Kandungan Gizi Pollard dan Dedak Padi

Kandungan Gizi Pollard dan Dedak Padi

Pollard

Pollard adalah hasil sampingan dari proses pembuatan tepung terigu. Komposisi dari pollard adalah sebagai berikut :

  • bahan kering : 88,4%
  • lemak kasar : 5,1%
  • protein kasar : 17%
  • BETN : 45%
  • serat kasar : 8,8%
  • abu : 24,1%

Persenatase penggungaan pollard dalam ransum sebesar 35%. Penghasil terbesar pollard di dunia adalah Australia. Permasalahan utama pada bahan pakan ini adalah kandungan protein pada pollard cukup rendah sehingga keutuhan nutrient ternak tidak tercukupi. Salah satu solusi untuk meningkatkan kandungan protein pada pollard adalah dengan cara fermentasi dengan menggungakan kapang Aspergillus niger.

Dedak Padi

Dedak padi berasal dari sisa penggelingan padi. Komposisi kimia dari dedak padi adalah sebagai berikut :

  • Air : 10%
  • serat kasar : 10%
  • protein kasar : 7,5%
  • lemak : 2,25%
  • abu : 7,5%

Dalam ransum dedak digunakan sebesar 15% pada ayam petelur, pada fase starter digunakan sebanyak 20%, untuk ayam broiler 5-20%. Maksimal pemberian dedak pada ransum adalah sebesar 20 % karena dedak padi bersifat pencahar. Sentral penghasil dedak padi terbesar di Indonesia adalah daerah Karawang, Jawa Barat.


Permasalahan dari dedak padi dalam pemakaiannya dalam ransum adalah kandungan serat kasarnya sangat tinggi, kandungan kalsiumnya menurun sekitar 0,05%, kandungan posfor meningkat sekitar 15%, mudah tengik karena mengandung enzim lipase. Solusi untuk mengatasi permasalahan dedak padi tersebut antara lain dengan menyimpannya dalam suhu rendah. Penambahan enzim kompleks ( phitase, carbohidrase, protease ) akan meningkatkan nilai cerna dilihat dari aspek pertumbuhan dan efisiensi ransum.

Dedak padi dan Pollard dalam ration pakan ternak ditujukan untuk sumber karbohidrat dan serat kasar sehingga pemakaiannya tidak bisa terlalu berlebihan karena akan mempengaruhi pemakaian bahan baku pakan yang lain. Untuk ternak yang terlalu banyak mengkonsumsi serat kasar biasanya performance fisiknya jadi kurang bagus, perutnya besar dan menggelantung. Sedangkan jika terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat maka ternak jadi berlemak, artinya ketika dipotong prosentase lemak dalam dagingnya tinggi.


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 02:03
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.