Menggali Manfaat Dari Keunikan Pohon Jambu Mete / Jambu Monyet

Teknik dan Cara Mudah Budidaya Jambu Mete,  Apa Saja Keunikan Pohon dan Buah Jambu Mete?

Warna buah semu jambu mete terdiri dari buah semu warna merah, kuning dan jingga, warna jingga diduga berasal dari penyerbukan alamiah antara tanaman dengan buah semu warna merah dan kuning , morfologi tanaman sebagai berikut :
  1. Akar
    Memiliki akar tunggang hingga mencapai 5 m dan akar serabut menyebar secara horisontal.
  2. Batang
    Batang sejati, berkayu dan keras. Tanaman dapat tumbuh hingga ketinggian 10 – 15 m
  3. Daun
    Daun tunggal, tumbuh pada cabang dan ranting secara selang seling, bentuk daun bulat panjang hingga oval dan membulat atau meruncing pada ujung daun. Panjang daun mencapai 10 – 20 cm , lebar daun 5 – 10 cm, panjang tangkai daun0,5 – 1 m, tulang-tulang daun menyirip. Daun muda berwarna coklat kemerahan hingga pucat sedangkan yang tua berwarna hijau gelap.
  4. Bunga
    Tumbuh pada ujung tunas / ranting, tanaman mulai berbunga umur 3 – 5 tahun, jambu mete bisa berbunga sepanjang tahun bila didukung oleh curah hujan yang merata sepanjang tahun, akan tetapi umumnya produksi puncak terjadi 1 tahun sekali. Ukuran bunga kecil, harum, bunga termasuk bunga majemuk, hermaprodit yaitu dalam kuntum bunga terdapat dua jenis, kelamin jantan dan betina.
  5. Buah
    Terdiri dari 2 bagian : 1. buah sejati (gelondong mete) dan buah semu (Tangkai buah yang membengkak mirip jambu air). Ukuran panjang gelondong 2,5 – 3,5 cm, lebar ± 2 cm tebal kulit 1 – 1,5 mm, rata-rata berat gelondong 5 – 6 gr. Didalam gelondong terdapat kacang mete (kernel), kernel / kacang mete ini biasa dikonsumsi dalam bentuk kacang mete goreng atau lainnya, kacang mete terdiri dari dua keping berwarna putih.
Penyebaran Pohon Jambu Mete

Jambu mete merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari Brasil Tenggara. Tanaman ini dibawa oleh pelaut Portugis ke India 425 tahun yang lalu, kemudian menyebar ke daerah tropis dan subtropis lainnya seperti Bahana, Senegal, Kenya, Madagaskar, Mozambik, Srilangka, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Indonesia. Di antara sekian banyak negara produsen, Brasil, Kenya, dan India merupakan negara pemasok utama jambu mete dunia. Jambu mete tersebar di seluruh Nusantara dengan nama berbeda-beda (di Sumatera Barat: jambu erang/jambu monye, di Lampung dijuluki gayu, di daerah Jawa Barat dijuluki jambu mede, di Jawa Tengah dan Jawa Timur diberi nama jambu monyet, di Bali jambu jipang atau jambu dwipa, dan di Sulawesi Utara disebut buah yaki
Jambu monyet/mede/mete rnemerlukan suhu tinggi. Faktor yang lebih penting adalah distribusi curah hujan, sedangkan jumlahnya kurang penting. Jambu monyet/mede/mete akan berbuah dengan baik jika tidak terlalu banyak hujan pada saat pembungaan, dan jika buah menjadi dewasa pada musirn kering; musim kering itulah yang menjamin kualitas buah secara baik. Pohon jambu monyet/mede/mete akar dapat beradaptasi dengan keadaan lingkungan yang kering sekali selama sistem perakarannya yang luas itu dapat mencapai air tanah. Di daerah yang lebih kering (curah hujannya 800-1000 mm) diperlukan adanya tanah yang dalam dan mudah dikeringkan tanpa adanya lapisan yang sulit ditembus air. Suatu data kebutuhan air yang sederhana dengan bantuan angka penguapan panci (pan evaporation figure) dapat memperlihatkan kedalaman tanah yang diperlukan.

