Mengenal Jenis Ikan Nila dan Budidayanya

Siapa tidak kenal ikan Nila? Di daerah Wonosobo, ikan nila sudah lama dikembangbiakkan di kolam-kolam ikan seputar rumah, biasanya dicampur dengan ikan mujair. Karena bentuknya yang hampir sama kadang susah membedakan antara ikan nila dengan ikan mujair. Nila adalah jenis ikan yang tergolong sebagai ikan pemakan segala (omnivora) sehingga bisa mengonsumsi pakan berupa hewan atau tumbuhan. Karena itu, ikan ini sangat mudah dibudidayakan. Ketika masih benih, pakan yang disukainya adalah zooplankton (plankton hewani), seperti Rotifera sp., Moina sp., Atau Daphnia sp.

Selain itu benih nila juga memakan alga atau lumut yang menempel di bebatuan yang ada di habitat hidupnya. Ketika dibudidayakan, nila juga memakan tanaman air yang tumbuh di kolam budidaya. Jika telah mencapai ukuran dewasa, ikan ini bisa diberi berbagai pakan tambahan seperti pelet.
Laju pertumbuhan tubuh nila yang dibudidayakan tergantung dari pengaruh fisika dan kimia perairan dan interaksinya. Sebagai contoh, curah hujan yang tinggi akan mengganggu pertumbuhan tanaman air dan secara tidak langsung akan memengaruhi pertumbuhan nila yang dipelihara . Berdasarkan hasil penelitian, diketahui laju pertumbuhan nila lebih cepat jika dipelihara di kolam yang airnya dangkal dibandingkan dengan kolam yang airnya dalam. Penyebabnya adalah pertumbuhan tanaman air sangat cepat di perairan yang dangkal, sehingga nila mendapatkan pasokan pakan yang cukup.
Selain itu, laju pertumbuhan nila di kolam yang dipupuk dengan pupuk organik misalnya kotoran ternak juga. lebih cepat dibandingkan dengan nila yang dipelihara di kolam yang dipupuk dengan pupuk anorganik (pupuk buatan).Perlu diketahui juga, laju pertumbuhan nila jantan lebih cepat 40% dibandingkan dengan laju nila betina.Terlebih lagi jika dipelihara secara kelamin tunggal (monosex). jika sudah mencapai ukuran 200 gram, pertumbuhan nila menjadi semakin lambat. Namun, hal ini hanya terjadi pada nila betina, sedangkan nila jantan akan tetap tumbuh pesat.

