Lagi, Indigofera Hijauan Alternatif dengan Protein 27%

loading...
Indigofera, Hijauan Berprotein 27% Dikembangkan di Baturraden
Ketersediaan pakan hijauan atau HMT (Hijauan Makanan Ternak) merupakan komponen vital untuk pengembangan peternakan terutama peternakan sapi potong dan terlebih lagi peternakan sapi perah. Tentu saja untuk mendukung ketersediaan hijauan ini perlu diambil langkah-langkah konkret pengembangan tanaman hijauan makanan ternak, baik yang sudah biasa digunakan oleh peternak seperti tebon jagung, rumput gajah, rumput raja, rumput odot dan lain-lain, juga perlunya dikembangkan jenis hijauan baru yang berprospek bagus seperti indigofera ini yang memiliki keunggulan kandungan proteinnya tinggi mencapai 27%. Dan saat ini sedang berusaha di kembangkan di daerah Baturaden. BBPTUHPT Baturraden tidak hanya menghasilkan bibit sapi perah unggulan, namun juga hijauan pakan ternak berkualitas untuk memberi pakan sapi sapi-sapi perah berproduktivitas tinggi yang dihasilkan lembaga ini.

Syukur Iwantoro Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menyatakan BBPTUHPT Baturraden berhasil mengembangkan indigofera, hijauan pakan ternak (HPT-red) berprotein tinggi (27%).  “Tanaman ini asli Indonesia.  HPT bermutu ini digunakan sebagai konsentrat hijau untuk substitusi sebagian bahan konsentrat asal biji-bijian yang semakin mahal,” terangnya saat melepas bibit sapi perah unggulan produksi BBPTUHPT baturraden kepada masyarakat di Farm Rearing Manggala Desa Karang Tengah Kecamatan Cilongok Kab Banyumas (28/3).

Pada kesempatan itu kepala BBPTUHPT Baturraden, Ali Rachman menjelaskan pemberian indigofera sbg pengganti konsentrat ini, menekan biaya produksi sampai 18-21%, tanpa mengurangi produktivitas susu yang dihasilkan. Dengan demikian penggunaan indigofera akan mampu menekan biaya produksi, dan sekaligus akan menekan ketergantungan Indonesia akan impor bahan baku pakan yang saat ini masih tinggi.

Luki Abdullah peneliti indigofera dan pakar pakan ternak dari Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB) menerangkan dengan kandungan protein yang tinggi, indigofera tidak hanya bagus untuk sapi, tapi juga untuk kambing/domba.  “Bahkan apabila diolah dalam bentuk tepung dapat digunakan juga sebagai substitusi 15% bungkil kedelai dalam pakan unggas. Hasilnya kualitas telur dan daging meningkat,” terang Luki.

Syukur mengatakan “Mengingat jenis tanaman ini asli Indonesia dan dapat ditanam di sebagian besar wilayah Indonesia, serta mudah dibudidayakan dan cepat menghasilkan hijauan pakan ternak, maka akan sangat meringankan peternakansapi perah rakyat.

Oleh karena itu Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan mulai memperkenalkan dan menyebarkan benih dan bibit indigofera ke beberapa sentra produksi ternak, ungkap Syukur Iwantoro.  “Saya mengharapkan para pengusaha pabrik pakan khususnya pakan unggas, juga mulai mempertimbangkan penggunaan bahan baku alternatif indigofera ini”, pungkas Syukur Iwantoro.

Demikian sekilas ulasan pakan ternak hijauan alternatif yang bernama indigofera, semoga bermanfaat.
Note: Berdasar penelitian tanaman leguminoceae indigofera termasuk dalam jenis tanaman yang tahan terhadap kekeringan.
Baca Juga:

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 22:03
loading...
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.