Benarkah si Kancil Cerdik dan Suka Mencuri Mentimum ?

Kancil? Wah, nama hewan yang paling populer saat kita kecil. Kancil digambarkan sebagai hewan yang cerdik bahkan kadang-kadang licik tapi juga lucu dan pandai mengecoh binatang buah semisal buaya dan harimau, tapi itu semua hanya menurut dongeng yang biasa diceritakan turun temurun dari mbah-mbah kita dahulu. Kancil yang dalam bahasa latin disebut Tragulus javanicus, merupakan hewan ruminansia (pemamah biak) terkecil diantara binatang ruminansia lainnya. Hewan ruminansia merupakan binatang yang lambungnya terdiri lebih dari satu ruangan bahkan umumnya terdiri empat ruangan seperti sapi, kambing, rusa, dan domba.

Populasi Kancil atau Pelanduk jawa (Tragulus javanicus) hingga kini tidak dketahui dengan pasti. Baik oleh pemerintah Indonesia maupun oleh organisasi konservasi lingkungan hidup lainnya. Karena itu IUCN Redlist memasukkannya dalam status konservasi “Data Deficient” (DD; Informasi Kurang) yang berarti selama lima tahun terakhir belum diadakan evaluasi atau penelitian ulang.
Kancil bersama semua anggota genus Tragulus merupakan satwa yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999.

Spesies Lainnya
Sedikitnya terdapat 6 spesies Kancil atau Pelanduk yang tergabung dalam genus Tragulus. Keenam spesies tersebut yaitu:

Tragulus javanicus (Java Mouse-deer)
Tragulus kanchil (Lesser Mouse-deer)
Tragulus napu (Greater Mouse-deer)
Tragulus nigricans (Philippine Mouse-deer)
Tragulus versicolor(Vietnam Mouse-deer)
Tragulus williamsoni (Williamson’s Mouse-deer)

Namun meskipun hewan pemamah biak (ruminansia) lambung kancil lebih sederhana dan hanya memiliki 3 ruangan. Oleh karena itu, kancil disebut sebagai hewan ruminansia primitif.
Kondisi lambung yang hanya terdiri atas tiga ruangan ini membuat kancil relatif selektif dalam memilih makanannya. Jika hewan ruminansia lainnya menyukai rumput, kancil lebih memilih makanan yang mudah dicerna.

Di hutan, kancil memakan pucuk daun (terutama yang berair), buah-buahan yang jatuh dari pohon, rumput dan akar. Sedangkan di kebun binatang maupun kandang peliharaan, kancil biasanya diberikan makanan seperti irisan kangkung, kacang panjang, wortel, bengkoang, ubi, selada, jagung muda, terong serta buah-buahan. Kancil menyukai buah-buahan yang lunak dan berbau harum. Buah kesukaan binatang ini antara lain pisang, apel, dan nangka.
Dari berbagai pengamatan, saat kancil (Tragulus javanicus) disediakan beraneka jenis buah dan daun, termasuk mentimun diantaranya, kancil akan memilih berbagai buah yang lunak dan harum untuk dimakannya. Dan ternyata, kancil tidak memilih mentimun sama sekali selagi masih ada jenis makanan lainnya.

Djalal Rosyidi, Mahasiswa S3 Program Studi Ilmu Ternak Ilmu Pertanian Bogor (IPB), pernah melakukan penelitian tentang kehidupan kancil. Penelitian ini dilakukan sejak Desember 2004 hingga Juli 2005 melibatkan 23 ekor kancil yang terdiri dari 16 ekor kancil dewasa yang dipelihara dikandang, 2 kancil liar dan 5 kancil anak.

Salah satu yang diteliti adalah pola makan binatang bernama latin Tragulus javanicus ini. Pada saat makan, kancil selalu melakukan pemilihan dengan menggunakan alat penciumannya. Dalam beberapa hari diberikan menu makanan yang terdiri ubi, kondang, kangkung, terong, wortel, dan timun. Hasilnya, Dari pakan yang diberikan selama proses penelitian, urutan jenis pakan yang disukai kancil adalah ubi, kondang, kangkung, terong, wortel, dan mentimun.

Mentimun, menurut hasil penelitian Djalal Rosyidi, menjadi makanan yang jarang disukai oleh kancil. Selain relatif lebih keras dari menu makanan lainnya, mentimun mengeluarkan lendir dan bau yang kurang disukai oleh kancil.

Jadi sebenarnya kalau ada lagu yang menyatakan bahwa kancil suka mencuri mentimun, lagu tersebut agak-agak kurang pas, karena kenyataannya dari hasil penelitian D. Rosyidi ternyata kancil tidak begitu menyukai mentimun, ya namanya juga lagu biar sajalah.

Contoh Cerita Bagaimana Cerdiknya si Kancil (Buat Refreshing mengingat masa kecil)

Pada suatu hari si kancil sedang berjalan melewati padang rumput yang luas. Dia bosan dengan suasana hutan dan ingin mencari udara segar. Suasana padang rumput yang luas dan terbuka memberi suasana baru bagi fikiran kancil yang sedang penat. Di sana kancil banyak bertemu kawan-kawan baru yang selama ini jarang dia temui di dalam hutan. Ada banteng,kudanil,jerapah,rusa,dan masih banyak hewan-hewan lainya yang hidupnya di alam terbuka. 

Tak terasa hari sudah mulai sore,si kancil pun berniat pulang kerumahnya di dalam hutan.
Di sepanjang jalan kancil bernyanyi riang untuk mengisi waktu dan mengusir jenuhnya perjalanan,karena perjalanan ke rumah bukanlah jarak yang dekat. Hari itu si kancil mendapat banyak pengalaman baru dan teman-teman baru,hingga membuat kancil merasa gembira akan kunjunganya kali ini. Tapi sungguh sial bagi si kancil,ketika dia sampai di pinggir hutan dia bertemu dengan singa.