Jenis Ikan Nila

Gift
Nila Gift (genetic improvement of farmed tilapias) pertama kali dikembangkan oleh International center for Living Aquatic Research Management (ICLARM) pada tahun 1987 dengan dukungan dari Asian Development Bank dan Unites Nations Development Programe (UNDP). strain ini merupakan hasil seleksi dan persilangan ikan nila dari Kenya, Israel, Senegal, Ghana, Singapura, Thailand, Mesir dan Taiwan.
Booming budidaya ikan nila bisa dikatakan setelah adanya strain nila gift ini. Nila gift ini didatangkan pertama kali di indonesia pada tahun 1994. Selanjutnya pada tahun 1997, mulai dikembangkan hingga mencapai generasi ke enam.
Keunggulan nila gift adalah pertumbuhannya yang cepat. Pada umur 5-6 bulan, strain ini mampu mencapai bobot 600 gram per ekor. Keunggulan lainnya sebagai berikut:
  • Toleran terhadap salinitas air yang tinggi.
  • Lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit.
  • Potensi produktif 1,5-2 tahun.
  • Interval pemijahan 3-6 minggu.
  • Induk betina dengan berat 600 gram mampu bertelur 2.000-3000 butir dalam sekali pijah
BEST
Strain nila BEST (Bogor Enhanced Strain Tilapias) merupakan salah satu ikan nila unggulan yang dihasilkan pada tahun 2008. Nila jenis ini memiliki fisik yang mirip dangan nila gift. Pasalnya, nila BEST lahir dari hasil seleksi menggunakan populasi dasar yang salah satunya  bersumber dari ikan nila gift generasi keenam. Tepatnya, nila BEST lahir dari hasil seleksi empat strain ikan nila yaitu nila lokal, nila danau tempeh, nila gift generasi 3, dan nila gift generasi 6 (generasi terakhir).
Populasi pembentuk karakterisasi ikan nila BEST berdasarkan profil DNA yang dimiliki, kemudian diuji melalui evaluasi keragaman terhadap pertumbuhan di lingkungan kolam dan danau. Program seleksi dilakukan sejak pembentukangenerasi pertama hingga generasi ketiga (tiga tahun). Dalam setiap generasi, pengujian selalu dilakukan untuk mendeteksi arah seleksi agar tidak menghasilkan negatif selection dan memudahkan mengambil tindakan pencegahan pada generasi selanjutnya.
ikan nila BEST memiliki keunggulan dalam pertumbuhan dan ketahanan, salah satunya yakni relatif lebih kuat terhadap lingkungan buruk dan penyakit. Selain itu, ikan strai ini sangat adaptif untuk dipelihara dengan berbagai pola dan tempat hidup. Dengan kata lain, ikan nila BEST termasuk ikan yang “bandel”.
Keunggulan lain nila BEST sebagai berikut
  1. Survival Rate (SR) atau tingkat kelulusan hidup 90% (nila lokal 60-70%).
  2. Laju pertumbuhan 4,85% (gesit 4,5% dan nirwana 3,93%).
  3. Food Convertion Ratio (FCR) 1,1 (nila lokal 2).
  4. Mempunyai ketahanan terhadap penyakit 140% lebih tinggi dibandingkan dengan nila lokal.
Gesit
Nila gesit merupakan salah satu strain unggulan yang sangat disukai petani. Pasalnya, strain ini mampu tumbuh sangat cepat dan mampu menghasilkan larva jantan dengan persentase hidup hingga 98%. Dilihat dari pertumbuhannya, nila gesit pada umur 4-5 bulan memiliki panjang 8 cm dan dapat mencapai bobot 500-600 gram/ekor.
Nila gesit berasal dari rekayasa mutasi hormonal nila Gift generasi ketiga. Hasil rekayasa ini disilang-silangkan dan diseleksi untuk mendapatkan mutasi genetik yang stabil. Larva jantan yang didapat diberi perlakuan feminimisasi menggunakan hormon estradiol-17 hingga dihasilkan betina yang menghasilkan gen XY. Melaluinserangkaian uji progeni, betina dikawinkan kembali dengan jantan normal.Hasil perkawinan keduanya menghasilkan nila gesit yang semuanya jantan.
Induk jantan nila gesit ini jika dikawinkan dengan indukan betina strain apapun akan menghasilkan anakan jantan dengan tingkat keberhasilan hingga 98%. Hal itu tentu saja sangat menguntungkan bagi petani.Pasalnya ikan nila jantan mempunyai pertumbuha yang lebih cepat  dibandingkan dengan nila betina.

Citralada
Nila citralada merupakan strain dari Thailand yang diintroduksi pada tahun 1989. Citralada merupakan salah satu strain ikan nila merah. Penampakan fisik ikan nila citralada secara umum hampir sama dengan ikan nila merah lainnya. Namun, nila citralada mempunyai warna tubuh lebih terang dan garis vertikal pada tubuh yang lebih jelas dibandingkan dengan strain nila merah lainnya. Selain itu, sirip ekor nya juga lebih panjang. strain citralada di negara-negara Asia Tenggara biasa digunakan sebagai subtitusi ikan kalap merah, khususnya nila citralada yang dihasilkan dari budi daya ditambak.

Hitam 69
Nila hitam 69 merupakan strain ikan nila yang pertama kali didatangkan dari Taiwan. Setelah melalui uji coba, ikan nila ini disebarluaskan dimasyarakkat  dan dalam waktu singkat sudah menyebar ke seluruh daerah di indonesia. Begitu akrabnya masyarakat dengan ikan nila jenis ini, sehingga tidak heran jika ada yang menyebutnya dengan ikan nila lokal. ikan nila lokal memiliki warna tubuh abu-abu atau hitam terutama dibagian atas. Tubuh bagian bawah (perut dan dada) berwarna agak putih kehitaman atau kekuningan.
Ikan nila hitam memiliki keunggulan, diantaranya  mudah berkembang biak, pertumbuhan badannya cepat, serta pemakan plankton dan tanaman air lunak yang tumbuh di dalam kolam. Selain itu, nila hitam dapat hidup, tumbuh, dan berkembangbiak pada kondisi air yang memiliki pH 5 (sediki asam). Nila hitam termasuk salah satu jenis ikan yang mempunyai toleransi terhadap kualitas air dalam kisaran lebar, sehingga nila hitam dapat dibudidayakan dengan berbagai cara dan diberbagai lokasi. Pertumbuhan ikan nila hitam yang berkelamin jantan lebih cepat dibandingkan dengan betina. Karena itu, ikan nila dapat dibudidayakan secara kelamin tunggal (monosex).

