Penyakit Akibat Percampuran Domba dengan Sapi dan Kerbau ( MALIGNANT CATHARRAL FEVER (MCF))

loading...

Jenis Penyakit Demam, MALIGNANT CATHARRAL FEVER (MCF)

Ternak domba memang sebaiknya dipisahkan dengan ternak sapi hal ini karena ternak domba bisa menularkan jenis penyekit tertentu yang berbahaya bagi sapi tetapi tidak berbahaya bagi domba itu sendiri. Sedangkan antara kambing dan sapi tidak ada masalah jika ada percampuran, tetapi sebaiknya memang antara jenis ternak tertentu dibuatkan kandang terpisah sehingga mudah dalam penanganan dan pengawasan kesehatannya.


Apa Penyakit Yang Bisa Ditularkan Dari Domba Ke Sapi?
Penyakit tersebut dikenal juga dengan istilah penyakit INGUSAN. Ada dua macam penyebab penyakit ini yang secara klinis gejalanya sama yaitu:

1. Herpes Virus dari sub family Herpesviridea
2. Agen yang belum jelas klasifikasinya dan diduga ditularkan oleh domba.

Malignant Catarrhal Fever (MCF) adalah suatu penyakit yang umumnya fatal pada hewan ruminansia seperti sapi, banteng, kerbau dan rusa dan banyak spesies lainnya dari Artiodactyla yang terjadi karena infeksi alcelaphine herpesvirus-1 (AIHV-1) or ovine herpesvirus-2 (OvHV-2). MCF juga dikenal sebagai Malignant catarrh, Malignant Head Catarrh, Gangrenous Coryza, Catarrhal Fever, dan Snotsiekte. Di Afrika Selatan dikenal sebagai snotting sickness. Di Indonesia MCF juga disebut sebagai Bovine Epimeral Fever dan penyakit ini merupakan penyakit yang umum menyerang sapi di Indonesia.

Di Indonesia, sapi Bali sangat peka terhadap terhadap infeksi virus MCF. Penyakit ini tidak menular dari sapi ke sapi, tetapi virus penyebabnya ditularkan dari domba (biri-biri) yang bertindak sebagai pembawa virus, tanpa menderita sakit. Gejala sebelum kematian tidak tampak sama sekali. Yang dapat dilakukan cukup sederhana yaitu sapi Bali jangan digabungkan dengan domba dalam satu kawasan. Domba dan kambing yang bersifat pembawa harus dipisahkan dari sapi terutama selama periode melahirkan. Sampai saat ini belum tersedia vaksin yang dapat mencegah penyakit ini namun secara eksperimental sapi dapat menunjukan proteksinya dari inokulasi yang diberikan.

Gejala Klinis :

Gejala Klinis yang dapat diamati:
> Demam tinggi 40 – 41OC
> Keluarnya cairan dari hidung dan mata yang semula encer akhirnya menjadi kental dan mukopurulen.
> Peradangan mulut dan lepuhan di permukaan lidah sehingga air liur menetes.
> Moncong kering dan pecah-pecah terisi nanah.
> Hidung tersumbat kerak sehingga kesulitan bernafas.
> Kondisi badan menurun, lemah dan menjadi kurus.
> Kornea mata keruh dan keputihan, dalam keadaan yang serius dapat menyebabkan kebutaan.
> Kadang-kadang dapat terjadi radang kulit berupa penebalan dan pengelupasan kulit.
> Kadang-kadang terjadi sembelit yang diikuti oleh diare.
> Gejala kelainan saraf timbul akibat peradangan otak.
> Otot-otot menjadi gemetar, berjalan sempoyongan,torticolis dan bersifat agresif.
> Terjadi kelumpuhan sebelum mati.
> Kematian terjadi biasanya antara 4-13 hari setelah timbul gejala penyakit.

Pencegahan :

> Hindari penggembalaan secara bersama antara sapi, kerbau dan domba pada satu lokasi.
> Hindarkan pemasukan domba dari tempat lain karena domba adalah pembawa penyakit/carrier.
> Meningkatkan sanitasi lingkungan dan tata laksana pemeliharaan ternak.
Pengobatan :

Pengobatan yang efektif belum ada. Umumnya hewan yang sudah sakit tidak bisa diobati.
Usaha maksimal adalah pemberian antibiotik berspektrum luas untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder. Ternak yang sakit dapat dipotong dan dikonsumsi dibawah pengawasan dokter hewan. Seluruh jaringan yang berjejas (mengalami karusakan) harus dibuang. Sisa hasil pemotongan harus dimusnahkan.

Wildebeest (Connochaetes spp. subfamili Alcelaphinae), merupakan inang alami AlHV-1 tanpa gejala klinis setelah infeksi. Demikian juga infeksi pada domba domestik yang merupakan inang alami OvHV-2, belum dikaitkan dengan reaksi klinis berikut infeksi alam, meskipun secara eksperimental, dosis virus yang besar memperlihatkan gejala klinis dari MCF ketika diinokulasikan kepada domba yang rentan.

Tidaklah bijaksana apabila dalam satu area apalagi satu kandang terkumpul ternak sapi dan domba dengan alasan apapun, mengingat penyakit ini belum ada obat yang efektif.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 02:09
loading...
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.