Loading...

Mengenal Diet Mediterania Untuk Mencegah Stroke

Loading...

Stroke adalah penyakit yang sering menjadi momok generasi jaman now. Penyakit stroke sering tidak mengenal usia, tidak peduli tua ataupun muda bisa terkena serangan penyakit ini.

Beban hidup yang semakin gampang membuat orang stress dan gaya hidup yang tidak sehat serta gaya makan yang asal-asalan menjadi faktor utama peningkatan resiko terkena stroke.

Saat ini gerakan hidup sehat memang sudah mulai populer dengan semakin diperhatikannya pola makan yang teratur dan berimbang.

Banyak cara diet diperkenalkan oleh para ahli gizi maupun oleh mereka yang memang memiliki keahlian dalam hal nutrisi dan makanan.
Diet mediterania termasuk mengonsumsi banyak buah dan sayur, gandum utuh, biji-bijian, kacang-kacangan, ikan, daging ayam, dan minyak zaitun. Diet ini membatasi konsumsi daging merah, makanan yang mengandung lemak jenuh, dan makanan manis, serta produk susu.
Ada diet keto yang sama sekali tidak mengonsumsi segala jenis karbohidrat, ada juga diet mayo yaitu diet dengan menghindari segala makanan yang mengandung garam alias makan yang non asin secara mudahnya. Ada juga diet yang hanya mengonsumsi sayur dan buah saja, ada lagi yang menghindari daging dan hanya makan dari non binatang alias vegetarian dan ada lagi yang disebut diet mediterania.

Apa Itu Diet Mediterania Yang Bisa Menurunkan Resiko Stroke?
Penelitian terbaru mengungkap bahwa diet mediterania bisa menurunkan risiko seseorang terkena salah satu jenis stroke. Stroke yang bisa dicegah dengan diet ini adalah stroke ischemic yang disebabkan oleh penggumpalan darah dan penyumbatan pembuluh darah.

Diet mediterania termasuk mengonsumsi banyak buah dan sayur, gandum utuh, biji-bijian, kacang-kacangan, ikan, daging ayam, dan minyak zaitun. Diet ini membatasi konsumsi daging merah, makanan yang mengandung lemak jenuh, dan makanan manis, serta produk susu. Meski peneliti tak bisa menunjukkan kaitan sebab akibat, namun kaitan antara keduanya sangat besar.

"Terdapat bukti yang kuat dalam penelitian ini, bahkan melakukan diet mediterania bisa mencegah risiko stroke," ungkap Dr Paul Wright dari North Shore University Hospital, seperti dilansir oleh Web MD.

Penelitian ini dipimpin oleh Dr Ayesha Sherzai dari Columbia University Medical Center di New York City. Peneliti menganalisis data lebih dari 104.000 guru di California yang berusia rata-rata 52 tahun. Partisipan dibagi menjadi lima kelompok berdasarkan seberapa baik mereka menjalani diet mediterania.

Hasilnya peneliti menemukan bahwa diet mediterania bisa menurunkan risiko stroke yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah dan penggumpalan darah. Sementara itu, diet ini tidak berpengaruh terhadap risiko orang mengalami stroke hemorrhagic. Selain itu, melakukan diet ini juga bisa menurunkan risiko penyakit jantung, penurunan kemampuan otak, dan kematian.

Peneliti telah memperhitungkan faktor lain selain diet mediterania yang bisa mempengaruhi risiko stroke seperti kebiasaan olahraga, indeks massa tubuh, status hormon, dan lainnya. Jika ingin menghindari stroke, tak ada salahnya mulai melakukan diet mediterania mulai saat ini.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 07:16
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.