Jenis dan Budidaya Kepiting Bakau

Posted by

loading...

loading...
Dalam menu rumah makan atau restoran, kepiting termasuk menu favorit yang sering dipesan pengunjung. Meskipun harga satu porsinya lumayan mahal, biasanya dihitung per gram atau per kg, tetapi tetap saja makanan ini selalu dicari para penggemarnya. Awalnya kepiting bakau tidak dibudidayakan tetapi hanya dipanen secara alami di alam, tetapi mengingat permintaannya yang cukup tinggi maka suply dari alam saja sudah tidak mencukupi sehingga perlu adanya budidaya kepiting bakau ini.

Kepiting Bakau (Scyla serrata) merupakan komoditas perikanan yang mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Harga kepiting bakau di pasaran mencapai 80-90 ribu/kg, dengan melihat potensi pasar yang cukup baik. Tenaga Ahli memaparkan potensi dan keunggulan kepiting bakau.budidaya kepiting bakau terdiri dari empat segmen usaha yaitu pembesaran, penggemukan, peneloran, dan kepiting soka (kepiting tulang lunak )

Kepiting bakau (S. serrata) merupakan salah satu biota potensial yang hidup di daerah mangrove memiliki nilai ekonomis tinggi. Kepiting bakau termasuk dalam kelas Crustacea, ordo decapoda dan famili Portunidae. 



Jenis kepiting bakau yang memiliki marga yang sama dengan S. serrata adalah S. oceanica, dan S. tranquebarica. Kepiting bakau jantan dan betina dapat dibedakan dengan mengamati alat kelamin yang terdapat dibagian perut. Pada bagian perut jantan umumnya terdapat organ kelamin berbentuk segi tiga yang sempit dan dapat meruncing di bagian depan. Organ kelamin betina berbentuk segitiga yang relatif lebar dan di bagian depan agak tumpul. Kepiting jantan dan betina dibedakan oleh ruas abdomennya. Ruas abdomen kepiting jantan berbentuk segitiga, sedangkan pada kepiting betina berbentuk agak membulat dan lebih lebar. 

Mengapa kita harus dapat membedakan antara jantan dan betina, karena pada bentina yang sedang bertelur nilai ekonomisnya menjadi lebih tinggi. Telur kepiting bakau memiliki kandungan protein yang tinggi dan rasanya juga sangat lezat. 

S. serrata (kepiting bakau) merupakan spesies yang khas di kawasan hutan bakau (mangrove) dan hidup di daerah muara sungai dan rawa pasang surut yang banyak ditumbuhi vegetasi mangrove dengan substrat berlumpur atau lumpur berpasir. Di Indonesia banyak sekali jenis kepiting yang tersebar, mulai dari lingkungan air tawar, laut hingga daratan. Meskipun mampu hidup di air maupun di daratan, tetap ada tempat-tempat yang sangat disukai oleh jenis kepiting tertentu. Setiap kepiting mempunyai tempat hidup yang spesifik dan mungkin berbeda satu dengan yang lainnya.

Pada umumnya kepiting ini banyak ditemukan di daerah hutan bakau. Berbagai jenis kepiting dapat dijumpai di perairan Indonesia. Diperkirakan terdapat 2500 jenis spesies di Indonesia dari total 4500 spesies yang terdapat di seluruh dunia. Namun tak semuanya bisa dikonsumsi. Ada empat jenis kepiting yang umumnya dikonsumsi. Mereka adalah S. serrata (duri di sikut dan dahinya sama-sama runcing), S. tranquebarica (duri di sikut sedikit runcing dan lunak di dahi), S. paramamosain (duri di dahi runcing tapi di siku lunak), S. olilvacea (duri di dahi dan sikutnya sama-sama lunak).

