Contoh Ransum Sederhana Untuk Sapi Potong

Posted by

Loading...
Formula Pakan Sapi Potong Sederhana, Fermentasi dan Pakan Kering Serta Cara Menghitung Kebutuhan Nutrisi Dalam Ransum Sapi Potong. 

Menyusun formula pakan merupakan kegiatan kreatif peternak yang memang harus ada ilmunya agar kebutuhan nutrisi sapi terpenuhi. Kadang juga didapatkan dari hasil trial and error alias coba-coba. Jika hasil akhirnya sapinya gemuk dan bagus dengan penambahan berat badan yang sesuai maka bisa seterusnya dipakai meskipun kadang tidak pernah diteliti kandungan gizinya, hehehe,... yang penting sapinya gemuk.

Sapi Super Jenis Limousin Perlu Pakan Yang Berkualitas Untuk Cepat Gemuk, besar dan menguntungkan.
Formulasi pakan ideal sebenarnya mudah dibuat, yang rumit adalah menentukan formulasi pakan yang ideal tetapi harganya terjangkau sehingga saat sapinya dijual bisa mendapatkan untung yang memadai. Apa gunanya memberi pakan sapi dengan ransum yang sangat bagus yang tentunya menghasilkan fisik sapi yang super tetapi saat sapi dijual tidak ada untungnya karena habis buat biaya pakan. 

Berikut contoh formulasi pakan sederhana yang bisa diterapkan untuk peternak pemula (untuk yang sudah expert jika ingin menyumbang saran silahkan dimasukkan ke kolom komentar agar artikel ini bisa lebih lengkap lagi, terima kasih). Contoh formulasi ini sengaja tidak menampilkan harga ransum per kg nya karena harga bahan baku ransum bisa sangat berbeda-beda di tiap daerah, silahkan anda bisa hitung sendiri.

Beberapa bahan baku pakan ternak yang umum dipakai untuk penggemukan sapi potong antara lain bungkil yang bisa berasal dari bungkil sawit maupun bungkil kopera dan lainnya. Bahan baku pakan lainnya adalah onggok kering yang merupakan hasil samping dari pemrosesan tepung ketela pohon. Sering juga dimanfaatkan dedak bekatul baik yang halus mapun yang kasar. Dedak bekatul adalah limbah dari penggilingan padi.

Sedangkan untuk hijauan atau sumber serat kasarnya adalah dari berbagai jenis rumput seperti rumput, raja, rumput gajah dan rumput odot. Dalam ransum ternak sapi potong, ketersediaan bahan baku pakan sumber serat kasar atau yang berupa hijauan dan rumput wajib ada karena hijauan memang pakan alami ternak sapi yang berguna untuk berjalan normalnya metabolisme pakan dalam rumen sapi.

Berikut ini contoh cara menyusun formula sederhana untuk ternak sapi potong yang coba penulis tampilkan dari berbagai sumber dalam dua jenis formulasi pakan yaitu Pakan Fermentasi dan Pakan Kering, Selamat mencoba semoga bermanfaat.

Contoh I : Formulasi Pakan Fermentasi untuk Sapi Potong

Bahan Baku Pakan dan Pelengkapnya.

1.Onggok kering 5 %
2.Bungkil sawit 20 %
3.Dedak bekatul kasar 10 %
4.Kulit kacang halus 5 %
5.Tumpi kedelai 10 %
6.Batang jagung + buahnya umur 65 hari 50 % potong kecil2x size 2 cm
7.Bactery FML atau Starbio atau EM4
8.air bersih
9.molases atau tetes tebu murni

Cara Pembuatan:
Campurkan air bersih 175 liter dengan molases/tetes murni 25 liter tuangkan bactery FML 10 liter. Jika menggunakan selain bactery FML banyaknya tergantung petunjuk takaran.
Diamkan dalam suhu kamar selama 3 hari dalam kondisi un-airub (kedap udara/tertutup rapat)

Takar dengan pasti bahan 1,2,3,4,5,6, aduk rata menggunakan mixser atau manual. Siramkan larutan fermentasi ke dalam material sampai mencapai kadar air 20%.

