Cara Mudah Memperbaiki Efisiensi Pakan Lele

loading...
Alternatif Perbaiki Efisiensi Pakan
Efektif dan efisien menjadi kata kunci agar pendapatan pembudidaya tidak makin menipis.


Naiknya harga pakan ikan pada Juli 2014 lalu membuat para pembudidaya lele di beberapa daerah sentra produksi terus berupaya untuk menekan biaya produksi. Apalagi dengan kondisi hingga Februari 2015 belum ada kenaikan harga jual ikan lele di tingkat pembudidaya.

Bahkan menurut beberapa pelaku pembudidaya lele harga jual justru menurun. Kenaikan harga pakan dan menurunya harga jual ikan sangat berpengaruh pada pendapatan pembudidaya. Apalagi pakan menjadi komponen utama dalam biaya produksi yang harus dikeluarkan oleh pembudidaya.

”Kebutuhan pakan ini bisa mencapai 70% dari total biaya produksi dalam budidaya, baik untuk pakan budidaya pembenihan, pendederan hingga budidaya lele untuk konsumsi,” kata Andik Kurniawan, pembudidaya lele di Pare, Kediri, Jawa Timur. Jika hal ini terus berlangsung keuntungan yang didapat pembudidaya semakin tipis.

Menurut Andik, biasanya dengan harga jual ikan konsumsi Rp17 ribu/kg, biaya produksi yang dikeluarkan pembudidaya sekitar Rp12 ribu/kg. Namun sejak Agustus tahun lalu hingga Februari 2015, biaya produksi yang dikeluarkan pembudidaya meningkat menjadi Rp13 ribu/kg sementara harga ikan konsumsi malah turun menjadi Rp14 ribu/kg.

Andik menambahkan, memang masih ada keuntungan Rp1.000/kg yang didapat pembudidaya lele untuk konsumsi. ”Lumayan pembudidaya yang memiliki kolam banyak, tapi bagi pembudidaya yang memiliki kolam sedikit keuntungan ini sangat tipis sekali,” kata Andik.

Sementara itu, H. Carwadi, pembudidaya lele di Desa Legon Wetan, Kec. Legon Kulon, Kab. Subang, Jabar, saat dihubungi melalui telepon mengatakan, permintaan tetap ada tapi harga lele masih belum beranjak dari kisaran Rp14 ribu – Rp15 ribu/kg, tapi biaya produksi malah naik akibat kenaikan harga pakan yang terjadi sejak tahun lalu. Carwadi menyarankan agar tidak makin menipis keuntungan yang didapat pembudidaya, maka pola budidaya yang efektif dan efesien harus diterapkan. ”Jika tidak ingin semakin membuat pembudidaya babak belur menghadapi situasi seperti sekarang ini,” cetusnya.

Cara Mengurangi biaya pakan antara lain dengan memanfaatkan:
  • sisa-sisa makanan, 
  • sisa-sisa limbah pemotongan ayam
  • Sisa/Limbah pertanian
  • Memanfaatkan hijauan untuk dibuat pellet seperti azolla 
  • dan lain-lain

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 00:10
loading...
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.