Ternyata Sukun adalah Buah Istimewa Karena Bernutrisi Sangat Lengkap

Posted by

loading...

loading...
Keripik Sukun, makanan enak yang berasal dari buah sukun yang diiris tipis dan digoreng kering. Sukun juga nikmat meskipun hanya dipotong-potong agak tebal dan kemudian dikukus, dimakan dengan parutan kelapa. Itulah dua contoh produk makanan yang berasal dari buah Sukun. Buah Sukun atau Breadfruit merupakan salah satu bahan makanan yang sering dijadikan sebagai makanan pengganti beras. Buah sukun memiliki tekstur daging buah yang mirip dengan roti, sehingga tidak mengherankan jika masyarakat di luar negeri sering menjadikannya sebagai pengganti roti.

Sukun mempunyai nama ilmiah Artocarpus altilis dan masih merupakan keluarga Moraceae. Nama “sukun” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti “tanpa biji”, tentu saja nama ini merujuk pada buahnya yang memang tidak mempunyai biji. Di daerah Sunda, sukun dikenal dengan sebutan timbul atau kulur, sementara di Aceh dikenal dengan sebutan kulu. Di beberapa tempat, sukun bahkan disebut dengan istilah “tanaman kehidupan”. Mari kita lihat apakah persepsi tersebut benar adanya.

Buah sukun merupakan tanaman yang menjadi sumber karbohidrat di daerah tropis, terutama di Kepulauan Pasifik dan Asia Tenggara. Sukun sendiri diperkirakan berasal dari kepulauan Nusantara dan juga Papua. Baru setelah suku-suku di daerah ini
bermigrasi, sukun menyebar ke negara-negara sekitar Asia, dan setelah kolonisasi bangsa Eropa, barulah sukun sampai ke dunia barat.

Tanaman sukun dapat hidup di iklim tropis dan dataran rendah. Daerah yang mempunyai suhu sekitar 20o C hingga 40o C dengan curah hujan tinggi serta lembap merupakan lokasi yang sangat ideal bagi tanaman sukun untuk bisa tumbuh. Tidaklah heran jika sukun tumbuh di seluruh Indonesia. Pohon sukun yang sudah dewasa bisa tumbuh hingga mencapai tinggi 30 m, meski tidak banyak sukun yang mencapai tinggi sekian. Daun sukun bentuknya besar-besar dan liat, hampir seperti kulit. Warna di sisi atas daunnya hijau tua mengkilap sementara di sisi bawahnya kusam dan kasar. Bila diraba, bagian bawah daun sukun mempunyai bulu-bulu yang halus.

Buah sukun memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi tetapi rendah kalori. Buah sukun biasa dikonsumsi setelah terlebih dahulu diolah, baik dengan cara direbus, digoreng, atau dijadikan keripik. Buah ini sangat digemari oleh berbagai kalangan karena tekstur daging buahnya yang khas dan citarasanya yang cukup enak.

Dibanding bahan makanan lain, seperti ubi, ketela pohon, maupun kentang, buah sukun memiliki kandungan karbohidrat dan protein yang lebih tinggi.

Bahkan kandungan karbohidrat pada buah sukun setara dengan kangungan karbohidrat yang terdapat pada beras. Kandungan kalori yang rendah menjadikan buah sukun sebagai makanan yang cocok untuk menu diet sehat. Memang, buah ini memiliki banyak keistimewaan, Sukun memiliki kandungan nutrisi yang cukup lengkap, baik vitamin maupun mineral. Disamping itu, buah sukun juga mengandung beberapa zat fitokimia penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, terutama kandungan asam amino esensial, seperti methionin, isoleusin, lysine, vialin, histidine, serta tryptophan.

"Buah tinggi protein dapat digunakan untuk membuat makanan seperti pancake, keripik dan berbagai makanan olahan lainnya," kata peneliti dari Hawaii’s National Tropical Botanical Garden (NTBG), Diane Ragone, seperti dilansir laman Daily Mail.

Bersama dengan Nyree Zerega dari Northwestern University di Chicago, Diane menelusuri kembali asal muasal buah ini dengan menggunakan analisis DNA untuk sukun Eve.
Sebagian besar buah diperiksa termasuk sidik jari tanaman yang disebut kluwih yang tumbuh di New Guinea. Kluwih ini dianggap sebagai nenek moyang dari sukun.