Jenis Kepiting Bakau

Jenis kepiting bakau yang mempunyai nilai ekonomis tinggi antara lain :
  1. Scylla serrata, jenis ini mempunyai ciri warna keabu-abuan sampai warna hijau kemerah-merahan.
  2. Scylla oceanica, berwarna kehijauandan terdapat garis berwarna coklat pada hampir seluruh bagian tubuhnya kecuali bagian perut.
  3. Scylla transquebarica, berwarna kehijauan sampai kehitaman dengan sedikit garis berwarna coklat pada kaki renangnya.
Dari ketiga jenis kepiting tersebut diatas, Scylla serrata pada umur yang sama umumnya berukuran lebih kecil dibandingkan kedua jenis lainnya. Tetapi dari segi harga dan minta pembeli, jenis pertama tadi lebih unggul.

Kebiasaan Kepiting Bakau
Secara umum tingkah laku dan kebiasaan kepiting bakau yang dapat diamati adalah sbb:

  • Suka berendam dalam lumpur dan membuat lubang pada dinding atau pematang tambak pemeliharaan. Dengan mengetahui kebiasaan ini, maka kita dapat merencanakan atau mendesain tempat pemeliharaan sedemikian rupa agar kemungkinan lolosnya kepiting yang dipelihara sekecil mungkin.
  • Kanibalisme dan saling menyerang, sifat inilah yang paling menyolok pada kepiting sehingga dapat merugikan usaha penanganan hidup dan budidayanya. Karena sifatnya yang saling menyerang ini akan menyebabkan kelulusan hidup rendah dan menurunkan produktivitas tambak. Sifat kanibalisme ini yang paling dominan ada pada kepiting jantan, oleh karena itu budidaya monosex pada produksi kepiting akan memberikan kelangsungan hidup lebih baik.
  • Molting atau ganti kulit. Sebagaimana hewan jenis crustacea, maka kepiting juga mempunyai sifat seperti crustacea yang lain, yaitu molting atau ganti kulit. Setiap terjadi ganti kulit, kepiting akan mengalami pertumbuhan besar karapas maupun beratnya. Umumnya pergantian kulit akan terjadi sekitar 18 kali mulai dari stadia instar sampai dewasa. Selama proses ganti kulit, kepiting memerlukan energi dan gerakan yang cukup kuat, maka bagi kepiting dewasa yang mengalami pergantian kulit perlu tempat yang cukup luas. Pertumbuhan kepiting akan terlihat lebih pesat pada saat masih muda, hal ini berkaitan dengan frekuensi pergantian kulit pada saat stadia awal tersebut. Periode dan tipe frekuensi ganti kulit penting artinya dalam melakukan pola usaha budidaya yang terkait dengan desain dan konstruksi wadah, tipe budidaya dan pengelolaanya.
  • Kepekaan terhadap Polutan. Kualitas air sangat berpengaruh terhadap ketahanan hidup kepiting. Penurunan mutu air dapat terjadi karena kelebihan sisa pakan yang membusuk. Bila kondisi kepiting lemah, misalnya tidak cepat memberikan reaksi bila dipegang atau perutnya kosong bila dibelah, kemungkinan ini akibat dari menurunnya mutuair. Untuk menghindari akibat yang lebih buruk lagi, selekasnya pindahkan kepiting ke tempat pemeliharaan lain yang kondisi airnya masih segar.

Lokasi Budidaya
Tambak pemeliharaan kepiting diusahakan mempunyai kedalaman 0,8-1,0 meter dengan salinitas air antara 15-30 ppt.Tanah tambak berlumpur dengan tekstur tanah liat berpasir (sandy clay) atau lempung berliat (silty loam) dan perbedaan pasang surut antara 1,5-2 meter. Disamping syarat seperti tersebut diatas, pada prinsipnya tambak pemeliharaan bandeng maupun udang tradisional dapat digunakan sebagai tempat pemeliharaan kepiting.

Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi pemeliharaan kepiting, antara lain :
  1. Air yang digunakan bebas dari pencemaran dan jumlahnya cukup.
  2. Tersedia pakan yang cukup dan terjamin kontinyuitasnya.
  3. Terdapat sarana dan prasaranaproduksi dan pemasarannya.
  4. Tenaga yang terampil dan menguasai teknis budidaya kepiting.

Pembuatan Keramba
Keramba yang telah selesai dibuat kemudian ditempatkan di tambak secara berbaris.Keramba ini nantinya akan digunakan untuk kegiatan penggemukan. Selain itu, disamping keramba yang sudah tersusun dibuat jembatan untuk memudahkan saat pemberian pakan dan pengontrolan kepiting. Kelompok juga membuat gubuk sebagai tempat beteduh dan tempat penyimpanan barang-barang yang mendukung kegiatan budidaya. Keberadaan gubuk cukup penting karena mereka juga melaksanakan ronda malam agar tidak terjadi pencurian kepiting.

Penebaran bibit untuk peggemukan
Benih kepiting untuk penggemukan di keramba mempunyai berbagai ukuran mulai dari 100 gram samapi dengan 200 gram. Benih kepiting didapatkan dari pengobor kepiting dengan harga mulai dari Rp 5000- Rp 8000. Biasanya benih di tukang pengobor lebih baik kualitasnya dibandingkan dengan  benih di pengepul. Agar kita bisa memperoleh bibit dari tukang pengobor maka biasanya benih didapatkan pukul 04.00 pagi. Penebaran kepiting untuk penggemukan dilaksnakan secar bertahap mulai tanggal 1 januari 2012. Hal ini disebabkan sulitnya mendapat kepiting langsung dalam jumlah banyak. Kepiting yang digemukkan lebih baik yang berjenis kelamin jantan karena kepiting jantan pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan dengan kepiting betina.

Pemberian pakan
Pakan yang diberikan dalam kegiatan penggemukan kepiting adalah ikan petek yang dibeli dari pengepul ikan atau langsung ke nelayan. Harga ikan petek berkisar antara Rp 2500.- - Rp 3000,- perkg. Umlah apakjan yang diberikan adalah 10 % dari biomassa tubuh. Frekuensi pemberian pakan adalah 2 kali yaitu pagi dan sore hari. dalam perkembangannya, sering ditemukan pakan yang bersisa, sehingga ada pengurangan frekuensi pemberian pakan menjadi satu kali saja.

Pemanenan
Kepiting digemukan selama kurang lebih satu bulan. Ukuran yang dicapai selama penggemukan sampai ukuran 150-250 gram. Pemanenan dilakukan dengan cara mengambil kepiting satu per satu dari keramba menggunakan serokan kemudian kepiting diikat menggunakan tali rapia. Kepiting yang telat diikat oleh rapia selanjutnya disinpan dalam kernajang untuk selanjutnya dijual ke pengepul. 

Bonus: Resep Kepiting Saus Tiram
Bahan-bahan
• 2 ekor kepiting
• 1 siung bawang bombay
• 3 siung bawang putih
• 3 sdm saus tiram
• 2 sdm saus sambal
• 1 sdm saus tomat
• 2 sdt Garam
• 1 sdt gula pasir
• Merica (secukupnya)
• Bawang daun (secukupnya)
• 2 cangkir air

Tahap penyajian kepiting saus tiram
1. bersihkan kepiting. Buka cangkangnya atau di belah (sesuai selera)
2. Tumis bawang bombai dan bawang puith sampai harum
3. Masukan air dan diamkan sampai mendidih
4. Masukan kepiting yang sudah dibersihkan dan masak sampai setengah matang.
5. Selanjutnya, taburkan sambal, tomat, garam, merica, gula, bawang daun dan jangan lupa saus tiramnya juga untuk cita rasa yang mantap. Masak sampai kuah menjadi kental dan matang.
6. Siapkan wadah untuk sajian masakan. Angkat dan tuangkan kepiting saus tiram dan hidangkan selagi hangat.

Baca Juga:

loading...
loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 22:16
loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.