Mengenal Jenis Jenis Lobster

Sebagai makanan, lobster sudah sangat terkenal, disamping terkenal karena rasanya yang enak juga terkenal karena harganya yang mahal. Masakan berbahan dasar Lobster biasanya dijual diresto resto dengan harga yang fantastis..... Jenis Lobster di seluruh dunia banyak sekali namun ada beberapa jenis lobster yang sudah sangat dikenal di masyarakat indonesia, 3 jenis Lobster yang paling dikenal di Indonesia :

Cherax quadricarinatus (red claw)
Ciri utamanya memiliki capit dengan ujung yang berwarna merah terutama untuk yang jantan. Dari nama latinnya, quadricarinatus yang mempunyai arti empat buah lunas, quadric = empat, carinatus = carinae, bentukan menyerupai lunas. Lobster ini banyak dijadikan untuk makanan dan di tempat asalnya di Queensland Utara dijadikan makanan untuk penduduk disana.
   

Cherax destructor

Cherax destructor merupakan jenis lobster air tawar yang paling dikenal diantara 100 jenis lobster ait tawar yang hidup di Australia. Mereka bisa dijumpai mulai dari daerah New South Wales hingga diselurah dataran benua Australia. Sebaran yang luas menyebabkan mereka mampu beradaptasi mulai dari daerah dingin di danau-danau berair dingin pegunungan Snowy, hingga daerah beriklim panas.Cherax destructor boleh dikatakan merupakan makanan orang suku asli Australia (aborigin). Setidaknya hal tersebut telah dilakukan sejak 28.000 tahun lalu, berdasarkan temuan-temuan arkeologis setempat.
Pada umumnya C. destructor dijumpai di danau-danau, rawa rawa, billabong, bendungan, saluran irigasi, dan juga disungai-sungai. Mereka termasuk tahan banting. Pada musim kering mereka akan bertahan hidup dengan cara membuat luband didalam tanah. Bahkan mreka mampu membuat lubang hingga kedalaman 5 meter. Paa saat musim penghujan mereka kemudian keluar untuk mencari makan, memijah dan bermigrasi.
Di habitat asalnya, C destructor kadang-kadang disalahkan sebagai penyebabnya runtuhnya bendungan. Hal ini biasanya terjadi apabila dinding bendungan tersebut kurang dari 2 meter, dan sering terjadi perubahan permukaan air, seperti biasa terjadi di sawah. Meskipun demikian kejadian demikian jarang dijumpai pada dam-dam yang ketebalan dindingnya lebih dari 6 meter.
Procambarus clarkii
Procambarus calrki berasal dari daerah Amerika Utara, di Louisiana Lobster ini mempunyai warna tubuh dominan merah. Oleh karena itu mereka sering disebut sebagai red swamp crayfish. Lobster dewasa berwarna merah gelap, sedangkan yang masih muda berwarna merah kekelabuan. Untuk ukuran dewasa bisa tumbuh hingga mencapai panjang 20cm.
Red swap crayfish diketahui mempunyai toleransi lebar terhadap salinitas air, oleh karena itu mereka bisa dijumpai baik di air tawar maupun air payau. Binatang ini suka membuat lubang pada tepi sungai, rawa, dan tanggul saluran irigasi.Jenis crayfish ini di daerah asalnya dijadikan sebagai menu santapan Cajun dan merupakan basis aquacultur di daerah Louisina yang menguntungkan. Mereka juga telah diperkenalkan keluar daerah asalnya untuk dibudidayakan.
Red swamp crayfish bersifat sangat agresif, teritorial, dan rakus, sehingga mereka bisa menjadi ancaman bagi hewan lain yang memanfaatkan sumberdaya yang sama. Mereka bahkan mampu bersaing dengan jenis-jenis crayfish lokal.bSebuah penelitian di Spanyol menunjukkan bahwa mereka mampu mengubah komunitas tumbuhan pada suatu lahan basah disana. Oleh karena itu introduksi mereka ke daerah baru perlu diperhatikan dengan seksama. Ada sebuah peringatan bahkan pernah dikeluarkan agar Red swamp crayfish, jangan sampai masuk ke Australia, karena akan dapat menyaingi jenis crayfish asli yang ada di negara tersbut.

