Budidaya Kambing

loading...
BudidayaKambing Sederhana dan Praktis

Setelah mengenal jenis-jenis kambing dan keunggulan masing-masing, berikut ini akan dibahas secara singkat, tata cara budidaya kambing secara sederhana dan praktis, semoga bisa diterapkan di peternakan rakyat.
Persiapan pertama Kandang. Kandang minimal harus memenuhi syarat syarat dibawah ini :
> Harus segar (ventilasi baik, cukup cahaya matahari, bersih, dan minimal berjarak 5 meter dari rumah).


> Ukuran kandang yang biasa digunakan adalah :
> Kandang beranak : 120 cm x 120 cm /ekor
> Kandang induk : 100 cm x 125 cm /ekor
> Kandang anak : 100 cm x 125 cm /ekor
> Kandang pejantan : 110 cm x 125 cm /ekor
> Kandang dara/dewasa : 100 cm x 125 cm /ekor
Bentuk kandang silakan dibuat sesuai selera tentunya dengan menyesuaikan ketersediaan tanah dan kontur tanah yang akan dibuat kandang asal bisa memenuhi syarat syarat tersebut di atas.
Jika kandang sudah siap masuk tahap kedua yaitu pemilihan Induk dan Pejantan, berikut kisi-kisi sebagai alat bantu dalam membeli induk dan pejantan:

> Tubuh kompak, dada dalam dan lebar, garis punggung dan pinggang lurus, tubuh besar, tapi tidak terlalu gemuk
> Jinak dan sorot matanya ramah.
> Kaki lurus dan tumit tinggi.
> Gigi lengkap, mampu merumput dengan baik (efisien), rahang atas dan bawah rata.
> Dari keturunan kembar atau dilahirkan tunggal tapi dari induk yang muda.
> Ambing simetris, tidak menggantung dan berputing 2 buah.

> Tubuh besar dan panjang dengan bagian belakang lebih besar dan lebih tinggi, dada lebar, tidak terlalu gemuk, aktif dan memiliki libido (nafsu kawin) tinggi.
> Kaki lurus dan kuat.
> Dari keturunan kembar.
> Umur antara 1,5 sampai 3 tahun.


Tata Laksana Pakan Sederhana :
Jenis dan cara pemberiannya disesuaikan dengan umur dan kondisi ternak. Pakan yang diberikan harus cukup protein, karbohidrat, vitamin dan mineral, mudah dicerna, tidak beracun dan disukai ternak, murah dan mudah diperoleh. Pada dasarnya ada dua macam makanan, yaitu hijauan (berbagai jenis rumput) dan makan tambahan (berasal dari kacang-kacangan, tepung ikan, bungkil kelapa, vitamin dan mineral).
 
Cara pemberiannya :
> Diberikan 2 kali sehari (pagi dan sore), berat rumput 10% dari berat badan kambing, berikan juga air minum 1,5 – 2,5 liter per ekor per hari, dan garam berjodium secukupnya.
> Untuk kambing bunting, induk menyusui, kambing perah dan pejantan yang sering dikawinkan perlu ditambahkan makanan penguat dalam bentuk bubur sebanyak 0,5 – 1 kg/ekor/hari.

Perkembangbiakan

Perkembangbiakan yang baik untuk kambing adalah minimal bisa beranak rata-rata dalam dua tahun 3 kali. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah :
> Kambing mencapai dewasa kelamin pada umur 6 s/d 10 bulan, dan sebaiknya dikawinkan pada umur 10-12 bulan atau saat bobot badan
mencapai 55 – 60 kg.
> Lama birahi 24 – 45 jam, siklus birahi berselang selama 17 – 21 hari.
> Tanda-tanda birahi : gelisah, nafsu makan dan minum menurun, ekor sering dikibaskan, sering kencing, kemaluan bengkak dan mau/diam bila dinaiki.
> Ratio jantan dan betina = 1 : 10

Catatan :
Masa bunting 144 – 156 hari (…. 5 bulan).
Masa melahirkan, penyapihan dan istirahat ± 2 bulan.
Penyakit yang sering menyerang kambing adalah: cacingan, kudis (scabies), kembung perut (bloat), paru-paru (pneumonia), orf, dan koksidiosis.
Hendaknya ditekankan pada pencegahan penyakit melalui sanitasi kandang yang baik, makanan yang cukup gizi dan vaksinasi.

Untuk Pembahasan mengenai penyakit akan dimuat dalam artikel terpisah dibawah ini
ARTIKEL TERKAIT

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 07:18
loading...
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.