Mengkudu, Manfaat dan Budidayanya

Posted by

Loading...
Bau buah mengkudu maupun rasanya terkenal tidak enak, baunya yang menyengat dan busuk bisa membuat mereka yang tidak tahan akan merasa mual. Tetapi siapa sangka bahwa buah mengkudu memiliki khasiat yang tidak bisa dianggap remeh. Berikut ulasan singkat mengenai buah mengkudu.
Tanaman mengkudu merupakan tumbuhan asli Indonesia, penyebarannya dari Asia tropis sampai ke Polynesia. Mengkudu termasuk jenis kopi-kopian. dapat tumbuh dari daerah dataran rendah sampai ketinggian 1.500 m di atas permukaan tanah. Tanaman ini mempunyai ketinggian 3 – 8 m, banyak bercabang dengan ranting bersegi empat. Daun letakknya berhadapan bersilang, memiliki tangkai daun, bentuknya bulat telur sampai berbentuk elips, panjang daun 10 – 40 cm, lebar 5 – 17 cm, tebal, mengkilap, tepi rata, ujung runcing, pangkal menyempit, tulang daun menyirip, warnanya hijau tua.Bunga mengkudu keluar dari ketiak daun, 5 – 8 dalam karangan berbentuk bonggol, dengan mahkota berbentuk tabung, bentuknya seperti terompet, berwarna putih.Bunga berbau harum.

Buah mengkudu bertangkai, berbentuk bulat lonjong, berupa buah buni majemuk yang berkumpul menjadi satu sebagai buah yang besar. Panjang buah 5 – 10 cm, permukaan tidak rata berbenjol-benjol, warna hijau, jika masak berdaging dan berair, warnanya kulit pucat atau kuning kotor, berbau busuk, berisi banyak biji berwarna hitam.
Tanaman mengkudu dapat tumbuh dari daerah dataran rendah sampai ketinggian 1.500 m di atas permukaan tanah. Daerah yang dapat digunakan untuk budidaya mengkudu dapat berupa tegalan, lereng gunung, atau lahan bukaan. Sebaiknya mengkudu tidak ditanam di daerah yang terpolusi karena buahnya dapat menyerap polutan dengan kuat. Suhu yang dibutuhkan adalah 25 - 34°C dengan curah hujan 2.000 – 3.000 mm/tahun. Kelembaban udara relatif (RH) 50% - 70%  Mengkudu sebaiknya dibudidayakan pada jenis tanah alluvial, latosol dan podsolik merah kuning. Tanamanan ini akan tumbuh dan berproduksi optimal bila ditanam pada tanah yang subur, banyak mengandung bahan organik, memiliki aerasi dan drainase yang baik, serta mempunyai pH antara 5,5 – 6,5.
Mengkudu dapat diperbanyak secara vegetatif yaitu dengan okulasi, cangkok atau kultur jaringan. Salah satu keunggulan perbanyakan secara vegetatif akan diperoleh bahan tanaman yang pertumbuhannya seragam dam potensi produksi relative sama dengan pohon induk. Selain perbanyakan vegetatif, mengkudu juga dapat diperbanyak dengan biji. Cara ini lebih mudah dan disukai oleh petani. Kelemahan perbanyakan dengan biji yaitu pertumbuhannya sering tidak seragam. Untuk mendapatkan bibit yang sehat, buah harus berasal dari pohon induk yang sehat, pertumbuhan normal, berumur minimal 10 tahun, dan berproduksi tinggi.
Buah yang akan diambil bijinya dibiarkan membusuk sampai daging buahnya terlepas, kemudian direndam dalam ember, biji yang tenggelam diambil, dikering anginkan, lalu disimpan dalam wadah kedap udara. Biji yang yang akan disemaikan harus direndam dalam air hangat kuku (suhu 55°C) selama 15 menit. Biji disemaikan pada polibeg berukuran 10 cm x 15 cm yang telah diisi media berupa campuran tanah dan pupuk kandang halus dengan perbandingan 1 : 1, kemudian polibeg diberi sungkup plastik transparan. Bibit yang sudah berdaun 2 – 4 helai dan memiliki ketinggian 10 – 15 cm sudah dapat dipindahkan ke kebun.
Bibit yang sudah siap tanam segera diambil dari persemaian. Bibit ditanam di lubang tanam yang sudah disiapkan sebanyak 1 bibit per lubang. Kemudian lubang tanam ditutup dengan tanah galian yang sudah dicampur dengan pupuk kandang.
Sebaiknya di sekitar bibit yang baru ditanam diberi mulsa jerami untuk menghindari pertumbuhan gulma dan menjaga kelembaban tanah.
Pemupukan untuk budidaya mengkudu sebaiknya menggunakan pupuk organik yaitu pupuk kandang atau kompos dengan dosis 10 kg per tanaman pada tahun pertama. Untuk tahun selanjutnya dosis pupuk menjadi 15 – 20 kg per tanaman.
Hama yang biasa menyerang mengkudu adalah ulat daun yang dapat memakan semua daun tanaman. Hama lain yang juga sangat mengganggu adalah kutu putih yang mengisap cairan di jaringan daun sehingga daun menguning dan mengering. Kedua hama ini tidak hanya menurunkan produksi tetapi juga dapat mematikan tanaman. Pengendalian serangan hama sebaiknya memanfaatkan pestisida nabati atau pengendalian mekanis dengan cara memangkas dan membakar bagian tanaman yang terserang. Penyakit yang biasanya menyerang mengkudu adalah kapang jelaga (Capnodium spp.) yang menutupi permukaan daun bagian atas hingga tampak berwarna kehitaman dan bercak daun (disebabkan jamur Physalospora morindae) yang menyebabkan daun berlubang.
Buah yang siap dipetik  ditandai dengan warna kuliut merata putih kekuningan, tetapi daging buah cukup keras. Setelah dipanen buah harus segera dikonsumsi atau dikirim ke pabrik pengolahan mengkudu karena buah tidak tahan simpan dan mudah busuk.Selain digunakan dalam bentuk segar, mengkudu juga dikemas dalam botolan berupa juice dan dalam bentuk kapsul.