Budidaya Jambu Monyet/Jambu Mede/Jambu Mete

Perbanyakan dan penanaman Buah geluk jambu monyet/mede/mete yang matang penuh dapat digunakan sebagai bahan perbanyakan. Buah geluk yang kandungan airnya rendah akan tetap memiliki daya tumbuh selama satu tahun. Benih diambil dari pohon yang terbaik. Sebaliknya, benih yang diambil dari pohon yang penyerbukannya terbuka tidak cocok untuk heperluan ini.

Perbanyakan klon dapat dilakukan, tetapi pandangan sebaiknya diarahkan ke pencangkokan, termasuk pencangkokan dahan. Ada beberapa keberhasilan dengan penempelan mata tunas (sekitar 3076) dan dengan pengentenan pucuk. Stek dapat berakar, tetapi hasilnya tidak dapat memenuhi perbanyakan skala lapangan. Baru-baru ini keberhasiian pertama dengan perbanyakan melalui kultur jaringan telah dicapai di Gembloux, Belgia.

Perkecambahan dan pertumbuhan awal memerlukan tanah yang gembur. Pada tanah berat atau tanah padat lubang tanam harus digali sedalam 50 cm, dan kemudian diisi kembali dengan campuran pupuk kandang atau kompos. Tiga butir benih dibenamkan sedalam 5 cm; salah satu semai yang terbaik dipilih untuk dipertahankan. Bahan tanaman dalam bentuk klon hendaknya lebih hati-hati menanamnya, karena pemulihannya lambat sekali. 

Pohon jambu monyet/mede/mete umumnya ditanam dengan jarak 12-15 m (44-69 pohon per hektare). Percobaan percobaan jarak tanam menunjukkan bahwa pada umur 10 tahun produktivitas petak-petak dengan jumlah pohon 44, 69, 111, 135, dan 278 batang per hektare dapat berproduksi sekitar 450 kg/ha. Ukuran pohon yang lebih besar akan mengimbangi jumlah pohon yang lebih sedikit. Luas permukaan kanopilah yang paling penting dl kebun buah-buahan dalam menentukan produktivitas, karena kanopi itulah yang akan membentuk bunga dan buah. Barisan pohon yang ditanam 2-3 m dalam barisan dan 12-15 m antar barisan hampir melipatgandakan luas permukaan kanopi per hektare, menghasilkan peningkatan produksi yang sebanding selama 10 tahun pertama. Lebar optimum dalam barisan bergantung kepada keadaan iklim dan bahan perbanyakannya.

Pemeliharaan Jambu Monyet/Jambu Mede/Jambu Mete

Dalam budidaya Jambu Monyet/Jambu Mede/Jambu Mete penyiangan dan pembersihan dengan hati-hati pada lahan sejauh 1 m dl sekitar pohon jambu monyet/mede/mete dan menebas gulma-gulma di luar itu sangat diperlukan, agar pohon terbebas dari naungan segala macam gulma. Pemupukan dapat meningkatkan pertumbuhan semai dan mempercepat tumbuhnya bunga pada pohon muda. Dengan produksi sekitar 420 kg buah geluk mentah per hektare, akan terserap hara sebanyak 13 kg nitrogen, 4 kg P2O5 dan 3 kg K2O. Angka produksi yang rendah ini menunjukkan bahwa mungkin tidak diperlukan pemupukan jika dipanen hanya buah geluknya. Jika diharapkan hasil panen lebih tinggi, keadaan hara akan menjadi pembatas. Jadi untuk hasil panen yang lebih bagus atau maksimal harus dilakukan pemupukan secara teratur.

Dari umur 6 tahun ke atas, cabang-cabang bagian bawah hendaknya dipangkas agar memudahkan lewatnya traktor penarik alat, dan sebagainya. Pemotongan cabang-cabang demikian itu akan menaikkan batas bawah kanopi setinggi 2 m, tetapi akan menurunkan hasil sebanyak 10%. . Daur ekonomi kebun buah jambu monyet/mede/mete adalah 25 tahun. Peremajaan akan memakan biaya besar dan menjurus keturunnya penghasilan untuk jangka waktu sekurang-kurangnya 5 tahun.

Alternatif  lain ialah menanam jambu monyet/mede/mete dalam barisan menyemak (hedge row). Usaha ini akan menaikkan luas permukaan kanopi per hektarenya. Produktivitas tinggi yang diperoleh dapat dipertahankan dengan cara menyisipkan barisan selingan sejarak 50-75 cm jika barisan menyemak itu telah lowong sejauh 1 m. Pohon yang dipenggal akan meneruskan ber, produksi pada tahun kedua.