Masukkan semua bahan yang sudah di fermentasi tersebut kedalam wadah/tempat dan tutup rapat2x. Jangan sampai kemasukan udara. ( bisa menggunakan drum atau plastik besar ) kemudian biarkan dalam suhu kamar selama 4-7 hari.

Material yang sudah terfermentasi dengan baik akan ber aroma manis dan harum, dan siap untuk dikasihkan untuk makanan ternak.

Aturan pakai :
Untuk ternak sapi pedaging usahakan 15-25 kg per hari untuk per ekor. (Tergantung bobot badan sapi ). Pemberian pakan fermentasi sekitar 5% - 6% dari berat tubuh.

Kelemahan : Belum ada hasil laboratorium untuk mengetahui kandungan nutrisi pakan fermentasi ini. Kalau ada yang mau coba bikin dan membawa samplenya untuk diteliti di laboratorium mengenai kandungan gizinya, monggo saja dipersilahkan.

Contoh II : Ransum Pakan Kering

Bahan Baku Pakan :

1) Bekatul 25 %
2) Tongkol jagung 45 %
3) Gaplek 15 %
4) Tepung ikan 15 %

Dari ke empat bahan tersebut ditambahkan Tetes 6% dan urea 0,5% dari jumlah bahan.

Semua bahan dicampur hingga rata kemudian dijemur hingga kering baru dapat diberikan.

Adapun jumlah pemberiannya adalah sebesar 2,9 sampai 3,2 persen bahan kering dari berat badan ternak.

Dari hasil kajian yang telah dilakukan di bahwa dengan mengunakan formula tersebut tingkat palatabilitas ternak terhadap ransum sangat baik dan dapat memberikan penambahan berat badan pada ternak sebesar 0,9 hingga 1,25 kg/ hari, jika 100% diberikan komplite feed untuk ternak sapi potong jenis Brahman dan PO ( peranakan Onggol ).

Pemberian Hijauan tetap dilakukan, bisa dengan rumput lapangan atau tebon jagung dan rumput gajah, rumput odot, rumput raja dll. Prosentase hijauan antara 20% - 30%.

Kandungan Nutrisi dari Ransum diatas adalah : Protein 14,16%, SK 17,16%, BK 88,72%

Kedua contoh formulasi pakan di atas adalah formula yang sangat sederhana karena untuk lebih menambah nutrisi pakan ternak tersebut masih perlu ditambahkan premix yang berisi vitamin dan mineral.

Formulasi pakan diatas dapat diganti-ganti bahan bakunya sesuai dengan ketersediaan bahan baku yang ada didaerah anda yang penting bahan substitusi atau penggantinya memili kandungan nutrisi yang sejenis atau mendekati dengan bahan yang diganti.

Rumus Menghitung Kebutuhan Nutrisi Dalam Formulasi Pakan

Anda bisa menyusun formulasi pakan sendiri dengan dasar-dasar contoh perhitungan sebagai berikut: (Anda tinggal mengganti bahan yang mau disubsidi dengan terlebih dahulu harus mengetahui kandungan nutrisi bahan tersebut, bisa dicari dibanyak literatur).:

Berikut ini adalah contoh penghitungan ransum sapi jantan dengan bobot badan 300 kg dengan target kenaikan bobot badan sebesar 1,00 kg perhari.

Adapun bahan pakan penyusun ransum adalah : jerami padi, dedak halus kampung, gaplek dan bungkil kelapa.

Pemberian BK adalah 3 % berdasar bobot badan dengan imbangan hijauan dan konsentrat adalah 20 % berbanding 80.%. Penggunaan bungkil kelapa dibatasi maksimal 20 % dari konsentrat.

Kebutuhan nutrient sapi jantan BB 300 kg dan PBBH 1,0 kg
Uraian BK (kg) PK (gr) TDN (kg) Ca (gr) P (gr)
Kebutuhan zat nutrient sapi jantan BB 300 kg, PBBH 1 kg 7,6 535 5,2 21 18

Menentukan jumlah konsumsi bahan kering jerami padi, konsentrat  dan bungkil kelapa yang akan diberikan pada ternak :

Jumlah bahan kering (BK) yang dibutuhkan = 3 % x 300 kg = 9 kg
Jumlah jerami padi yang akan diberikan = 20 % x 9 kg = 1,8 kg
Jumlah konsentrat yang akan diberikan = 80 % x 9 kg = 7,2 kg
Jumlah bungkil kelapa = 20 % x 7,2 kg = 1,44 kg

Mengetahui kandungan zat nutrient jerami padi dan bungkil kelapa.

