10+ Manfaat Obat Herbal Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) untuk Kebugaran dan Kesehatan Tubuh

loading...
Di Indonesia, sejak jaman nenek moyang temu lawak sudah digunakan sebagai salah satu obat herbal berkhasiat. Obat herbal atau yang dari dulu disebut dengan nama jamu merupakan warisan nenek moyang atau leluhur kita yang sudah selayaknya kita lestarikan dan kita teliti secara medis sehingga manfaat dan khasiat dari jamu (termasuk jamu temu lawak) ini bisa dipertanggungjawabkan. Dan diharapkan produk-produk herbal (jamu) Indonesia akan lebih dikenal dunia dan khasiatnay diakui secara internasional.

Memang sudah ada pabrik-pabrik Jamu Indonesia yang berhasil mempopulerkan produk jamunya di luar negeri seperti di Singapura, China  dan bahkan di Amerika serikat, hanya saja produk tersebut lebih banyak produk jamu ekstrak atau seduhan atau jamu cair dan bukan berupa Jamu Godokan yang benar-benar produk tradisional. Tetapi hal inipun cukup membanggakan dan bisa dijadikan batu loncatan untuk lebih mengenalkan produk jamu lainnya.

Tanaman rimpang Temu lawak (Curcuma xanthorrhiza) adalah tumbuhan obat yang tergolong dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae). Ia berasal dari Indonesia, khususnya Pulau Jawa, kemudian menyebar ke beberapa tempat di kawasan wilayah biogeografi Malesia. Saat ini, sebagian besar budidaya temu lawak berada di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina tanaman ini selain di Asia Tenggara dapat ditemui pula di China, Indochina, Barbados, India, Jepang, Korea, Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa.


Nama daerah di Jawa yaitu temulawak, di Sunda disebut koneng gede, sedangkan di Madura disebut temu labak. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada dataran rendah sampai ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut dan mempunyai habitat di hutan tropis. Rimpang temu lawak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada tanah yang gembur

Kandungan Kimia temu lawak

Temulawak terdiri dari fraksi pati, kurkuminoid dan minyak asiri (3-12 %). Fraksi Pati merupakan kandungan terbesar, jumlah bervariasi antara 48-54% tergantung dari ketinggian tempat tumbuh. Makin tinggi tempat tumbuh maka kadar patinya semakin rendah dan kadar minyaknya semakin tinggi.

1. Pati temulawak terdiri dari abu, protein, lemak, karbohidrat, serat kasar, kurkuminoid, kalium, natrium, kalsium, magnesium, besi, mangan dan kadnium (Sidik, 1985). pati rimpang temulawak dapat dikembangkan sebagai sumber karbohidrat, yang digunakan untuk bahan makanan atau campuran bahan makanan.

2. Fraksi kurkuminoid mempunyai aroma khas, tidak toksik, terdiri dari kurkumin yang mempunyai aktivitas antiradang dan desmetoksikurkumin.

3. Minyak asiri berupa cairan berwarna kuning atau kuning jingga, berbau aromatik tajam. Komposisinya tergantung pada umur rimpang, tempat tumbuh, teknik isolasi, teknik analisis, perbedaan klon varietas dan sebagainya. Oei Ban Liang (1985) dengan metode kromatografi gas mendeteksi 31 komponen yang terkandung dalam temulawak. Beberapa diantaranya merupakan komponen minyak khas asiri temulawak, yaitu isofuranogermakren, trisiklin, allo-aromadendren, germaken dan xanthorrhizol. Selain itu, terdapat komponen lain yang bersifat insect repellent yaitu ar-turmeron (Su, 1982)

Manfaat temu lawak untuk kesehatan

Berikut ini beberapa khasiat temulawak dalam mengobati berbagai macam penyakit dan gangguan kesehatan lainnya:

1. Sakit maag
Rimpang dipotong kecil-kecil, direbus, dinginkan, minum airnya.

2. Bau haid
Rimpang dipotong kecil-kecil tambah asam jawa, diseduh, dinginkan, minum airnya.

3. Melancarkan BAB
Rimpang digiling halus bersama biji sesawi, beri air sedikit, peras, minum airnya.

4. Memperbanyak ASI
Rimpang digiling, dimasak menjadi bubur bersama sagu. Maka seperti makan bubur. (Saran 3 x 1 kapsul per hari, sebagai tambahan obat lain )

5. Sakit limpa
Temu lawak 2 rimpang diparut, lengkuas 1/2 rimpang diparut, daun meniran 1 genggam, direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, disaring, minum sehari sekali 1 cangkir.

6. Asma
Temu lawak 1,5 rimpang diiris tipis-tipis dan dikeringkan, rebus dengan 5 gelas air dan ditambah gula aren 1 potong menjadi 3 gelas. Saring, minum sehari 2 kali 0,5 gelas.

7. Cacar air
Rimpang 1,5 diiris tipis-tipis dan dikeringkan, rebus dengan 1 liter air dan ditambah buah asam satu tangkai. Setelah mendidih dinginkan, saring, minum sehari 2 kali sehari 1 cangkir.

8. Sariawan
Temu lawak 1 rimpang diiris tipis-tipis dan dikeringkan, rebus dengan 2 gelas air dan ditambah buah asam 3 mata dan 1 potong gula aren. Saring, minum sehari 2 kali sehari 1 cangkir.

9. Bau badan
Rimpang 1 ditumbuk, direbus dengan 1 liter air. Saring, minum 2 kali sehari 1 cangkir. (Saran 3 x 1 kapsul per hari )

10. Hepatitis, penyakit kandung empedu
Rimpang 25 gram diiris-iris, ditambah air 500 ml, direbus sampai tinggal 300 ml; diminum sepanjang hari. (Saran 3 x 2 kapsul per hari ) atau, dua jari rimpang temu lawak, diparut, tambahkan ½ cangkir air masak dan 1 sendok makan madu. Aduk merata lalu diperas dan disaring. Minum sehari 2 kali sampai sembuh.

11. Nyeri Sendi dan Tulang (arthritis dan rematik)
Tuangkan air mendidih ke dalam cangkir yang berisi 0,5-1 g serbuk temu lawak. Diamkan 5-10 menit kemudian saring dan minum.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 02:02
loading...
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.