa organik pada tanah
3. mempercepat pengomposan sampah organik atau kotoran hewan
4. membersihkan air limbah dan meningkatkan kualitas air pada perikanan
5. menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman dan meningkatkan produksi tanaman serta menjaga kestabilan produksi (Utomo 2007).

Tambahan Info: Kandungan Kimiawi  Kotoran dari Beberapa Jenis Ternak


Nama Ternak & bentuk kotorannya N (%) F (%) K (%) Air (%)
Kuda - padat 0.55 0.30 0.40 75
Kuda - cair 1.40 0.02 1.60 90
Kerbau - Padat 0.60 0.30 0.34 85
Kerbau - Cair 1.00 0.15 1.50 92
Sapi -padat 0.40 0.20 0.10 85
Sapi - cair 1.00 0.50 1.50 92
Kambing - padat 0.60 0.30 0.17 60
Kambing - cair 1.50 0.13 1.80 85
Domba - padat 0.75 0.50 0.45 60
Domba - cair 1.35 0.05 2.10 85

loading...
loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 20:00
loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.