JICA
JICA (Japan for International Cooperation Agency) adalah sebuah lembaga donor dari jepang. Pada tahun 2002, JICA bekerjasama dengan Balai Budi  Daya Air (BBAT) Jambi melakukan rekayasa genetis strain ikan nila Pada tahun 2004, dihasilkan ikan nila unggul yang dinamakan strain JICA. Sementara itu, sebagian masyarakat jambi menyebut nila strain JICA dangan nama nila kagoshima.
Dibandingkan dengan strain gift, ikan nila  strain JICA lebih cepat pertumbuhannya (20%). Selain itu, jika dibandingkan dengan ikan nila jenis lainnya, strain JICA lebih irit pakan hingga 25%.

Nifi
Nila nifi merupakan salah satu strain ikan nila merah. Warnanya yang merah atau putih dan kuning kemerahan menjadikan ikan ini mempunyai daya tarik tersendir bagi konsumen. Ikan nila ini dapat tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan ikan nila lokal. Keunggulan lainnya yakni mampu menghasilkan keturunan yang dominan jantan. Nila nifi pertama kali didatangkan dari Thailand pada tahun 1989. Karena berbagai keunggulannya, strain ini cepat opuler di sentra-sentra perikanan air tawar di Indonesia.

Nirwana
Nirwana merupakan kepanjangan dari “Nila Ras Wanayasa”. Sesuai namanya, nila ini berasal dari Wanayasa,Purwakarta, Jawa Barat. Strain nirwana merupakan hasil pemuliaan genetis dari nila ggift dan nila get dari Filipina yang dilakukan oleh Balai Pengembangan Benih Ikan (BPBI) Wanayasa di Purwakarta dan FPK , Institut Pertanian Bogor.
Hasil pemuliaan genetis ini menghasilkan strain nirwana dan dikenalkan di masyarakat sejak akhir tahun 2006. Sejak dirilis, nila strain nirwana banyak disukai oleh petani. Pasalnya, ikan ini mampu mencapai bobot 650 gram/ekor dalam waktu 6 bulan. Selain itu, karakteristik dagingnya juga lebih tebal dibandingkan dengan nila strain lain sehingga sangat cocok dijadikan ikan olahan, seperti bahan baku fillet.

Cangkringan
Sesuai namanya, ikan nila strain cangkringan merupakam nila yang berasal cangkringan. Ikan nila merah ini merupakan hasil pemuliaan genetis dari strain nifi,citralada,singapura dan filipina oleh BAT atau BBI Cangkringan. Strain ini sebenarnya belum secara resmi dirilis ke masyarakat.
Ikan nila cangkringan memiliki keunggulan pertumbuhannya yang cepat. Sejak dari larva menetes hingga mencapai bobot 200 gram hanya memerlukan waktu 4 bulan. Produktivitas larva induk betina dengan bobot 50 gram bisa mencapai 1.700 larva. Di kolam air tenang, FCR ikan nila cangkringan sekitar 1,2.

Larasati
Ikan nila strain larasati dikenal juga dengan nila janti. Ikan nila strain ini merupakan hasil pemuliaan BBI Janti di Klaten. Salah satu strain ini adalah memiliki keseragaman warna sampai 90%. Warnanya sendiri didominasi merah.
Daging ikan nila larasati tergolong tebal. Pertumbuhannya sangat cepat dan tahan bakteri Streptoccus dan Algalectiae. Nilai Survival rate nya mencapai 90%. Ikan ini sangat adaptif terhadap berbagai lingkungan perairan, seperti kolam air deras, kolam air tenang, karamba jaring apung dan tambak air payau. Larasati disukai petani ikan karena memiliki FCR yang rendah.

Menurut Wikipedia ada beberapa jenis ikan nila, di antaranya:
  • Oreochromis niloticus baringoensis Trewavas, 1983
  • Oreochromis niloticus cancellatus (Nichols, 1923)
  • Oreochromis niloticus eduardianus (Boulenger, 1912)
  • Oreochromis niloticus filoa Trewavas, 1983
  • Oreochromis niloticus niloticus (Linnaeus, 1758)
  • Oreochromis niloticus sugutae Trewavas, 1983
  • Oreochromis niloticus tana Seyoum & Kornfield, 1992
  • Oreochromis niloticus vulcani (Trewavas, 1983)
Ikan nila berkerabat dekat dengan mujair (Oreochromis mossambicus). Dan sebagaimana kerabatnya itu pula, ikan nila memiliki potensi sebagai ikan yang invasif apabila terlepas ke badan-badan air alami.
Genus Oreochromis memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi dan toleransi terhadap kualitas air pada kisaran yang lebar. Anggota-anggota genus ini dapat hidup dalam kondisi lingkungan yang ekstrem sekalipun, karena sering ditemukan hidup normal pada habitat-habitat di mana jenis ikan air tawar lainnya tak dapat hidup. (Diolah dari berbagai sumber)


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 02:44
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.