Mengenal Jenis Ginseng Jawa, Kandungan Nutrisi dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

loading...

Apa Itu Ginseng Jawa? Apakah Sama Dengan Jenis Ginseng Pada Umumnya?

Secara umum yang disebut dengan Ginseng (Panax) adalah spesies terna berkhasiat obat yang termasuk dalam suku Araliaceae. Ginseng tumbuh di wilayah belahan bumi utara terutama di Siberia, Manchuria, Korea, dan Amerika Serikat. Ginseng digunakan dalam pengobatan tradisional. Dari namanya ginseng Jawa tentunya ada di Indonesia untuk jenis ginseng yang satu ini.
Ginseng Jawa atau lebih gampang kita sebut saja ginseng, saat ini daunnya dan batang yang masih muda lebih banyak dimanfaatkan sebagai sayuran. Memang sudah lama diketahui kalau ginseng Jawa atau Som Jawa atau Kolesom ini memiliki banyak manfaat dan khasiat untuk kesehatan, mulai dari batangnya dan tentu saja akarnya atau umbinya yang lebih dikenal sebagai umbi ginseng untuk minuman kesehatan.

Beberapa  penelitian menunjukkan bahwa  Kolesom atau ginseng jawa dapat  menambah kebugaran tubuh, meningkatkan jumlah dan kelincahan sel jantan, menaikan kadar hormon testoteron dan menambah kualitas lapisannya.  Ginseng jawa juga mengandung senyawa turunan saponin, alkaloid, tannin, dan senyawa-senyawa lain yang secara fisiologis dapat melancarkan sirkulasi atau peredaran darah pada system saraf pusat atau sirkulasi darah tepi.

Menurut ilmu pengobatan China, sifat alamiah gingseng adalah, manis dan agak dingin, baik untuk organ organ penting.  Sifat alamiah dan kandungan kimiawi dari obat tradisional Tiongkok adalah Satu kesatuan. Sifat alamiah adalah hal yang pokok pengobatan tradisional Tiongkok berhubungan dengan sifat alami Yin (dingin, sejuk)  dan Yang (hangat, panas).  Setiap rasa kemudian diklasifikasikan berdasarkan alam dan fungsionalnya. Contohnya, rasa manis dapat melenyapkan darah kotor, meningkatkan sirkulasi darah, dan meningkatkan energi .  Nah kalau dari sisi pengobatan modern hanya dipandang dari satu sisi saja yaitu kandungan kimawinya saja.



Beberapa manfaat Ginseng Jawa Selain Buat Sayuran antara lain:

Menambah stamina
Akar som jawa sebanyak 50 g diiris tipis-tipis. Seduh dengan 3/4 cangkir air panas:Tambahkan sedikit brem, minum selagi hangat.

Memperbanyak ASI  dan mengatasi kurang nafsu makan
Daun som jawa segar secukupnya ditumis, lalu dimakan sebagai sayuran.

Bisul
Daun som jawa segar dicuci. Tambahkan gula merah secukupnya lalu digiling halus. Tempelkan pada bisul, lalu dibalut.

Penelitian terhadap khasiat ginseng memang telah dilakukan sejak tahun 1960, oleh
para ilmuwan Cina, Amerika Serikat, Jepang, juga Eropa. Percobaan dan evaluasi tumbuhan ini menunjukkan khasiatnya untuk mencegah dan mendukung proses penyembuhan penyakit.

Para ilmuwan menyatakan bahwa ginseng Siberia mempunyai fungsi adaptogenterbaik. Adaptogen adalah substansi untuk meningkatkan kemampuan tubuh untuk beradaptasi dengan stres. Ginseng siberia dinyatakan tidak bersifattoksik (racun), tak bersifat adiktif (membuat ketergantungan) dan tidak berefek samping.


“Karena tidak menimbulkan risiko terhadap organ tubuh, jadi dapatdigunakan dalam jangka panjang,” tutur Dr.Samuel. Ginseng juga berfungsi duaarah, artinya dapat meningkatkan energi tanpa memaksakan kemampuan tubuh,
sehingga Anda bisa bekerja lebih bertenaga tanpa merasa terlalu letih.


Menurut Dr. Rachmat, ahli pengobatan Cina dari “Klinik Shanghai”, KelapaGading, Jakarta, ekstrak ginseng korea pun sangat bermanfaat. Penelitian tentang terapi dengan ekstrak ginseng pada pasien diabetes, hipertensi,kanker, dan penyakit lain menunjukkan peningkatan kondisi kesehatan yangrelatif cepat dan tanpa efek samping.


