Bunga Bakung, Hiasan Indah Halaman Rumah yang Bermanfaat

Posted by

Loading...
Mengenal Tanaman Bakung dan Habitatnya

Selama ini bunga bakung lebih dikenal sebagai tanaman hias yang mudah dipelihara, ditanam disekitar pekarangan rumah karena bunganya yang memang indah dipandang mata. Sebenarnya dihabitatnya tanaman ini adalah tanaman liar. Tanaman bakung ini bisa menyesuaikan diri dengan habitat hutan, seringkali pegunungan, dan terkadang habitat rerumputan, beberapa mampu hidup di rawa. Pada umumnya tanaman ini lebih cocok tinggal di habitat dengan tanah yang mengandung kadar asam seimbang.

Bakung biasanya memiliki tangkai yang kokoh. Kebanyakan suku bakung membentuk umbi polos di bawah tanah. Di beberapa suku di Amrnika Utara dasar umbi ini berkembang menjadi rizoma. 

Bunga bakung yang besar memiliki 3 daun bunga, acapkali harum, dan terdapat dalam berbagai warna dari putih, jingga, kuning, merah muda, merah, ungu, wara tembaga, hingga hampir hitam. Terdapat pula corak berupa bintik-bintik.

Perkembangan bakung ini dilakukan dengan rimpang, anakan dan biji. Bakung dirawat dengan penyiraman yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya dan dipupuk dengan pupuk dasar. Tumbuhan ini menghendaki tempat yang cukup sinar matahari.

Kandungan Kimiawi Bunga Bakung



Bunga bakung mengandung flavonoid, saponin dan tanin, sedangkan pada umbi, akar serta biji mengandung alkaloid, likorin, krinin dan asetilkorin. Efek farmakologis yang dimiliki bunga bakung ini diantaranya sebagai peluruh kencing, anti inflamasi, mencegah pendarahan dan mengobati luka. 

Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan adalah bagian umbi, daun, akar atau seluruh herba, aik segar maupun kering dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit.

Pemakaian umbi bakung harus hati-hati karena beracun. Keracunan ditandai dengan sakit perut, dan disusul dengan diare yang hebat denyut nadi yang cepat, pernapasan tidak teratur, dan panas yang tinggi. Sebagai pertolongan pertama pompa lambung supaya penderita muntuah, lanjutkan dengan memberi minum teh kental. Atau 40 ml cuka beras utih yang dicampur dengan 30 ml jus jahe segar yang diencerkan dengan air secukupnya digunakan untuk kumur-kumur.

Sekilas Manfaat Bunga Bakung

Tanaman bakung dapat digunakan untuk mengobati bengkak di tangan dan kaki, borokan, luka terkena panah beracun, peluruh keringat, peluruh muntah, pembengkakan kelenjar limpa pada selangkangan dan ketiak, peluruh kencing, patek (frambusia), dan rematik sendi.

Bunga bakung bersifat panas dan kering pada tingkatan ke 2. sifat dasarnya bisa mematangkan luka bernanah yang sudah menyerang syaraf.

Bunga ini memiliki energi pembersih, penyedot dan penarik yang kuat. Bila dimasak dan diminum airnya atau dimakan setelah direbus, bisa merangsang muntah dan menydot lendir di pusat lambung. Bila dimasak dengan campuran madu dan ervil atau bunga miju-miju, berkhasiat membersihkan kotoran koreng dan mematangkan jenis koreng yang sudah matang.

Putiknya besifat panas stabil dan lembut, berkhasiat mengobati pilek dingin, memiliki daya kontaminasi yang tinggi, mampu membuka sumbatan otak dan hidung. Berkhasiat juga mengobati lendir dan unsur hitam, namun justru membuat pusing kepala yang sudah panas.

Bila dibakar dan dikeluarkan biji kerasnya lalu ditanam, maka akan tumbuh berlipat ganda. Orang yang terbiasa mencium baunya pada musim semi akan tebebas dari penyakit suka mengigau di musim panas.

Berkhasiat juga mengatasi sakit kepala akibat riak dan kebanyakan enzim. Bunga ini juga memiliki
aroma yang harum yang dapat memperkuat jantung dan otak, berkhasiat mengobati banyak penyakit. .

Tanaman hias berbunga putih ini mengandung zat alkaloida (likorin) yang berkhasiat mengobati penyaklt frambusia. Caranya : siapkan Bakung putih 20 buah, Beras merah 2 cangkir dan Air secukupnya Langkah Selanjutnya: Bakung putih dan beras rnerah dicuci, ditumbuk hingga halus. selanjutnya, tarnbahkan air secukupnya dan masak hingga mendidih. Ramuan digunakan untuk mengurap bagian tubuh yang terkena frambusia. Lakukan 2-3 kali sehari.

Ramuan Daun Bunga Bakung Untuk Meringankan Cedera Tulang dan Otot
  1. siapkan 4 s/d 8 lembar daun bunga bakung
  2. cuci bersih daun bunga bakung
  3. kukus daun bunga bakung selama kurang lebih 10 menit
  4. balutkan daun yang sudah dikukus ke bagian tubuh yang kaku karena capek, kaku setelah digips (tulang retak, engsel lepas, patah tulang, dll), atau juga pada bagian yang sakit karena keseleo.
  5. setiap daun sudah terasa dingin, ganti dengan yang lain.
  6. lakukan rutin tiap hari sebagai sarana pembantu langkah medis. 
Ramuan daun Bunga Bakung untuk Mengobati Sakit Pinggang
Caranya : Haluskan 10 g daun bunga bakung dan 10 g jahe merah, kemudian balurkan ke bagian pinggang yang sakit.

Mengobati Luka Memar
Caranya : Ambil daun bunga bakung lalu olesi dengan minyak kelapa, kemudian layukan di atas api selanjutnya di tempelkan ke bagian yang sakit.

Akar Bunga Bakung untuk Mengobati sakit gigi
Caranya : Tumbuk halus akar bunga bakung yang sudah di cuci bersih secukupnya, kemudian tempelkan pada gigi yang sakit.

Demikian berbagai manfaat dari daun dan bunga Bakung, tanaman hias yang memiliki bunga indah dan ternyata bisa dijadikan obat herbal alternatif.

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 02:15
loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.