Barisan pohon, dapat pula dicabut dan diganti dengan tanaman unggul terseleksi. Barisan penanaman baru dapat berproduksi setelah 5 tahun. Akan tetapi, selama selang waktu itu barisan menyemak yang masih ada dapat tumbuh sepenuhnya dan mencapai produksi puncak. Jika rumpang antar-barisan menyemak itu menjadi kurang dari 1 m, barisan pohon yang tidak terkontrol harus dipangkas, agar memberikan ruang bagi barisan peremajaan atau penanaman kembali. Sistem ini memungkinkan panen sinambung dengan hasil produksi yang lebih tinggi, dan lambat-laun akan mempertinggi tingkat hasil produksi itu. 

Kegunaan dan Khasiat Jambu Mete

Jambu mede atau jambu monyet (Anacardium occidentale) termasuk tumbuhan yang berkeping biji dua atau juga disebut tumbuhan berbiji belah. Nama yang tepat untuk mengklasifikasikan tumbuhan ini adalah tumbuhan yang berdaun lembaga dua atau disebut juga dikotil. Jambu monyet mempunyai batang pohon yang tidak rata dan berwarna coklat tua.Daunnya bertangkai pendek dan berbentuk lonjong (bulat telur) dengan tepian berlekuk-lekuk, dan guratan rangka daunnya terlihat jelas. Bunganya berwarna putih. Bagian buahnya yang membesar, berdaging lunak, berair, dan berwarna kuning kemerah-merahan adalah buah semu.

Bagian itu bukan buah sebenarnya, tetapi merupakan tangkai buah yang membesar. Buah jambu monyet yang sebenarnya biasa disebut mede (mente), yaitu buah batu yang berbentuk ginjal dengan kulit keras dan bijinya yang berkeping dua tersebut oleh kulit yang mengandung getah.

Kandungan nutrisi buah semu jambu mede per 100 gram:
  • Vitamin A 2.689 SI,
  • Vitamin C 65 gram,
  • Kalori 73 gram,
  • Protein 4,6 gram,
  • Lemak 0,5 gram,
  • Hidrat arang 16,3 gram,
  • Kalsium 33 miligram,
  • Fosfor 64 miligram,
  • Besi 8,9 miligram, dan
  • Air 78 gram.
Buah semu jambu mete dapat diolah menjadi berbagai bentuk olahan seperti anggur mete, manisan kering, selai mete, buah kalengan, jem jambu mete, nata de casew dan sirup. Sirup jambu mete diperoleh dari pengepresan buah Buah jambu mete tanpa mengalami fermentasi. Sirup buah semu jambu bermanfaat sebagai sajian minuman segar yang cukup mangandung vitamin C, tepat disajikan saat cuaca panas dan cocok sebagai minuman segar saat berbuka puasa.

Jem adalah makanan setengah padat yang terbuat dari buah-buahan dan gula dengan kandungan total padatan minimal 65 persen, berupa hancuran buah-buahan (misalnya diblender) dan mempunyai aroma dan rasa buah asli. Biasanya dimanfaatkan untuk olesan makan roti.
 
Manfaat Jambu Mete Untuk Kesehatan

Berikut beberapa Manfaat Jambu Monyet untuk Kesehatan dari beberapa sumber.

Meringankan Diabetes mellitus
Bahan: 2 potong kulit batang jambu monyet dan adas pulawaras secukupnya. Cara Membuat: Kedua bahan tersebut direbus bersama dengan 2  liter air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

Pengobatan Disentri
Bahan: 1 genggam daun jambu monyet dan 1 potong kulit batang jambu monyet. Cara Membuat: Kedua bahan tersebut direbus bersama dengan 1 1/2 liter air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

Mengobati dan Meringankan Radang mulut
Bahan: 1 genggam daun jambu monyet dan 1 potong kulit batang jambu monyet. Cara Membuat: Kedua bahan tersebut direbus bersama dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

Jambu Monyet menyimpang beragam kandungan kimia yang terdapat dalam buahnya, kandungan kimia yang tersimpan dalam Jambu monyet (ANACARDIUM OCCIDENTALE) antara lain : tanim, anacardic acid dan cardol, yang bermanfaat sebagai antibakteri dan antiseptik.


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 20:32
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.