Kandungan Nutrisi Daun Sukun
Sekarang ini, biasanya daun sukun dipakai untuk pakan ternak. Masih jarang orang yang menyadari kegunaan lain dari daun sukun. Padahal khasiat daun sukun sendiri sebenarnya sangatlah banyak. Daun sukun mengandung kalium, yang sangat berguna karena dapat menguraikan batu ginjal sehingga bisa larut dengan mudah dan keluar dari tubuh bersama dengan urine. Selain itu, senyawa-senyawa yang berguna di dalam daun sukun adalah:
  • Asam amino esensial
  • Kalium
  • Riboflavin (vitamin B2)
  • Hidrosianat
  • Asteilcolin
  • Tannin
  • Polifenol

Daun sukun bisa dimanfaatkan untuk mengatasi gangguan kesehatan yang ringan. Contoh penyakit ringan yang bisa disembuhkan oleh daun sukun adalah:
  1. Mengobati Panu, biasanya dipakai di Kepulauan Pasifik.
  2. Mengobati sariawan, biasanya dimanfaatkan di India dengan cara menghancurkan daun sukun kemudian ditempelkan di bagian mulut yang terkena sariawan.
  3. Mengatasi pegal, orang Betawi biasa menggunakan rendaman daun sukun untuk merendam kaki.
Hal di atas hanyalah sebagian kecil dari manfaat daun sukun. Penelitian terbaru telah menunjukkan bahwa daun sukun mempunyai khasiat yang sangat hebat karena ternyata bisa menyembuhkan penyakit kronis.

Sebagai obat jantung
Penyakit jantung mempunyai sebab yang bermacam-macam. Namun, yang paling sering terjadi adalah penyakit jantung terjadi karena tekanan darah di dalam tubuh. Daun sukun bisa mengobatinya dengan cara:
  1. Ambil daun sukun tua yang masih menempel di pohon,
  2. Cuci dengan air bersih,
  3. Jemur daun sampai kering sehingga air tersisa setengahnya,
  4. Rebus daun sukun di dalam panci dengan takaran 5 gelas air.
Rebusan tersebut kemudian disaring dan hasilnya dapat diminum secara rutin. Ini akan sangat menolong penderita jantung.

Sebagai anti kanker
Daun sukun mempunyai sifat yang disebut anti inflamasi atau umumnya disebut anti radang. Kandungan ini berguna untuk mencegah kanker sedini mungkin. Caranya adalah:
  1. Satu lembar daun sukun tua direbus,
  2. Cuci bersih di dalam panci yang sudah diisi 5 gelas air,
  3. Tunggu hingga mendidih,
  4. Tambahkan kembali air dengan takaran serupa, 5 gelas,
  5. Setelah mendidih, tambahkan kembali air sebanyak 5 gelas.
Setelah proses yang berulang-ulang tersebut, saring lah ramuan tersebut. Minum sampai habis.

Budidaya dan Pembibitan Pohon Sukun
Berikut cara yang banyak dipakai para pembenih untuk memperbanyak bibit Sukun yaitu cara Stek Batang.Cara ini timbul karena secara alami batang sukun mampu menumbuhkan tunas sebagai tanaman baru. Keuntungan pembenihan dengan cara ini adalah mampu menghasilkan benih jumlah yang besar, cepat dan seragam pertumbuhannya.

Berikut Cara Untuk mendapatkan stek batang :
  • Bibit Sukun
    Batang dipotong-potong sepanjang 15-20 cm.
  • Potongan stek batang sebaiknya diistirahatkan 1-2 hari sebelum disemai. Hal ini untuk menyembuhkan luka potongan secara alami.
  • Untuk merangsang pertumbuhan akar, stek yang telah diistirahatkan direndam dalam larutan hormon perangsang akar, seperti Dharmasri 5 EC atau dioleskan hormon Rootone F.
  • Penggunaan Rootone F dengan memasukkan 4 sendok makan dalam baskom plastik ditambah 4 sendok makan air setelah kental dioleskan pada bagian bawah stek batang.
  • Proses selanjutnya, steak batang yang sudah diberi hormon perangsang tumbuh disemaikan dalam bedengan pasir dengan Jarak semai dalam bedengan ini cukup rapat yakni 3-5 cm.
  • Bedengan sebaiknya disungkup dengan sungkup plastik untuk mengurangi penguapan.
  • Lakukan penyiraman secara teratur pagi dan sore hari untuk memenuhi kelembaban yang dibutuhkan.
  • Setelah 1 bulan, biasanya steak batang sudah menumbuhkan tunas. dan Bibit Sukun sudah bisa di tanam.

Penanaman dilahan yang gembur dengan terlebih dahulu diberi perlakuan pupuk kandang agar tanaman atau bibit sukun bisa tumbuh dengan subur.

Baca Juga:

loading...
loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 00:28
loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.