Sedangkan sebagian Spesies lobster menurut wikipedia diantaranya:
  • Atlantic deep-sea lobster (Acanthacaris caeca)
  • Prickly deep-sea lobster (Acanthacaris tenuimana)
  • Red lobster (Eunephrops bairdii)
  • Sculptured lobster (Eunephrops cadenasi)
  • Banded lobster (Eunephrops manningi)
  • Cape lobster (Homarinus capensis)
  • American lobster (Homarus americanus)
  • European lobster (Homarus gammarus)
  • Andaman lobster (Metanephrops andamanicus)
  • Arafura lobster (Metanephrops arafurensis)
  • Armored lobster (Metanephrops armatus)
  • Northwest lobster (Metanephrops australensis)
  • Caribbean lobsterette (Metanephrops binghami)
  • New Zealand lobster (Metanephrops challengeri)
  • Formosa lobster (Metanephrops formosanus)
  • Japanese lobster (Metanephrops japonicus)
  • African lobster (Metanephrops mozambicus)
  • Neptune lobster (Metanephrops neptunus)
  • Urugavian lobster (Metanephrops rubellus)
  • Sculpted lobster (Metanephrops sagamiensis)
  • Siboga lobster (Metanephrops sibogae)
  • China lobster (Metanephrops sinensis)
  • Red-banded lobster (Metanephrops thomsoni)
  • Velvet lobster (Metanephrops velutinus)
      
    Sekilas Budidaya Lobster (Kolam terpal)
     
    Bahan : Terpal tebal
    Lokasi : Tanah/halaman rumah yang berkontur rata dan ada naungan atau tidak terlalu banyak terkena sinar matahari.
       
    Pembuatan Kolam :
    >Buatlah kolam dengan media terpal/ plastik dengan ukuran 1 m x 2 m dengan tinggi kolam sekitar 80 cm. (Ukuran bisa menyesuaikan dengan luas tanah/halaman yang ada)
    >Selanjutnya Isi dengan air bersih dengan ketinggian air skitar 60 cm, tinggi air jangan sampai sesuai dengan tinggi kolam karena lobster bisa kabur. Jadi usahakan ketinggian air kurang 10-30 cm dari tinggi kolam.
    >Masukanlah tanaman air (enceng gondok atau yang lain), karena lobster sangat menyukai tanaman tersebut.
    >Kemudian masukan lobsternya, usahakan jenis betina lebih banyak dari jenis pejantan.
    >Ketika lobster betina sudah terlihat mempunyai telur maka segera dipisahkan ke kolam lain. Sebab lobster termasuk kanibal. Biarkan si betina menetaskan telurnya pada kolam terpisah.
    >Induk betina yang sedang membawa telur biasa disebut induk gendong telur. Ciri – ciri induk yang sedang gendong telur adalah banyak berdiam diri dan ekornya yang terlipat erat dan rapat karena melindungi telur. Induk yang sedang dalam kondisi seperti ini harus segera dipindahkan ke dalam wadah pemeliharaan khusus pengeraman. Pemindahan harus dilakukan dengan sangat hati – hati untuk menghindari rontoknya telur yang diakibatkan oleh berontaknya induk. Pengecekan terhadap ada atau tidaknyainduk yang sedang gendong telur dilakukan 2 minggu setelah proses pemijahan terjadi.
    >Jika telur telah menetas, pindahkan betina tersebut dari kolam penetasan.
    >Berilah makan secara rutin anak lobster tersebut. Dan sekitar beberapa bulan kemudian, lobster tersebut akan tumbuh dewasa dan siap panen. Panen normal biasanya dilakukan pada umur kurang lebih 150 hari – 210 hari (bisa disesuaikan dengan ukuran berat lobster yang kita inginkan)
    >Kepadatan tebar selama masa pemeliharaan burayak– bibit ini adalah 100 ekor / m2. Jadi, jika kolam pembesaran bibit berukuran luas 5 m2, berari kolam Anda mempunyai daya muat 500 ekor.
    Demikian sekilas tentang pemeliharaan/budidaya lobster dengan kolam terpal, semoga bermanfaat.


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 19:12
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.