Amoniasi Jerami, Satu Lagi Cara Pengawetan Jerami dan Menambah Nilai Nutrisi Jerami

Cara Mengawetkan Dan Mengolah Jerami Agar Kandungan Nutrisinya Bisa Meningkat 

Jerami adalah hasil samping usaha pertanian berupa tangkai dan batang tanaman serealia yang telah kering, setelah biji-bijiannya dipisahkan. Massa jerami kurang lebih setara dengan massa biji-bijian yang dipanen. Jerami pada adalah jenis jerami yang berasal dari tanaman padi. Palatabilitas jerami padi rendah karena kandungan proteinnya jauh dibawah setandar, kecernaan jerami padi hanya mencapai 35-37% dengan kandungan protein kasar 3-4% bahan kering. Mutu rendah jerami padi bila dibandingkan dengan hijauan, disebabkan antara lain: 1) mempunyai kadar silikat yang tinggi; 2) jerami padi merupakan limbah tanaman tua, sehingga sudah mengalami lignifikasi tingkat lanjut, maka sebagian besar karbohidratnya telah membentuk ikatan lignin  dalam bentuk lignoselulosa dan lignohemiselulosa yang sukar dicerna; 3) kandungan protein kasar rendah.

Negara Agraris seperti Indonesia hampir di saat musim panen suply jerami padi selalu melimpah sehingga sebenarnya tidak ada alasan untuk peternak kekurangan pakan di musim kemarau seandainya saat panen raya jerami padi bisa disimpan dengan baik dan bisa digunakan saat paceklik pakan hijauan. Limbah pertanian terutama jerami padi yang tersedia cukup banyak sepanjang tahun sehabis panen ini belakangan mulai dimanfaatkan untuk berbagai keperluan misalnya sebagai media tumbuh jamur, sebagai bahan pupuk bokhasi, namun sebagian kecil saja yang dimanfaatkan sebagai makanan ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing/domba) terutama dimusim kemarau. Hal ini dapat dimengerti karena jerami padi miskin akan kandungan zat-zat makanan, serat kasarnya tinggi dan daya cernanya rendah. Dengan amoniasi jerami padi sebagai makanan ternak ruminansia dapat memberikan keuntungan yaitu mutu jerami meningkat terutama kandungan protein dan daya cernanya
Jerami merupakan bagian dari batang tumbuhan tanpa akar yang tertinggal setelah dipanen butir buahnya. Jika jerami padi langsung diberikan kepada ternak tanpa mengalami suatu proses pengolahan, maka jerami padi ini akan tergolong sebagai makanan ternak yang berkualitas rendah. Jerami padi memiliki kandungan zat gizi yang minim, kandungan protein yang sedikit, dan daya cernanya rendah.  Meskipun demikian teknik fermentasi, amoniasi dan tetes dapat merubah jerami menjadi makanan ternak yang potensial dan berkualitas karena dapat meningkatkan daya cerna dan kandungan proteinnya.  Sejumlah Negara di dunia seprti, Tunisia, Mesir, dan Algeria telah melakukan teknik amoniasi jerami padi ini sejak lebih dari 15 tahun yang lalu.
Teknik dan Cara Amoniasi Jerami Padi

Bahan :
Jerami padi              100 kg
Urea                           12 kg
Air                            200 kg
Plastik ½ rol              1,5 kg

Alat yang Digunakan :
Ember                          1 buah
Gembor 10 liter           1 buah
Timbangan Gantung    1 buah
Tali raffia                     1 buah

 LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN AMONIA JERAMI
 1. Pilih tempat yang datar seluas 2,5 X 3 meter.
 2. Tebar plastic dengan ukuran 3/2 dan panjang 3 meter di atas tempat yang datar.
 3. Timbang jerami sebanyak 50 kg dan tebarkan di atas plastic secara merata.
 4. Ambil air sebanyak 40 liter dalam 4 gembor dan siramkan secara merata di atas jerami padi.
 5. Timbang Urea sebanyak 3 kg dan larutkan kedalam 10 liter air.
 6. Semprotkan secara merata larutan urea di atas jerami
 7. Ulangi langkah ke 3-6 sampai jumlah jerami mencapai 200 kg.
 8. Tutup tumpukan jerami rapat-rapat dengan plastic, dengan tikar-tikar bekas atau jerami yang tidak terpakai.

 PEMBERIAN JERAMI AWETAN PADA TERNAK RUMINANSIA

Waktu membuka tumpukan
1. Tumpukan jerami padi boleh dibuka setelah 3-4 minggu (tidak boleh membuka sebelum waktunya)
2. Pengambilan secara sebagian-sebagian, membuka tumpukan dimulai dari salah satu sisi dengan mengangkat lapisan plastic ke samping dan setelah pengambilan jerami tutup kembali lapisan plastic dengan baik.

Waktu dan Jumlah Pemberian Kepada Ternak
1. Jerami awetan sebaiknya diangin-anginkan dulu kurang lebih 3 jam atau dijemur sebentar dibawah sinar matahari.
 2. Jerami awetan sebaiknya diberikan ternak sudah tidak berbau ammonia
3. Jumlah yang diberikan kepada ternak 6-7 kg jerami padi awetan pada ternak sapi (atau 50% kebutuhan bahan kering)

 Kebutuhan Jerami Awetan Untuk berbagai Ukuran Pemilikan Ternak 

Jumlah Ternak (ekor)Jerami Awetan (kg)Urea (kg)Air (kg)Luas Tempat (m²)Tenaga Kerja (orang X Jam)
1200122002 X 34 X 1
2400244003 X 44 X 2
4750457504 X 54 X 4
81.500901.5005 X 78 X 4
101.8501111.8506 X 810 X 4
Keterangan :
 1. Perkiraan jumlah yang dimakan 6 kg/ekor/hari.
 2. Urea yang diberikan adalah 6% dari jumlah jerami yang diawetkan
 3. Air yang disiramkan berbanding 1 : 1 dengan yang diawetkan
4. Untuk jerami yang lebih dari 700-800 kg, tenaga kerja yang dibutuhkan lebih dari 4 orang dalam ½ hari kerja

Komposisi kimia dari jerami padi biasa dan Jerami Padi yang Diawetkan 

Komposisi KimiaJerami Padi BiasaJerami Padi Amonisasi
Bahan Kering88,9088,70
Protein Kasar4,947,66
Abu13,2612,34
Serat Kasar36,3838,97
Lemak3,172,42
N.F.E (Nitrogen Free Extact)31,1327,33
Sumber : Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Kab. Pasuruan

Referensi :
http://agri-tani.blogspot.com/


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 23:19
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.