Tanpa menunggu aba-aba,dengan reflek si kancil berlari untuk menjauh dan menyelamatkan diri masuk ke dalam hutan. Tentu saja singa tak tinggal diam,dia pun mengejar kancil dan mengikutinya masuk ke dalam hutan. Tapi karena singa biasa hidup dan berburu di area padang rumput,dia sedikit kualahan mengejar kancil di dalam hutan. Banyaknya semak dan akar membuat singa sedikit terhambat,tapi sebaliknya bagi kancil.Karena biasa hidup dalam hutan,dia tahu benar seluk beluk hutan itu. Hingga si kancil tak kesulitan untuk berlari dengan bebas.

Ahirnya tibalah si kancil pada sebuah kolam yang sangat jernih,hingga dia bisa bercermin di atasnya.
Karena rasa lelah setelah berlari,si kancil pun beristirahat di situ. ''Ah..istirahat dulu.Mungkin singa itu sudah tak mengejar ku lagi. Dia tak terbiasa masuk hutan,mungkin dia sudah menyerah lalu kembali ke padang rumput''.Gumam kancil dengan nafas ngos-ngosan. Tapi baru beberapa saat kancil beristirahat,tiba-tiba singa itu datang. "Hai mahluk kecil,mau lari kemana lagi kau.Kau ini makanan jenis apa?Banteng bukan,karena kau tak punya tanduk.Rusa juga bukan,karena ukuran tubuh mu terlalu kecil untuk ukuran rusa.Tapi tak apa lah..aku sedang lapar,paling tidak kau bisa sedikit mengganjal perutku.Hahaha..ggrrrrrr''.Kata singa sambil menggeram.
Tentu saja si kancil terkejut dengan kedatangan singa yang tiba-tiba,kancil sama sekali tidak siap.
Tapi kancil teringat dengan air kolam tadi,dan kini dia punya ide untuk mengusir singa itu.

''Hai singa..kau tak kenal aku?Sungguh nyali mu besar sekali berani mengikuti ku sampai tempat ku ini,sudah bosan hidup kau?''.Kata si kancil menggertak.

Mendengar ucapan kancil,singa pun terkejut.Rasa penasaran muncul di benaknya,karena baru kali ini ada mahluk sekecil si kancil berani menggertaknya. ''Kurang ajar..!!Berani sekali mahluk kecil seperti mu mengancam aku.Kau tak kenal siapa aku?Aku adalah raja hutan penguasa padang rumput..''.Kata singa geram. ''Hah..aku kasihan kepada mu.Kau sangat bodoh sekali.Aku tadi lari bukan karena aku takut pada mu,tapi aku memang sengaja memancing mu ke sini...tempat makan favorit ku''.Kata si kancil dengan tenang. 

''Kasihan?Bodoh?Tempat makan?Apa maksud mu?''.Tanya singa penasaran,mulai timbul rasa takut di hatinya. ''Maksud ku..kau tertipu dengan penampilan ku.Banyak sudah singa-singa seperti mu mati ku makan.Mereka tertipu dengan tubuh kecil ku,dan mengejar ku sampai tempat ini.Tapi sial bagi mereka..bukanya aku yang mereka makan,malah sebaliknya mereka yang ku makan''.Kata kancil meyakinkan. ''Hah..kau bohong..!! Binatang kecil seperti mu pasti hanya bersiasat untuk menipu ku,agar kau tak jadi ku makan.. ''.kata singa. ''Aku tak bohong,aku hanya kasihan saja pada mu.Tapi karena aku sedang baik hati,aku beri kau kesempatan.Aku memakan singa-singa yang lain dan mengumpulkan kepala mereka di dalam lubang itu''.Kata kancil menunjuk ke arah kolam. ''kau ku beri satu kesempatan untuk membuktikan sendiri,tengoklah ke dalam lubang itu.Maka kau akan melihat kepala singa di dalamnya..tapi jangan lama-lama,keburu kesabaran ku hilang''.Kata si kancil lagi.

Karena penasaran,singa pun menengok ke arah kolam. Dan ketika singa itu melihat ke dalam kolam,dia melihat pantulan dari dirinya sendiri. Tapi karena dia hanya menjulurkan kepalanya saja untuk melihat ke dalam kolam,maka dia hanya melihat kepalanya saja. Sehingga dia mengira bahwa kepala singa yang ada di dalam kolam itu adalah korban-Korban si kancil seperti kata si kancil. Kontan saja singa itu berlari ketakutan menuju ke arah padang rumput,meninggalkan si kancil yang hanya bisa tertawa geli melihat singa yang ternyata bisa juga termakan tipu dayanya.

Nah semakin terang terlihat bagaimana si Kancil digambarkan oleh mbah-mbah kita sebagai hewan pandai banget, tapi jangan lupa ini hanya contoh cerita pengantar tidur dan jangan dimasukkan dalam ilmu pasti atau ilmiah karena pasti akan jauh sekali melesetnya.

Baca Juga:

Bunga Ekor Kucing, Tanaman Hias yang Berkhasiat Herbal

Kamboja si Bunga Kematian Ternyata Banyak Manfaatnya

Benalu, Tanaman Parasit Yang Bermanfaat Bagi Kesehatan

Rumput Odot, Cepat Tumbuh, Cepat Panen

Lagi, Indigofera Hijauan Alternatif dengan Protein 27%

Manisnya Gula Pahitnya Petani Tebu



FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 02:24
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.