Atasi Gangguan Ereksi
Keampuhan ginseng untuk mendongkrak kemampuan seksual tampaknya bukansekadar mitos. Ginseng merah (red ginseng) yang banyak terdapat di Koreabersifat aprodisiak dan efektif untuk mengatasi gangguan ereksi. Untukmengembalikan stamina diperlukan dosis ekstrak murni seberat 0,5 gram perhari. Untuk mengatasi kelesuan seksual, dibutuhkan dosis yang lebihtinggi, yaitu 2-3 gram per hari.

Kajian mengenai manfaat ginseng untuk gangguan ereksi dilakukan diUniversity of Ulsan dan Korea Ginseng and Tobacco Research Institute diSeoul, Korea Selatan, dan dilaporkan oleh “The Journal of Urology”.


Penelitian itu melibatkan 45 pria yang mengalami gangguan ereksi. Secara acak para pria tersebut diberi pil berisi 900 miligram ginseng dan plasebo(pil kosong atau palsu) sebanyak tiga kali sehari. Memasuki minggu kedelapan, penelitian dihentikan selama dua minggu. Lalu, selama delapan pekan berikutnya penelitian diteruskan dengan mengubah pola, yang semula memperoleh plasebo diganti ginseng, dan sebaliknya. Baik peneliti maupun partisipan tidak tahu mana pil plasebo dan mana yang berisi ginseng.


Hasilnya, nilai fungsi ereksi, hasrat, dan kepuasan seksual dalam bersenggama ternyata lebih tinggi pada saat pria minum ginseng ketimbang saat diberi plasebo. Para pria itu mengaku mampu memperoleh dan mempertahankan ereksi dengan lebih baik saat memperoleh ginseng.


Saat memperoleh ginseng, 60 persen pria mengaku kemampuan ereksinya membaik. Sebaliknya, pada kelompok yang diberi plasebo, hanya 20 persen yang mengaku mengalami perbaikan ereksi.





Kandungan kimia Ginseng Jawa

Kandungan kimia terutama saponin, flavonoid, tamin dan steroid (Kalium 41,44 %, Natrium 10,03 %, Kalsium 2,21 %, Magnesium 5,50 % dan Besi 0,32 %). Mungkin diantara kandungan kimia akar talinum paniculatum Gaertn mempunyai peranan seperti androgen/testosteron didalam tubuh sehingga mempengaruhi jumlah dan motilitas spermatozoa. Oleh karena itu dilakukan penelitian pengaruh infus akar Talinum paniculatum Gaertn terhadap jumlah dan motilitas spermatozoa.



Tanaman Som Jawa dapat tumbuh pada dataran rendah sampai ketinggian tempat 1.250 m diatas permukaan laut. Dengan curah hujan 2.000 – 4.000 mm/tahun. Jenis tanah yang dikhendaki adalah tanah liat berpasir, tanah berpasir dan cukup gembur/subur banyak mengandung humus atau kandungan bahan organik tinggi. Dapat tumbuh baik dengan intensitas cahaya tidak kurang 75 %.

Tumbuhan Som  atau Ginseng Jawa dapat diperbanyak secara vegetatif dan generatif (benih), namun lebih mudah menggunakan setek batang atau cabang yang berukuran panjang sekitar  12 - 15 cm.

Bibit dari setek batang (bagian pucuk, tengah atau bawah) dapat ditanam langsung di kebun dengan tingkat keberhasilan lebih tinggi. Secara generatif, dengan menggunakan benih yang berkualitas baik hasil persilangan dan atau penyerbukan sendiri. Benih disemaikan terlebih dahulu dipesemaian, setelah seminggu umumnya lebih mudah tumbuh, kemudian dapat dipindah ke pertanaman setelah 1 – 1,5 bulan. Persentase daya tumbuh benih umumnya rendah.

Disamping perbanyakan Som Jawa dengan biji maupun vegetatif dan juga dilakukan secara kultur jaringan. Keberhasilan perbanyakan menggunakan setek sangat ditentukan oleh kualitas bahan tanaman yang digunakan dan juga faktor lingkungan, dalam hal ini antara lain adalah (1) kelembaban, suhu, ketersediaan air dan jenis media (2) Bahan tanaman yang baik ditentukan oleh ketersediaan bahan setek tersebut (3). Untuk pertumbuhan akar faktor dalam yang berpengaruh adalah ”rooting cofactor”, enzim dan kandungan karbohidrat. Dengan jenis media dan perbedaan panjang setek bertujuan untuk mendapatkan bibit Som Jawa yang bermutu sehingga meningkatkan produksi dan mutu hasilnya.

Untuk bisa menghasilkan umbi maka ginseng Jawa harus ditanam melalui bijinya, jika melalui stek hanya akan menghasilkan akar kecil-kecil tanpa ada umbi yang besar. Memang jauh lebih mudah memperbanyak tanaman ini dengan stek karena hasilnya juga lebih cepat bisa dipanen.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 16:21
loading...
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.