Loading...

Macam-Macam Cara Pengawasan Pemotongan Sapi Betina Produktif

Loading...
Pengawasan Yang Benar Terhadap Pemotongan Sapi Betina Akan Mendukung Keberhasilan Program Upsus Siwan

PROBABILITAS kelahiran antara pedet jantan dan betina adalah sama sama 50%. Petani peternak yang memiliki sapi 1 atau 2 ekor biasanya memfungsikan sapi tersebut sebagai tabungan kadang juga sebagai ternak pekerja untuk menarik gerobak maupun membajak sawah.

Saat mereka butuh dana cash, petani ternak akan menjual ternaknya ke pasar tidak perduli ternak jantan atau betina akan dia jual yang penting jadi uang cash. Secara umum sapi betina harganya lebih murah dari jantan dan ini yang menyebabkan jagal-jagal tertentu lebih menyukai sapi betina daripada jantan karena harganya yang murah. Fenomena ini yang menjadi "MASALAH" terutama bagi Dinas Peternakan karena jagal tidak perduli apakah sapi tersebut produktif atau tidak yang penting tafsiran menguntungkan akan dipotong.



Pengawasan pemotongan sapi betina produktif menjadi PR yang seperti  tidak ada ujung pangkalnya bagi Dinas terkait karena sampai saat ini belum ditemukan formula ataupun SOP yang paling tepat.
Menggarisbawahi hal tersebut, berikut hal hal penting yang seyogyanya bisa dilakukan Dinas terkait dalam rangka meminimalisir pemotongan sapi betina produktif.

Pengawasan Dimulai Dari Pasar HEWAN

Hal ini penting karena semua sapi ada dipasar hewan, semua jenis, dan ukuran. Sapi Limousin, Simmental, FH, Madura, Bali dan PO, jagal tinggal pilih sesuai selera baik Jantan maupun Betina (produktif/tidak). Idealnya Dinas punya tenaga khusus dipasar hewan yang akan memeriksa semua sapi betina produktif yang datang kepasar. Sapi-sapi betina produktif tersebut selanjutnya akan mendapat semacam surat keterangan apakah boleh dipotong atau tidak. Boleh dipotong apabila setelah diperiksa ternyata sapi tersebut MAJIR atau tidak bisa beranak atau rahimnya kurang bagus.

Pengawasan Di RPH (Rumah Potong Hewan)


Dalam hal ini pihak RPH/Dinas terkait menyiapkan tenaga khusus yang akan memeriksa surat keterangan yang diterbitkan petugas di pasar hewan terkait boleh tidaknya sapi betina di potong.

Penyuluhan dan "Penyadaran" kepada JAGAL SAPI
Bisa dikatakan jagal adalah pintu terakhir demi "selamatnya" sapi betina produktif dari pembantaian. Adalah penting untuk mengingatkan jagal bahwa apabila mereka tetap memotong sapi betina produktif terus menerus dalam jumlah besar maka pada gilirannya mereka sendiri yang akan merugi. Semakin lama populasi sapi akan semakin sedikit seiring dengan semakin terbatasnya sapi yang melahirkan akibat pemotongan betina yang tidak terkendali. Harga harga sapi akan semakin mahal dan pada akhirnya hal ini akan mengancam keberlangsungan usaha para jagal itu sendiri.

Loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 19:36
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.