Mengenal Jenis Jenis Kambing di Indonesia

loading...
Jenis Jenis Kambing di Indonesia

1.Kambing Boer
Kambing 'Boer' yang berarti petani, merupakan kambing yang berasal dari negara Afrika Selatan namun sudah banyak diternak di beberapa daerah di Indonesia. Kambing Boer merupakan kambing pedaging sejati karena pertumbuhannya yang sangat cepat dan perawatannya yang mudah.
Kambing ini dapat mencapai berat dipasarkan 35 – 45 kg pada umur lima hingga enam bulan, dengan rataan pertambahan berat tubuh antara 0,02 – 0,04 kg per hari. Keragaman ini tergantung pada banyaknya susu dari induk dan ransum pakan sehari-harinya. Dibandingkan dengan kambing perah lokal, persentase daging pada karkas kambing Boer jauh lebih tinggi dan mencapai 40% – 50% dari berat tubuhnya.
Kambing Boer dapat dikenali dengan mudah dari tubuhnya yang lebar, panjang, dalam, berbulu putih, berkaki pendek, berhidung cembung, bertelinga panjang menggantung, berkepala warna coklat kemerahan atau coklat muda hingga coklat tua. Beberapa kambing Boer memiliki garis putih ke bawah di wajahnya. Kulitnya berwarna coklat yang melindungi dirinya dari kanker kulit akibat sengatan sinar matahari langsung. Kambing ini sangat suka berjemur di siang hari. 


2. Kambing Etawa

Kambing Etawa atau dikenal dengan sebutan kambing Jamnapari dikenal sebagai kambing pedaging dan penghasil susu. Kambing jenis ini dapat dikenali dari bentuk dahi dan hidung yang nampak cembung serta berbadan besar dengan telinga memanjang ke bawah. Kambing jenis Etawa bisa menghasilkan susu kambing hingga 3 liter per hari. Ciri fisik lainnya adalah badannya besar, tinggi gumba yang jantan 90 sentimeter hingga 127 sentimeter dan yang betina hanya mencapai 92 sentimeter. Bobot yang jantan bisa mencapai 91 kilogram, sedangkan betina hanya mencapai 63 kilogram. Telinganya panjang dan terkulai ke bawah. Dahi dan hidungnya cembung. Baik jantan maupun betina bertanduk pendek



3. Kambing Boerawa

Kambing Boerawa merupakan kambing hasil persilangan kambing Boer dan kambing Peranakan Etawa (PE). Nama Boerawa sendiri merupakan gabungan dari nama (Boer+ Etawa). Kambing jenis ini banyak ditemukan di daerah Lampung, Sumatera Selatan.



4. Kambing Kacang

Kambing kacang ini merupakan salah satu ras unggulan kambing pertama yang ada di Indonesia. Kambing ini dapat dikenali dari bulunya yang lurus pendek, dua tanduk pendek, dan tubuh yang relatif kecil.Tinggi gumba pada yang jantan 60 sentimeter hingga 65 sentimeter, sedangkan yang betina 56 sentimeter. Bobot pada yang jantan bisa mencapai 25 kilogram, sedang yang betina seberat 20 kilogram. Telinganya tegak, berbulu lurus dan pendek. Baik betina maupun yang jantan memiliki dua tanduk yang pendek.  Kambing kacang merupakan kambing lokal Indonesia, memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap kondisi alam setempat serta memiliki daya reproduksi yang sangat tinggi. Kambing kacang jantan dan betina keduanya merupakan tipe kambing pedaging.

5. Kambing Peranakan Etawa (PE)
Kambing Peranakan Etawa (PE) merupakan kambing dari hasil silangan kambing Etawa murni dengan kambing Lokal/kacang. Sepintas wujudnya mirip dengan kambing Etawa murni hanya mengalami ukuran yang sedikit lebih kecil dari Etawa murni. Seperti halnya kambing Etawa, kambing PE juga jenis kambing pedaging dan penghasil susu.

6. Kambing Gembrong


Kambing Gembrong merupakan kambing yang berasal dari daerah Karangasem, Bali bagian timur. Ciri fisiknya dapat dengan mudah dikenali dari bulunya yang lebat dan panjang serta mengkilap. Setiap 1 tahun sekali bulu kambing Gembrong harus dipotong agar tidak mengganggu aktivitasnya. Panjang bulu sekitar berkisar 15-25 cm, bahkan rambut pada bagian kepala sampai menutupi muka dan telinga. Rambut panjang terdapat pada kambing jantan, sedangkan kambing Gembrong betina berbulu pendek berkisar 2-3 cm. Warna tubuh dominan kambing Gembrong pada umumnya putih (61,5%) sebahagian berwarna coklat muda (23,08%) dan coklat (15,38%). Pola warna tubuh umumnya adalah satu warna sekitar 69,23% dan sisanya terdiri dari dua warna 15,38% dan tiga warna 15,38%. Rataan litter size kambing Gembrong adalah 1,25. Rataan bobot lahir tunggal 2 kg dan kembar dua 1,5 kg. Tingkat kematian prasapih 20%.