Kandungan Kimia
Buah mengkudu mengandung alkaloid triterpenoid, skopoletin, acubin, alizarin, antraquinon, asam benzoate, asam oleat, asam palmitat, glukosa, eugenol, dan hexanal.Akar mengandung damnacanthal, sterol, resin, asperulosida, morindadiol, morindin, soranjidol, anatraquinon, dan glikosida. Kulit akar mengandung morindin, morindon, aligarin-d-methylether, soranjidiol, khlororubin, morindanigrin, antraquinon, monometil, eter, dan lain-lain. Daun mengandung protein, zat kapur, zat besi, karoten, arginin, asam glutamate, tirosin, asam askorbat, asam ursolat, thiamin dan antraquinon. Bunga mengandung glikosida antraquinon, dan acasetin-7-0-beta(+)-glukopiransoida. Tanaman ini juga mengandung minyak menguap asam capron dan asam caprylat.
Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian
Efek farmakologis mengkudu adalah menghilangkan hawa lembab pada tubuh, meningkatkan kekuatan tulang, pembersih darah, peluruh kencing (diuretic), peluruh haid (emenagog), pelembut kulit, obat batuk, obat cacing (anthelmintik), pencahar, antiseptik.

Khasiat dan Cara Pemakaian
Peradangan usus dan disentri
Bahan : Mengkudu kering 10 g, temulawak kering 15 g, sambung nyawa 7 g, kunyit kering 5 g, Rumput mutiara kering 10 g
Pemakaian :
Semua bahan dicuci bersih, kemudian direbus dengan 6 gelas air hingga tersisa 3 gelas. Ramuan diminum 3 kali sehari masing-masing sebanyak 1 gelas, satu jam sebelum makan (Mahendra, 2005).
Batuk rejan
Bahan : Buah mengkudu masak 1 buah, daun waru muda 6 lembar, daun jinten 10 lembar, umbi bidara upas ½ jari, madu 1 sendok makan
Pemakaian :
Semua bahan dicuci bersih lalu ditumbuh halus. Tambahkan ¾ cangkir air masak dan 1 sendok makan madu. Diperas dan disaring. Diminum 2 kali sehari (Wijayakusuma, dkk, 1994).
Kencing manis
Bahan : Mengkudu kering 10 g, brotowali kering 10 g, sambiloto kering 10 g, kumis kucing kering 10 g, ciplukan kering 10 g, pulai kering 7 g
Pemakaian :
Semua bahan direbus menjadi satu dengan 9 gelas air hingga tersisa 5 gelas kemudian disaring dan diminum dalam keadaan hangat. Ramuan diminum satu jam sebelum makan sebanyak 3 kali sehari (Mahendra, 2005)
Kolesterol tinggi
Bahan : Buah mengkudu masak 1 - 2 buah, jahe merah 20 g, cuka apel 1 sendok makan, madu 1 sendok makan
Pemakaian :
Buah mengkudu dan jahe merah dicuci bersih tambahkan air secukupnya kemudian diblender. Juice yang diperoleh ditambah cuka apel dan madu sambil diaduk hingga rata. Ramuan tersebut diminum secara teratur sekali sehari (Rukmana, 2006).
Secara singkat manfaat mengkudu bisa untuk terapi penyakit di bawah ini :
Gangguan Pada Tulang dan Kepala
Reumatik, asam urat, vertigo, stroke, gangguan pada sumsum dan saraf di tulang belakang, migrain, susah tidur, rambut rontok.
Infeksi Kulit
Bisul, luka bakar, radang dibawah kulit, lecet, alergi, penyakit kulit lainnya.
Gangguan Pencernaan
Sakit maag, diare, radang usus, susah buang air besar, ambeien, penyakit gangguan pencernaan lainnya.
Gangguan Kewanitaan
Meningkatkan kesehatan pada saat kehamilan dan persalinan, sering kram, gangguan menstruasi, datang bulan sakit & tidak lancar, kista/miyope, keputihan/kandidas.
Karena Infeksi
Sakit mata, radang mata, batuk, TBC, asthma, gangguan pernafasan, gusi bengkak, sariawan, sakit gigi, keracunan makanan.
Gangguan Penyakit Dalam
Kencing manis/diabetes, darah tinggi, darah rendah, ginjal dan batu ginjal, kandung kemih, turun berok/prostat, sakit jantung, darah kental, darah encer, kekurangan trombosit, lupus, leukimia.
Gangguan Lainnya
Kanker, lesu darah, gangguan seksual, polip, katarak, stress, kolesterol, meningkatkan kinerja kelenjar-kelenjar tubuh, kekurangan nutrisi, meningkatkan proses penyerapan nutrisi dalam tubuh, membersihkan darah, membunuh berbagai jenis cacing, penurun panas, menghentikan kebiasaan merokok, menghentikan kecanduan narkoba, menyuburkan rambut, menyeimbangkan hormon, anti bakteri dan anti oksidan, obesitas/kegemukan.

Kalau yang tidak tahan dengan aromanya, agak susah memang untuk bisa mengkonsumsi obat herbal yang bernama mengkudu ini, tapi untuk saat ini kita bisa memperolehnya dalam bentuk yang lain yaitu kapsul yang sudah dijual bebas di toko-toko obat, apotik dan supermarket, jadi tidak ada alasan untuk tidak mendapatkan manfaat mengkudu.....

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 21:29

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.