Kandungan zat nutrien bahan pakan
Uraian BK (%) PK (%) TDN (%) Ca (%) P (%)
a. Jerami padi 80 2,40 59,0 0,21 0,08
b. Bungkil kepala 60 21,60 66,0 0,08 0,67
c. Dedak halus kampung 60 6,30 60,5 0,70 1,50
d. Gaplek 60 1,70 69,0 0,10 0,04

Menghitung zat nutrient yang disediakan oleh jerami padi dan bungkil kelapa serta membandingkan dengan kebutuhan zat nutrient sapi jantan. Kekurangan bahan kering (BK) sebesar 4,36 kg (4360 gram) dan protein kasar (PK) sebesar 180,8 gram trersebut harus dipenuhi oleh campuran dedak halus dan gaplek yang mengandung protein sebesar = (180,8 / 4360) x 100 % = 4,15 %.

Zat makanan yang dapat disediakan oleh jerami padi dan bungkil kelapa.
Uraian BK (kg) PK (gr) TDN (kg) Ca (gr) P (gr)
Kebutuhan zat nutrient sapi jantan BB 300 kg PBBH 1 kg 7,6 535 5,2 21,0 18,0
Pemenuhan zat nutrient dari jerami padi 1,8 43,2 1,06 3,78 1,44
Pemenuhan zat nutrient dari bungkil kelapa 1,44 311 1,13 4,32 9,655
Total pemenuhan zat nutrient 3,24 354,2 2,19 8,10 11,09
Kekurangan 4,36 180,8 3,01 12,90 6,91

Perbandingan kebutuhan zat nutrient dengan yang tersedia oleh bahan pakan;
Uraian BK (kg) TDN (kg) PK (gr) Ca P
Jerami padi 1,80 1,06 40,00 3,78 1,44
Dedak halus kampung 2,32 1,40 200,00 20,00 50,00
Bungkil kelapa 1,44 0,95 310,00 4,32 9,65
Gaplek 2,04 1,48 20,00 1,22 0,49
Jumlah 7,60 4,89 570,00 29,32 61,58
kebutuhan 7,60 5,20 535,00 21,00 18,00
Selisih 0,00 - 0,31 + 35 + 8,32 +43,58

Jadi ransum masih kekurangan energi (TDN) sebesar 0,31 kg. Untuk menyeimbangkan dapat digunakan molases atau tetes. Tetes mengandung BK 86 % dari TDN 69 %. Jadi kekurangan TDN sebesar 0,31 kg atau (310 gram) diperoleh dari tetes sebanyak ( 310/69) x 100 gram = 449 gram. Perbandingan Ca banding P yang ideal adalah 1 banding 1. untuk mencapai perbandingan tersebut maka di dalam ransum harus ditambahkan
CaCO3. sumber Ca CO3 yang mudah didapat adalah dolomite atau kapur yang mengandung Ca sebesar 36 %.

Untuk mencapai kesimbangan tersebut, maka di dalam ransum harus ditambahkan kapur sebanyak : (61,58 – 29,32)/ 0,36 = 89,90 gram.
Langkah 6 : Menghitung susunan ransum dalam bentuk segar adalah sebagai berikut :
Jerami padi = (100/80) x 1,8 kg = 2,30 kg
Dedak halus kampung = (100/60) x 2,32 kg = 3,80 kg
Bungkil kelapa = (100/60) x 1,44 kg = 2,44 kg
Gaplek = (100/60) x 2,04 kg = 3,40 kg
Tetes = (100/86) x 469 kg = 545,3 gram

Kalau ingin tahu cara tercepat Deteksi Kebuntingan, Baca Juga: Deteksi Dini Kebuntingan Sapi dengan Asam Sulfat, Ini Lho Caranya !

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 00:32
loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.