7. Kambing Jawarandu (Bligon, Gumbolo, Koplo, Kacukan)
Kambing Jawarandu merupakan jenis kambing yang setipe dengan kambing Etawa, yaitu tipe kambing pedaging dan penghasil susu. Yang membedakan adalah kambing Jawarandu memiliki bentuk tubuh yang lebih kecil dengan telinga lebar terbuka dan panjang.

8. Kambing Kosta
Kambing Kosta merupakan jenis kambing persilangan dari kambing Kacang dan kambing Khasmir (kambing daerah Asia Tengah). Kambing jenis ini banyak ditemukan di daerah sekitaran Jakarta dan Banten. Ciri fisiknya berbadan sedang, dengan tanduk dan bulu pendek. Yang menarik adalah pola warna tubuhnya yang didominasi oleh 2 warna atau lebih. Selama ini masyarakat hanya mengenal Kambing Kacang sebagai kambing asli Indonesia, namun karena bentuk dan performa Kambing Kosta menyerupai Kambing Kacang, sering sulit dibedakan antara Kambing Kosta dengan Kambing Kacang, padahal bila diamati secara seksama terdapat perbedaan yang cukup signifikan.
Salah satu ciri khas Kambing Kosta adalah terdapatnya motif garis yang sejajar pada bagian kiri dan kanan muka, selain itu terdapat pula ciri khas yang dimiliki oleh Kambing Kosta yaitu bulu rewos di bagian kaki belakang mirip bulu rewos pada Kambing Peranakan Ettawa (PE), namun tidak sepanjang bulu rewos pada Kambing PE dengan tekstur bulu yang agak tebal dan halus. Tubuh Kambing Kosta berbentuk besar ke bagian belakang sehingga cocok dan potensial untuk dijadikan tipe pedaging.
Saat ini populasi Kambing Kosta terus menyusut, walaupun data yang pasti untuk populasi Kambing Kosta tidak diketemukan, namun perkiraan populasinya di Provinsi Banten hanya tinggal ratusan ekor saja (500-700 ekor).

9. Kambing Saanen


Kambing Saanen merupakan jenis kambing yang berasal dari negara Switzerland(Swiss), dapat dikenali dari ciri-ciri fisiknya yaitu berwarna putih berbulu pendek dan wajah segitiga dengan hidung lurus. Kambing jenis ini dikenal sebagai kambing penghasil susu. Pada kambing Saanen betina dan jantan sama-sama memiliki tanduk.


10. Kambing Marica

Kambing Marica adalah suatu variasi lokal dari Kambing Kacang
KambingMarica yang terdapat di Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu genotipe kambing asli Indonesia yang menurut laporan FAO sudah termasuk kategori langka dan hampir punah (endargement). Daerah populasi kambing Marica dijumpai di sekitar Kabupaten Maros, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Sopeng dan daerah Makassar di Propinsi Sulawesi Selatan. Kambing Marica punya potensi genetik yang mampu beradaptasi baik di daerah agro-ekosistem lahan kering, dimana curah hujan sepanjang tahun sangat rendah. Kambing Marica dapat bertahan hidup pada musim kemarau walau hanya memakan rumput-rumput kering di daerah tanah berbatu-batu.Ciri yang paling khas pada kambing ini adalah telinganya tegak dan relatif kecil pendek dibanding telinga kambing kacang. Tanduk pendek dan kecil serta kelihatan lincah dan agresif.

11. Kambing Muara
Kambing Muara dijumpai di daerah Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara di Propinsi Sumatera Utara. Dari segi penampilannya kambing ini nampak gagah, tubuhnya kompak dan sebaran warna bulu bervariasi antara warna bulu coklat kemerahan, putih dan ada juga berwarna bulu hitam. Bobot kambing Muara ini lebih besar dari pada kambing Kacang dan kelihatan prolifik. Kambing Muara ini sering juga beranak dua sampai empat sekelahiran (prolifik). Walaupun anaknya empat ternyata dapat hidup sampai besar walaupun tanpa pakai susu tambahan dan pakan tambahan tetapi penampilan anak cukup sehat, tidak terlalu jauh berbeda dengan penampilan anak tunggal saat dilahirkan. Hal ini diduga disebabkan oleh produksi susu kambing relatif baik untuk kebutuhan anak kambing 4 ekor.

Kebutuhan pakan Kambing Secara Umum 

Kebutuhan pakan hijauan Kambing lokal biasanya berkisar 3-5 kg/ekor/hari. Pakan hijauan bisa diberikan sepanjang waktu. Sedangkan untuk pakan konsentrat keburuhannya sekitar 0,5 kg/ekor/hari. Pemberiannya bisa dilakukan dua kali, pagi sekitar pukul 07.00 dan sore hari pukul 15.00.

Pemberian pakan juga harus memperhatikan usia dan ukuran Kambing. Kebutuhan kambing muda yang masih kecil berbeda dengan kambing dewasa. Pemberian pakannya bisa mengikuti patokan dibawah ini.
Kebutuhan pakan ternak kambing per hari:
Pakan hijauan = 10-20% dari bobot tubuh
Pakan konsentrat = 2-4% dari bobot tubuh
Kandungan mineral (garam) = 1% dari bobot tubuh
Air minum = 3-4 liter per ekor
Artikel Terkait 
Mengenal Jenis Jenis Domba di Indonesia
Penyakit Pada Kambing

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 02:07
loading...
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.