Cara Mudah Mengukur Kualitas Sapi Dengan BCS (Body Conditioning Score)

Apa Itu BCS? Apa Gunanya Jika Diterapkan Pada Ternak Sapi?



Body Condition Scoring (BCS) adalah salah satu upaya atau cara untuk menentukan atau mengukur tingkat kegemukan pada hewan. Ada berbagai teknik untuk mengetahui atau mengukur tingkat kegemukan pada hewan. Berdasarkan aspek klinik bisa dilakukan pengukuran berat badan, BCS, pengukuran morfometrik, indeks massa tubuh, dilutional techniques, bioelectrical impedance analysis, dual energy x-ray absorptiometry. Sedangkan teknik yang dikembangkan berdasarkan penelitian adalah densitometri, computered tomography, magnetic resonance imaging, total body electrical conductivity, total body potassium, neutron activation analysis.
Selain BCS, secara umum jagal sering mengukur kualitas sapi dari panjang dan pendeknya sapi, tinggi dan rendahnya sapi serta dari isi perutnya. Untuk sapi-sapi yang dijual secara timbangan maka faktor isi perut ini sangat dominan, semakin besar perut maka persentase karkas sapi tersebut bisa semakin jelek.
BCS merupakan teknik semikuantitatif untuk mengetahui tingkat kegemukan pada hewan. Sebagaimana sapi atau hewan besar, BCS juga bisa dilakukan untuk anjing atau kucing. BCS adalah teknik yang sangat mudah dilakukan dengan melihat keseluruhan bagian tubuh hewan. Skor BCS umumnya dalam 5 tingkatan. Meski ada juga yang cuma membagi dalam tiga tingkat yaitu kurus, sedang dan gemuk. Ada juga yang membagi dalam 9 tingkatan. Sementara yang mudah dan umum dilakukan adalah 5 tingkat, yaitu sangat kurus, kurus, sedang, gemuk dan obese. Pengukuran BCS ini berkait erat dengan bert badan hewan. Kelemahan BCS adalah masih adanya aspek subyektifitas, namun bilamana diikuti panduan dengan baik maka faktor tersebut dapat dikendalikan. Sama seperti mengukur berat badan, BCS juga hanya menilai kondisi hewan secara keseluruhan sehingga tidak diketahui bagian tubuh mana yang mengalami perubahan komposisi termasuk perubahan massa lemak dan otot.

Panduan mengetahui kondisi tubuh hewan dapat dilihat pada gambar. Grade 1 adalah gambaran hewan yang sangat kurus. Tulang-tulang tubuh sangat jelas kelihatan. Bilamana diraba, tidak terasa adanya lemak atau daging. Tampak atas juga kelihatan sekali bagian-bagian tubuhnya tidak berisi lemak atau daging. Hewan ini biasanya mempunyai berat badan 20% dibawah berat ideal. Grade 2 adalah gambaran hewan yang kurus. Tulang-tulang masih kelihatan jelas, namun bilamana diraba masih terasa adanya daging atau lemah. Tampak atas sudah tidak terlalu berlekuk lekuk, agak berisi. Hewan kesayangan ini biasanya mempunyai berat badan kurang dari 10% berat badan ideal. Grade 3-4 adalah berat ideal hewan . Tubuhnya tidak tampak tonjolan tulang, namun bilamana diraba cukup mudah merasakan adanya tulang-tulang. Tampak atas, biasanya sudah lebih lurus tampak berisi. Grade 5-6 adalah gambaran hewan yang gemuk. Tidak tampak adanya tonjolan tulang-tulang dan bilamana diraba agak sulit merasakan tulang karena tebalnya timbunan lemak dan daging. Perut sudah tampak menggantung atau menggelambir. Tampak atas, hewan kelihaan berisi dan tampak juga lipatan-lipatan kulit yang berlemak di dearah leher. Berat badan hewan ini biasanya lebih dari 10 % berat badan ideal. Grade 7 - 8 adalah hewan yang sangat gemuk atau obese. Berat badan biasanya sudah lebih dari 20% berat badan ideal. Sudah sangat sulit meraba tulang-tulang akibat timbunan lemak dan daging yang sangat tebal. Perut tampak membesar dan menggelambir.
BCS - Body Conditioning Score

BCS Description 

1 Severely emaciated. Little evidence of fat deposits or muscling.
2 Emaciated. Little evidence of fat but some muscle in hindquarters.
3 Very thin. No fat on ribs or brisket. Backbone easily visible.
4 Thin, with ribs easily visible but shoulders and hindquarters still showing fair muscling. Backbone visible.
5 Moderate to thin. Last two or three ribs can not be seen unless animal has been shrunk. Little evidence of fat in brisket, over ribs, or around tailhead.
6 Good, smooth appearance; Some fat deposits in brisket and over tailhead. Ribs covered and back appears rounded.
7 Very good flesh, brisket full. Ribs very smooth.
8 Obese, back very square, heavy fat pockets around tailhead. Square appearance.
9 Rarely observed. Very obese. Mobility may be impaired by excessive fat. 


MUSCLE SCORE

 
Muscle Score

The muscle thickness is based on the kind of calf the cow would be expected to produce when bred to a bull of the same inherent muscular characteristics. There are 4 different muscle scores: 1, 2, 3, and 4. A 1 correlates to a thicker muscled animal with 4 being the thinnest muscle. Each score is broken into tenths, similar to the frame score, with a 1-100 being the thickest and a 1-10 almost a number 2 muscle.

Untuk mengukur kualitas sapi berdasar perototan seperti pada gambar dibedakan menjadi 4 kelompok, No.1 adalah sapi yang paling gemuk menyusul no.2 dan seterusnya sampai no 4 adalah sapi paling kurus. Untuk mengukur kualitas sapi baik menggunakan BCS maupun Muscle Score masih banyak terpengaruh oleh subyektifitas pengukurnya atau orang yang bertugas mengukurnya, sehingga sebelum melakukan pengukuran seharusnya dilakukan penyamaan persepsi terlebih dahulu antar petugasnya agar hasil pengukuran lebih akurat.


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 23:48
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.